Apa Itu Emisi Karbon? Kenali Penyebab, Dampak, dan Cara Menguranginya

Apa Itu Emisi Karbon? Kenali Penyebab, Dampak, dan Cara Menguranginya

Kristina - detikEdu
Kamis, 04 Nov 2021 15:30 WIB
Emisi karbon yang terjadi di dunia semakin hari semakin besar. Ini menyebabkan perubahan iklim terasa lebih cepat. Tapi tenang, ada sejumlah cara agar lingkungan terselamatkan.
Foto: Inhabitat/Istimewa
Jakarta -

Emisi karbon menjadi salah satu penyebab perubahan iklim di dunia. Proses ini dapat berdampak pada lingkungan hidup, kesehatan manusia, hingga menciptakan ketidakstabilan ekonomi.

Baru-baru ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi mengesahkan Peraturan Presiden (Perpres) tentang Nilai Ekonomi Karbon (NEK). Pemerintah Jokowi akan menurunkan emisi karbon 41% dengan dukungan internasional pada tahun 2030.

Hal tersebut disampaikan Jokowi dalam pertemuan Conference of the Parties (COP) 26 United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) di Glasgow, United Kingdom.

Apa Itu Emisi Karbon?

Emisi berhubungan dengan proses perpindahan suatu benda. Menurut Cambridge Dictionary, emisi adalah sejumlah gas, panas, cahaya, dan lain-lain yang dikirimkan keluar. Kata ini sering digunakan untuk menyebut emisi panas, emisi cahaya, hingga emisi karbon.

Lantas, apa itu emisi karbon? Emisi karbon adalah gas yang dikeluarkan dari hasil pembakaran senyawa yang mengandung karbon, seperti CO2, solar, LPJ, dan bahan bakar lainnya. Dalam arti sederhana, emisi karbon adalah pelepasan karbon ke atmosfer.

Emisi karbon menjadi kontributor perubahan iklim bersama dengan emisi gas rumah kaca. Emisi gas yang berlebihan dapat menyebabkan pemanasan global atau efek rumah kaca. Hal ini mengakibatkan peningkatan suhu di bumi secara signifikan.

Penyebab Emisi Karbon

Emisi karbon disebabkan oleh aktivitas pembakaran senyawa-senyawa yang mengandung karbon. Untuk mengetahui besaran emisi, maka dilakukan pengukuran jejak karbon. Melansir Ensiklopedia Britannica, jejak karbon merupakan jumlah emisi karbon dioksida (CO2) yang berkaitan dengan segala aktivitas seseorang atau entitas lain seperti bangunan, perusahaan, negara, dan lain-lain.

Jejak karbon berasal dari jejak ekologis yang merupakan ukuran dampak terhadap lingkungan yang dinyatakan sebagai jumlah lahan yang dibutuhkan untuk mempertahankan sumber daya alam. Konsep jejak karbon juga sering mencakup emisi gas rumah kaca lainnya, seperti metana, nitrous oxide, atau chlorofluorocarbons (CFC).

Emisi karbon juga disebabkan karena pembakaran bahan bakar fosil di bidang manufaktur, pemanasan, dan transportasi, serta emisi yang diperlukan untuk menghasilkan listrik untuk keperluan barang dan jasa yang dikonsumsi.

Dampak Emisi Karbon

Sebuah studi global tentang emisi karbon yang diterbitkan dalam Jurnal Sustainability mengungkapkan, peningkatan emisi karbon telah menyebabkan kekhawatiran yang signifikan di antara negara-negara seperti China, Amerika Serikat, Rusia, India, Uni Eropa, dan Jepang sebagai penghasil emisi karbon terkemuka dunia.

Emisi karbon berdampak terhadap perubahan iklim global. Beberapa studi penelitian emisi karbon telah menarik perhatian para peneliti karena iklim global yang berubah dengan cepat. Para peneliti berhasil mengungkap bahwa emisi antropogenik dari satu triliun ton karbon cenderung menyebabkan peningkatan suhu global sebesar dua derajat Celcius.

Cara Mengurangi Emisi Karbon

Jejak karbon dapat dikurangi melalui melalui peningkatan efisiensi energi dan perubahan gaya hidup dan kebiasaan membeli. Pengalihan penggunaan energi dan transportasi seseorang dapat berdampak pada jejak karbon primer.

Contohnya adalah menggunakan transportasi umum, seperti bus dan kereta api, memasang lampu hemat energi, menambahkan insulasi pada bangunan. Selain itu, emisi karbon juga dapat dikurangi dengan menggunakan sumber energi terbarukan untuk menghasilkan listrik yang dibutuhkan.



Simak Video "Karena Cucu, Luhut Janji Tak Bikin Kebijakan Merugikan Generasi Muda"
[Gambas:Video 20detik]
(kri/nwy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia