Dear Pelajar, Ini Tips Membangun Support System dari Psikolog UGM

Anatasia Anjani - detikEdu
Kamis, 23 Sep 2021 14:45 WIB
Young women are having fun on the green field in the evening.
Foto: Shutterstock/
Jakarta -

Di era pandemi ini support system sangat dibutuhkan. Hal tersebut bertujuan agar lebih tangguh dan bisa beradaptasi dalam masa pandemi.

"Support system sendiri adalah hubungan timbal balik yang bersifat saling membantu, simbiosis mutualisme, dan take and give. Take and give karena kita sebagai manusia tidak hanya memberi, tapi kita juga butuh untuk dipahami," ujar Ida N. Faizah Psikolog UGM yang dilansir dari laman UGM.

Menurut Ida dengan adanya support system, dapat membuat orang merasa nyaman dan aman. Selain itu, support system dapat dibangun dengan seseorang yang memiliki minat yang sama dari komunitas sehingga memiliki empati dan kita dapat juga merasakannya.

"Support system tidak hanya melulu orang yang bisa kita gapai secara fisik, tapi juga online. Salah satu contohnya adalah saat ini biro-biro konsultasi dari psikologi banyak yang menawarkan terapi kelompok. Biasanya dari terapi kelompok itu kita bisa dapat komunitas yang sesuai dengan problematika kita. Nah, biasanya di dalam terapi tersebut kegiatannya kita saling support. Tujuan dalam kelompok tersebut adalah menumbuhkan support system, akhirnya kita tidak merasa sendirian," ujar Ida.


Ida juga mengatakan jika support system memiliki banyak manfaat. Pertama yaitu membuat seseorang lebih termotivasi.

Hal tersebut membuat seseorang lebih tahu tujuan dan fokus, sehingga akhirnya memacu untuk terus belajar dan berkembang. Kedua dengan adanya support system membuat orang-orang merasa lebih nyaman.

"Kita cenderung mencari hubungan sosial yang aman dan juga nyaman, dengan support system ini kita pula, ketika mendapatkan kenyaman kita akan mampu menghadapi situasi yang sulit. Ketika kita merasa sulit, biasanya pikiran kita menjadi cemas dan banyak sekali pikiran negatif yang muncul," ujar Ida.

Terakhir, dengan adanya support system juga dapat meningkatkan hormone-hormon yang membuat bahagia, yaitu serotonin dan dopamin.

"Ketika hormon-hormon kita bekerja, ini bisa meningkatkan kinerja otak kita. Bahkan kita lebih bisa beradaptasi, lebih bisa berperilaku adaptif. Jadi itu ya pentingnya bagi kita untuk tetap terhubung dengan orang sekitar, untuk tetap mencari kira-kira siapa yang membuat kita aman dan nyaman," ujar Ida.

Agar mendapatkan support system, Ida menambahkan untuk membuka diri seperti berhubungan kembali dengan teman atau keluarga. Hal ini dapat dilakukan dengan menyapa teman seperti menanyakan kabar secara online.

"Berusahalah untuk menjangkau orang-orang yang membuat kita aman dan nyaman. Memberi kabar setiap hari kepada keluarga atau teman dan membuat jadwal telepon dengan orang tua. Selain itu, kita juga bisa mencari komunitas yang memiliki persamaan dengan kita," kata Ida.

Ida menyampaikan membutuhkan support system merupakan hal yang normal dan alami.

"Ketika kita membutuhkan support system, bukan berarti kita merupakan individu yang lemah, tapi itu memang merupakan kebutuhan kita. Karena kita merupakan individu yang bio sosio psiko spiritual jadi kita membutuhkannya. Jadi itu hal yang normal dan alami," kata Ida.



Simak Video "Kenali Gejala Gangguan Cemas yang Paling Dominan Gegara Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(atj/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia