5 Cara Mengembalikan Fokus Menurut Sains, Nonton Video Kucing Juga Termasuk!

nah - detikEdu
Minggu, 24 Okt 2021 18:24 WIB
Shot of a young woman looking stressed while using a laptop to work from home
Foto: Dok. Istock.
Jakarta -

Guna mengembalikan fokus, ada sejumlah cara kontraintuitif yang dapat dilakukan. Seorang jurnalis sains sekaligus penulis buku Override: My quest to go beyond brain training and take control of my mind, Caroline Williams pernah menuliskan caranya di laman BBC Internasional.

Sederet cara yang ia ungkapkan sebetulnya tidak terlalu berhubungan dengan cara kerja otak manusia menurut para psikolog. Walau begitu, banyak hal yang dianggap membantu konsentrasi saat mengerjakan tugas, memang bekerja berlawanan dengan bagaimana otak manusia bekerja secara alami.

Maka, menurut Williams ada sejumlah cara unik yang bisa dilakukan untuk meningkatkan fokus, saat kita mulai kehilangannya. Apa saja?

5 Cara Mengembalikan Fokus

1. Melamun

Membiarkan pikiran mengembara bisa jadi salah satu cara terbaik jika kamu mulai tidak fokus saat bekerja atau belajar. Ada salah satu hal yang disadari oleh para psikolog, yaitu kita menghabiskan banyak waktu untuk melamun.

Hal inilah yang menyebabkan mereka berpendapat bahwa melamun bukanlah sebuah kesalahan atau hambatan, melainkan bagian penting yang membantu fungsi otak kita.

Seorang psikolog asal Universitas Harvard, Paul Seli mengatakan, ada lamunan yang disengaja dan yang tidak. Lamunan yang dilakukan di tengah pekerjaan enteng, tidaklah masalah.

"Pikirkan sesuatu yang tidak ada hubungannya (dengan pekerjaan), mungkin pecahkan masalah lain yang ada di pikiran dan kembali ke tugas," saran Seli.

2. Lakukan Hal Receh

Video kucing-kucing lucu seringkali dianggap sebagai penyebab utama orang-orang yang suka menunda. Padahal, sebagian psikolog berpikir bahwa hal itu justru bisa jadi membantu menempatkan kita ke kondisi mental yang tepat untuk bekerja.

Dalam sebuah penetlitian, cara yang bagus utnuk meningkatkan cadangan semangat adalah dengan tertawa. Berdasarkan sejumlah eksperimen, mereka yang menonton video lucu, menunjukkan usaha lebih lama dan lebih gigih dalam menyelesaikan teka-teki sulit daripada yang cuma menonton video santai, tetapi tidak lucu.

Sehingga, studi tersebut menyimpulkan bahwa humor dapat menyuntik cadangan semangat kita dengan sangat efektif. Kepala peneliti studi tersebut, ilmuwan Universitas Nasional Australia, David Cheng mengungkapkan, "Menciptakan budaya menyenangkan di tim Anda, di mana dengan sengaja menemukan hal lucu untuk dirertawakan, seperti email lucu atau video YouTube, bisa menjadi salah satu cara yang emmbantu Anda meningkatkan produktivitas."

Beberapa cara di antaranya adalah menonton video kucing atau sesekali bercanda, khususnya ketika merasa sangat lelah.

3. Tempatkan Distraksi yang Tepat di Depan Kita

Psikolog University College London, Nilli Lavie, pada 1995 menyebutkan 'Load Theory'. Teorinya ini menyatakan bahwa ada batas informasi yang bisa diproses otak kita pada satu waktu tertentu. Dan ketika slot sudah penuh, maka otak kita akan memutuskan mana yang harus difokuskan.

Eksperimen yang dia lakukan menyarankan agar kita tidak bekerja di lingkungan yang rapi, bersih, dan hening. Tetapi, justru yang berantakan dan membingungkan.

Cara ini bisa bekerja karena ketika seluruh slot perseptif sudah penuh, maka otak akan fokus pada apa yang paling penting. Pada intinya, distraksi-distraksi secara otomatis tersingkirkan.

Kuncinya adalah, membuat otak kita tidak punya kesempatan untuk mencari stimulasi di tempat lain. Cara ini mungkin dapat digunakan ketika tips yang lainnya tidak berhasil.

4. Berhenti Bekerja

Beberapa penelitian mengatakan bahwa kita bisa berkonsentrasi tidak lebih dari 90 menit, sebelum membutuhkan istirahat selama 15 menit. Beberapa cara yang bisa dilakukan adalah olahraga singkat, meditasi, atau minum kopi.

Olahraga dapat menghidupkan otak kembali dan menempatkannya ke kondisi lebih baik. Trik ini akan lebih baik lagi jika dilakukan di area outdoor.

Sementara, orang yang melakukan meditasi mempunyai kontrol lebih baik dalam hal fokus dan lebih memahami kapan mereka harus istirahat.

Dan bagi yang lebih memilih minum kopi, minuman ini dapat meningkatkan ingatan, reaksi, dan konsentrasi dalam jangka pendek.

5. Jangan Mencoba Terlalu Keras

Dalam eksperimen pencitraan otak yang dilakukan Joe DeGutis dan Mike Esterman di Boston Attention and Learning Lab, Massachussets, ditemukan bahwa cara paling manjur ketika mengerjakan sesuatu adalah dengan fokus beberapa waktu, lalu istirahat sejenak sebelum kembali fokus pada pekerjaan tersebut.

Mereka yang berusaha terus fokus sepanjang waktu, justru membuat lebih banyak kesalahan. Terkait sistem otak, musuh dari konsentrasi adalah stres.

Peneliti di Vrije University, Amsterdam, Christian Olivers menyatakan bahwa fokus seseorang mengalami peningkatan ketika mereka diminta memikirkan hal lain sejenak, dibandingkan terus-menerus berkonsentrasi.

Jadi, lebih baik meluangkan waktu untuk melakukan apa saja yang dibutuhkan untuk merasa lebih tenang dan terkendali.

Itulah sederet cara mengembalikan fokus saat detikers sedang bekerja atau menyelesaikan tugas. Selamat mencoba!

Simak Video "Studi Plasma Konvalesen: Bisa Jadi Alternatif Namun Efektifitasnya Rendah"
[Gambas:Video 20detik]
(nah/erd)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia