Bukan Pakai Cotton Bud, Begini Cara Membersihkan Telinga Menurut Dosen Unair

Novia Aisyah - detikEdu
Senin, 25 Okt 2021 16:55 WIB
ilustrasi telinga pakai cotton bud
Foto: thinkstock
Jakarta - Banyak sekali orang yang membersihkan telinga menggunakan cotton bud. Detikers juga memiliki kebiasaan ini?

Walau banyak yang melakukannya, pengajar Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Rosydiah Rahmawati menyarankan agar hal ini dilakukan dengan hati-hati. Konsultan telinga, hidung, tenggorokan-bedah kepala leher (THT-KL) itu menyebutkan bahwa terkadang, membersihkan telinga dengan cotton bud bisa membuat kotorannya masuk semakin dalam.

"Jenis kotoran (telinga) itu bermacam-macam. Sebenarnya kotoran telinga itu berada di sisi luar, kadang gerakan membersihkan dengan cotton bud itu bisa mendorong kotoran malah masuk ke dalam. Itu yang dikhawatirkan," kata dosen tersebut berdasarkan rilis Unair, seperti dilansir dari CNN Indonesia pada Senin (25/10/2021).

Lebih lanjut, membersihkan telinga dari luar ini tidak apa-apa jika kotoran telinganya lembek dan sedikit. Tetapi, jika banyak, besar, keras, dan cenderung bertumpuk, maka cotton bud justru bisa membuat kotoran itu semakin masuk ke dalam telinga.

Hal yang perlu diwaspadai menurut Rosydiah ini terjadi pada pria bernama Yogi Elka. Melansir detikHealth, telinga kiri pria tersebut mendadak tidak bisa mendengar.

Rupanya, telinga kirinya tak bisa berfungsi karena tersumbat kotoran. Yogi suka memakai cotton bud yang malah membuat kotoran telinganya semakin masuk dan menumpuk. Dan kotoran itu sudah bertumpuk bertahun-tahun hingga mengeras.

Saat membersihkan telinga menggunakan cotton bud, tumpukan kotoran terdorong semakin dalam dan menyumbat. Lalu, kotoran yang mengeras itu melukai dinding telinga Yogi, yang akhirnya menyebabkan dirinya infeksi dan demam.

Lantas, bagaimana sebaiknya cara membersihkan kotoran telinga yang benar? Melansir dari CNN Indonesia, begini cara yang tepat.

3 Cara Tepat Membersihkan Telinga

1. Menggunakan Obat Tetes Telinga

Cara kerja obat tetes telinga adalah dengan melunakkan kotoran telinga agar mudah dikeluarkan. Tetapi, Rosydiah menyarankan agar pemakaiannya berdasarkan resep dokter. Sebab,kita bisa saja membeli obat tetes telinga yang kurang tepat.

2. Pergi ke Dokter THT

Perlu diketahui, kondisi lubang telinga tiap orang berbeda-beda. Jadi, lebih disarankan untuk mengunjungi dokter spesialis THT.

Ketika mengunjungi dokter, kondisi liang telinga dan kotorannya akan dicek. Dengan begitu, kita tahu apakah kotoran itu bisa dibersihkan sendiri atau membutuhkan bantuan dokter.

3. Membersihkan telinga dengan rutin

Apabila kotoran telinga hanya sedikit, lunak, dan ada banyak kandungan minyaknya, maka kita bisa membersihkannya secara mandiri dengan cotton bud. Tetapi, jika banyak, cenderung keras, dan menumpuk, lebih baik mengunjungi dokter THT 6 bulan sekali.

Begitulah risiko membersihkan telinga menggunakan cotton bud menurut dosen FK Unair. Tetap berhati-hati ya, detikers!

Simak Video "Jurusan Sepi Peminat di Unair, Apa Saja?"
[Gambas:Video 20detik]
(nah/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia