7 Dampak Pemanasan Global bagi Kehidupan di Bumi, Apakah Wabah Termasuk?

Novia Aisyah - detikEdu
Senin, 15 Nov 2021 14:17 WIB
Children play near a house engulfed by sea water due to the rising sea levels in Bedono village, Central Java, Indonesia, Monday, Nov. 8, 2021. World leaders are gathered in Scotland at a United Nations climate summit, known as COP26, to push nations to ratchet up their efforts to curb climate change. Experts say the amount of energy unleashed by planetary warming would melt much of the planets ice, raise global sea levels and greatly increase the likelihood and extreme weather events. (AP Photo/Dita Alangkara)
Foto: AP/Dita Alangkara/7 Dampak Pemanasan Global bagi Kehidupan di Bumi, Apakah Wabah Termasuk?
Jakarta - Dampak pemanasan global semakin mendorong banyak pihak untuk bersuara, mulai dari organisasi pemerhati lingkungan hingga masyarakat sipil. Apalagi, berbagai peristiwa seperti gelombang panas, banjir bandang, ataupun kebakaran juga kerap terjadi.

Melansir dari BBC, pemanasan global disebabkan oleh emisi yang dihasilkan dari emisi bahan bakar fosil seperti batu bara, minyak, dan gas.

Maka, berdasarkan Perjanjian Paris 2015, negara-negara di dunia diminta untuk melakukan perubahan agar suhu bumi tetap di bawah 2 derajat celsius dan diusahakan menuju 1,5 derajat Celcius. Sedangkan tujuan utamanya adalah untuk menekan emisi hingga nol di tahun 2050.

Imbas pemanasan global tidak hanya berlaku untuk lingkungan yang kita tinggali saja. Namun, juga terhadap kualitas kehidupan kita. Secara lengkap, ini dia dampak pemanasan global, dilansir dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang dan Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

10 dampak pemanasan global

1. Wabah Penyakit

Kenaikan suhu akibat pemanasan global dapat mengakibatkan daya tahan tubuh makhluk hidup menurun. Akibatnya, makhluk hidup termasuk manusia mudah terserang penyakit.

2. Es Kutub Mencair

Kenaikan suhu bumi mengakibatkan es-es di kutub mencair. Sehingga, es-es di sana juga akan meningkatkan volume air laut.

3. Kualitas Air Menurun

Curah hujan yang terlampau tinggi bisa menurunkan kualitas sumber air. Di samping itu, kenaikan suhu juga berakibat pada kadar klorin dalam air bersih.

4. Kuantitas Air Berkurang

Pemanasan global memang menaikkan jumlah air di atmosfer dan dapat meningkatkan curah hujan. Walaupun hal ini bisa menambah jumlah sumber air bersih, curah hujan yang terlalu tinggi juga berdampak pada meningkatnya kemungkinan air langsung kembali ke laut.

Artinya, air tidak sempat tersimpan untuk digunakan manusia.

5. Suhu Air Laut Meningkat

Tak hanya peningkatan suhu di permukaan bumi, suhu laut pun akan meningkat akibat adanya pemanasan global. Ini juga dapat mengakibatkan makhluk hidup di dalam laut mati dan keseimbangan ekosistem terganggu.

6. Kabut Asap

Peningkatan suhu di permukaan bumi bisa mengakibatkan kekeringan dan kebakaran hutan. Kabut asap karena kebakaran hutan juga berbahaya bagi kesehatan makhluk hidup.

7. Permukaan Air Laut Naik

Mencairnya es di kutub-kutub bumi dapat mendorong terjadinya banjir di sekitarnya. Pulau-pulau kecil juga bisa tenggelam akibat hal ini.

Dilansir dari BBC, pada pertemuan COP26 1-12 November 2021 kemarin negara-negara di dunia diminta melakukan publikasi ulang soal strategi penanganan perubahan iklim mereka di akhir tahun 2022. Klaimnya, target kali ini lebih ambisius dan dibidik untuk pencapaian 2030.

Pertemuan COP26 sendiri adalah singkatan dari Conference of the Parties ke-26. Forum tersebut dihadiri oleh 197 negara anggota dan diselenggarakan secara tahunan untuk membicarakan soal penanggulangan perubahan iklim.

Itulah sederet dampak pemanasan global bagi kehidupan di bumi. Detikers juga ikut jaga lingkungan, ya?

Simak Video "Tahun 2021 Disebut Peneliti Tahun Terpanas Keenam Sepanjang Sejarah"
[Gambas:Video 20detik]
(nah/row)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia