Mengenal Tanaman Keladi yang Cantik dan Kini Jadi Primadona

Rahma Indina Harbani - detikEdu
Sabtu, 18 Sep 2021 11:01 WIB
Close up of a grouping of Caladium  leaves
Foto: Getty Images/iStockphoto/KenWiedemann/Mengenal Tanaman Keladi yang Cantik dan Kini Jadi Primadona
Jakarta - Sejumlah masyarakat Indonesia tengah menggandrungi tanaman hias semenjak pandemi melanda. Seperti halnya tanaman keladi yang menjadi salah satu primadona saat ini. Tapi, apakah detikers sudah kenal dengan klasifikasi, morfologi, dan perkembangbiakan tanaman ini?

Nama keladi diambil dari nama ilmiahnya yang disebut dengan caladium. Caladium termasuk ke dalam famili Araceae atau suku talas-talasan.

Meski sudah populer di kalangan masyarakat Indonesia, nyatanya tanaman ini bukan berasal dari Indonesia, lho. Nenek moyang dari tanaman ini diketahui berasal dari hutan Amazon serta kawasan Amerika Selatan seperti Brazil, Argentina, Peru, Kolombia, dan Venezuela yang beriklim tropis.

Sebagaimana yang dilansir dari buku Caladium: Pesona Sang Sayap Bidadari oleh Nuheti Yuliarti, walaupun asal-usulnya dari kawasan benua Amerika, budi daya tanaman hias keladi dilakukan di benua Eropa untuk pertama kalinya pada tahun 1700-an. Untuk Amerika sendiri baru mulai membudidayakan tanaman cantik ini pada awal abad ke-20.

Untuk lebih mengenal tentang tanaman keladi, bisa disimak penjelasan tentang klasifikasi, morfologi, dan perkembangbiakannya di bawah ini.

A. Klasifikasi Tanaman Keladi (Caladium)

Dalam klasifikasi atau sistematika tumbuhan, tanaman keladi masuk dalam suku talas-talasan karena bentuk daun, tangkai, dan bunganya. Tanaman ini juga berkerabat dekat dengan philodendron, aglaonema, alocasia, dan anthurium.

Secara lengkap kedudukan caladium dalam klasifikasi tanaman adalah sebagai berikut.

Kerajaan: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Liliopsida
Ordo: Alismatales
Genus: Caladium

B. Morfologi Tanaman Keladi (Caladium)

Tanaman keladi memiliki ciri utama dengan daun yang melebar berbentuk anak panah atau kuping gajah. Selain itu, daya tarik dari tanaman ini terletak pada corak dan keindahan warna daunnya.

Pada mulanya, ragam bentuk dan corak warna daun ini tidak semasif sekarang. Sejak pertama kali dikenal, tanaman keladi hanya memiliki dua warna sehingga disebut dengan caladium bicolor. Melalui persilangan selama ratusan tahun, barulah caladium dengan ragam coraknya muncul.

Berikut ini beberapa morfologi yang bisa kita pelajari dari tanaman hias keladi.

1. Bentuk daun

Bentuk daun tanaman keladi sangat beragam, tetapi secara umum dapat dikelompokkan menjadi 5 jenis yaitu:

  • Daun hati

Berbentuk mirip simbol hati dengan tangkai besar yang berujung di bagian tengah daun. Artinya, daun ini berbentuk daun ramping dengan ujung menyempit.

Telinga daun melebar dan membelah sampai ke tangkai. Untuk bagian tepinya, biasanya ada yang bergelombang bergantung dari jenis caladiumnya.

  • Daun Bulat

Daun jenis ini bentuknya mirip dengan daun hati, tetapi lembaran daunnya lebih membulat sesuai dengan namanya.

  • Daun Panjang

Bentuk daunnya ramping dengan ujung lancip. Telinga daunnya membelah di bagian tengah sampai ke tangkai daun. Bagian tepi daun ini umumnya bergelombang.

  • Daun Bambu

Bentuk daun jenis ini mirip dengan daun bambu, sempit memanjang dengan ujung runcing. Kemudian, telinga daun umumnya pendek.

  • Daun Ganda

Daun ganda memiliki bentuk yang unik dan berbeda dengan caladium lainnya. Untuk jenis ini, terdapat dua buah daun kembar yang bentuknya melengkung mirip mangkuk untuk satu tangkai daunnya.

Ukuran daun bagian bawah biasanya lebih kecil dibandingkan dengan ukuran daun di atasnya.

2. Warna Daun

Tanaman keladi memiliki warna dasar merah, kuning, hijau, putih, emas, kuning, atau ungu. Masing-masing warna tersebut terbagi lagi menjadi beberapa variasi yang berbeda-beda. Misalnya, merah tua, merah terang, merah pudar, atau merah pucat. Terkadang, ditemukan pula dua warna atau lebih dalam satu daun caladium.

Warna daun caladium yang masih muda juga berbeda dengan daun dewasanya, lho. Misalnya, Caladium Ace of Hearth yang berwarna merah di bagian tengahnya. Saat masih kecil, caladium tersebut masih berwarna hijau polos yang bertahan sekitar satu minggu.

Kemudian digantikan oleh warna merah perlahan muncul pada urat daun dan bagian tengah daun yang disertai bintik putih.

Jumlah bintik putih pada daun ini juga dapat dijadikan sebagai patokan umur dari keladi. Semakin banyak bintiknya maka semakin tua umurnya.

3. Corak Daun

Corak daun tanaman hias keladi berupa titik, bulat, garis, atau berbentuk tidak beraturan dengan ukuran dan jumlah yang bervariasi. Corak inilah yang biasanya menjadi daya tarik dari caladium.

C. Perkembangbiakan Tanaman Keladi (Caladium)

Mengutip dari buku Biologi Kelompok Pertanian yang ditulis oleh Deden Abdurahman, perkembangbiakan tanaman caladium termasuk dalam perkembangbiakan vegetatif (aseksual). Artinya, perkembangbiakan ini hanya melibatkan satu induk saja dengan individu baru yang berasal dari bagian tubuhnya sendiri. Tidak melalui pencampuran sifat dari induk lain.

Untuk caladium, tanaman ini berkembangbiak secara alami tanpa dibantu oleh tangan manusia. Sehingga menghasilkan keturunan yang memiliki sifat sama seperti induknya. Tepatnya melalui umbi batang seperti halnya tanaman kentang.

Perkembangbiakan dengan umbi batang maksudnya adalah batang dari tanaman yang tumbuh di bawah tanah. Batang tersebut digunakan sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan sehingga bentuknya membesar.

D. Harga Tanaman Keladi

Harga tanaman keladi bervariasi. Seperti dilihat di toko online seperti Tokopedia, harga tanaman keladi tergantung jenisnya. Harga tanaman keladi bercak spider dipatok Rp 35 ribu. Ada juga tanaman keladi wayang pink dijual Rp 75 ribu. Sementara harga tanaman keladi Amazon dipatok Rp 325 ribu.

Demikian penjelasan tentang klasifikasi, morfologi, dan perkembangbiakan tanaman keladi. Gimana detikers, sekarang sudah paham bukan?

Simak Video "Gerak Kementan Tingkatkan Ekspor Tanaman Hias"
[Gambas:Video 20detik]
(rah/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia