Belajar dari Pakar

Kisah Anak SD Penemu Rumus Matematika

Dhika Widayat - detikEdu
Selasa, 16 Nov 2021 14:30 WIB
Dhika Widayat
Dhika Widayat
Dhika Widayat adalah founder dari akun instagram ngajimatematika. Akun yang membahas matematika dari sisi yang jarang dibahas. Dhika Widayat juga seorang penggemar berat matematika sejak SD.
matematika
Foto: Getty Images/iStockphoto/kertlis
Jakarta -

Bayangkan Anda adalah seorang anak berusia sepuluh tahun. Itu artinya Anda adalah anak yang sedang bersekolah di kelas empat Sekolah Dasar.

Apakah Anda masih ingat tentang yang Anda pelajari di kelas empat? Terutama pelajaran matematika. Biasanya kita di kelas empat Sekolah Dasar akan belajar tentang penjumlahan dan pengurangan.

Ternyata kurang lebih sama dengan seorang anak bernama Carl Friederich Gauss atau kita sebut saja dengan nama Gauss. Beliau juga mempelajari penjumlahan di usia 10 tahun.

Gauss adalah matematikawan berkebangsaan Jerman yang lahir pada 30 April 1777. Guru Gauss sedang butuh istirahat, lalu dia memberi jeda mengajar dengan meminta muridnya untuk mengerjakan suatu soal. Jangan lupa ini kejadian saat Gauss berusia 10 tahun.

Soal yang diberikan gurunya hanya tentang penjumlahan. Betul, sesuai dengan materi pelajarannya di usia 10 tahun. Guru Gauss memberi soal yang kita kenal dengan deret aritmatika, yaitu 1 + 2 + 3 + 4 + 5 + 6 + ... + 100. Ya, muridnya diminta untuk menghitung penjumlahan bilangan 1 sampai 100.

Untuk Anda yang sudah belajar matematika tentang deret aritmatika mungkin merasa mudah saja. Anda mungkin akan menggunakan rumus n/2(U_1+U_n) kan? Rumus yang sering diklaim rumus cepat ala seseorang.

Jangan salah ketika kita merasa mudah menghitung dengan menggunakan rumus tersebut, itu adalah rumus yang diciptakan oleh Gauss. Idenya ternyata sangat sederhana.

Gauss menemukan polanya. Saat dia susun secara kebalikan deret tersebut, dia menemukan hasil yang sama di setiap sukunya. Dari ide itulah Gauss dengan mudah menghitungnya. Bahkan membuat kagum gurunya.

Bahkan Gauss sendiri yang menyederhanakan proses tersebut menjadi sebuah rumus di atas. Rumus itulah yang kita sebut dengan rumus deret aritmatika. Rumus yang ditemukan oleh anak berusia 10 tahun, sekitar kelas 4 SD di Indonesia.

Apa yang kita lakukan di kelas 4 SD? Bahkan kita baru belajar matematika tentang deret aritmatika dan mengenal rumus dari Gauss tersebut di tingkat SMP ya.



Simak Video "Sosok Stanve, Jago Matematika Tingkat Dunia Asal Tangerang"
[Gambas:Video 20detik]
(nwy/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia