Bukti Kedermawanan Nabi Muhammad, Tidak Pernah Sebut 1 Kata Ini

Rahma Indina Harbani - detikEdu
Kamis, 11 Nov 2021 10:30 WIB
One Day One Hadits tentang istighfar Nabi Muhammad
Foto: Andhika A/detikcom/Bukti Kedermawanan Nabi Muhammad, Tidak Pernah Sebut 1 Kata Ini
Jakarta -

Nabi Muhammad SAW dikenal sebagai suri tauladan umat muslim terkait akhlak mulia yang dimilikinya. Termasuk, kebesaran jiwa dermawan Nabi Muhammad SAW. Harta apa pun yang dimiliki, senantiasa beliau perjuangkan di jalan Allah tanpa pamrih maupun riya (sombong).

Kisah-kisah kedermawanannya telah banyak diceritakan dalam hadits para sahabat atau pun dikisahkan dalam bentuk qasidah syair-syair Islami. Mendiang Syekh Ali Jaber mengatakan dalam salah satu dakwahnya, Rasulullah SAW bahkan tidak pernah menyebut satu kata ini sebagai bukti kebesaran jiwa dermawan beliau.

"Salah satu sifat (dan) akhlaknya nabi kita, Nabi Muhammad SAW, adalah kedermawanannya. Sampai ada sebuah qasidah syair yang pernah berkata, 'Nabi Muhammad saking dermawannya tidak pernah berkata tidak'," kata mendiang Syekh Ali Jaber dalam siaran channel Youtube CTD TV, dikutip Rabu (10/11/2021).

Syekh Ali Jaber juga menjelaskan, satu-satunya momen saat Nabi Muhammad mengucapkan kata 'tidak' hanya saat beliau sedang mengucapkan kalimat tauhid yang berbunyi,

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ

Bacaan latin: La Ilaha Illallah

Artinya: "Tiada Tuhan selain Allah,"

Melalui siaran Youtube yang bertajuk 'Nabi Muhammad Tidak pernah Berkata Tidak Kecuali dalam Lailahaillallah' dan diunggah pada 25 Agustus 2021 tersebut, ulama berkebangsaan Arab Saudi-Indonesia ini mengatakan bahwa jiwa dermawan Rasulullah semakin meningkat saat memasuki bulan Ramadhan.

"Kedermawanannya terlihat sekali, apalagi di bulan suci Ramadhan," katanya.

"Begitu luar biasa Nabi Muhammad SAW mengajarkan kita untuk menjaga bersedekah, bahkan beliau bukan hanya memerintahkan, tetapi Nabi Muhammad SAW sendiri menjalankan dan mengamalkannya," imbuhnya lagi.

Kisah Kedermawanan Nabi Muhammad SAW

Beberapa kisah kedermawanan Nabi Muhammad dapat kita simak dari hadits-hadits berikut seperti yang dikutip dari laman Kementerian Agama Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB).

Dikisahkan dari sahabat nabi Umar bin Khattab, ia berkata,

"Suatu hari seorang laki-laki datang menemui Rasulullah SAW untuk meminta-minta, lalu beliau memberinya. Keesokan harinya, laki-laki itu datang lagi, Rasulullah juga memberinya. Keesokan harinya, datang lagi dan kembali meminta, Rasulullah pun memberinya.

Pada suatu hari, ia datang kembali untuk meminta-minta, lalu Rasulullah bersabda, "Aku tidak mempunyai apa-apa saat ini. Tapi, ambillah yang kau mau dan jadikan sebagai utangku. Kalau aku mempunyai sesuatu kelak, aku yang akan membayarnya."

Umar bin Khattab yang melihat itu lalu berkata, "Wahai Rasulullah, janganlah memberi diluar batas kemampuanmu."

Rasulullah SAW tidak sependapat dengan perkataan Umar tersebut. Kemudian, datanglah seorang laki-laki dari Anshar sambil berkata, "Ya Rasulullah, jangan takut, terus saja berinfak. Jangan khawatir dengan kemiskinan."

Mendengar ucapan laki-laki itu, Rasulullah tersenyum, lalu beliau berkata kepada Umar, "Ucapan itulah yang diperintahkan oleh Allah kepadaku." (HR Turmudzi).

Kisah lainnya datang dari Ummu Salamah, istri Rasulullah SAW. Ia mengisahkan saat Rasulullah SAW yang terlihat sakit dan wajahnya pucat. Ternyata, kondisi beliau disebabkan karena dirinya lupa menginfakkan hartanya saat itu. Berikut kisah selengkapnya,

"Suatu hari Rasulullah SAW masuk ke rumahku dengan muka pucat. Aku khawatir beliau sedang sakit.

"Ya Rasulullah, mengapa wajahmu pucat begini?" tanyaku.

Rasulullah menjawab,"Aku pucat begini bukan karena sakit, melainkan karena aku ingat uang tujuh dinar yang kita dapat kemarin sampai sore ini masih berada di bawah kasur dan kita belum menginfakkannya." (HR Al Haitsami dan hadistnya sahih).

Masyaa Allah, demikianlah sekilas informasi sebagai bukti Nabi Muhammad SAW memiliki jiwa dermawan yang tinggi. Semoga kisah ini dapat menjadi inspirasi dan teladan kita semua ya, detikers.



Simak Video "Menjadi Dermawan Tidak Harus Kaya "
[Gambas:Video 20detik]
(rah/erd)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia