Apa Saja yang Menjadi Objek Pengamatan IPA? Siswa Perlu Tahu Nih

Olivia - detikEdu
Kamis, 16 Sep 2021 08:30 WIB
Tim ahli dari Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto mempelajari karakteristik semut yang meneror warga Banyumas. Tim ahli ini berasal dari Laboratorium Entomologi dan Parasitologi, Fakultas Biologi Unsoed.
Foto: Arbi Anugrah/detikcom
Jakarta - Pada dasarnya, objek pengamatan IPA adalah segala sesuatu yang bersifat nyata atau konkret yang ada di alam semesta.

Untuk melakukan pengamatan di bidang IPA, detikers bisa menjadikan makhluk hidup, benda langit, bahkan benda tak hidup, seperti mesin dan bahan kimia sebagai objek pengamatan, lho.

Objek pengamatan IPA seperti makhluk hidup, bisa kamu pelajari dalam cabang ilmu biologi, sedangkan objek pengamatan IPA benda-benda langit dapat dipelajari dalam cabang ilmu astronomi.

Selain itu, objek pengamatan IPA fenomena alam bisa dipelajari dalam cabang ilmu fisika dan objek pengamatan IPA terkait bahan kimia bisa dipelajari dalam cabang ilmu kimia.

Dari berbagai objek pengamatan IPA tersebut, detikers bisa memilih objek yang diminati dan mulai melakukan pengamatan atau penelitian, nih. Layaknya seorang ilmuwan, hal yang dibutuhkan untuk melakukan pengamatan adalah langkah-langkah metode ilmiah.

Metode Pengamatan IPA

Berdasarkan Modul 1 Objek IPA dan Pengamatannya yang diterbitkan oleh Direktorat Sekolah Menengah Pertama, terdapat enam langkah yang dilakukan dalam melakukan pengamatan IPA, yaitu

1. Melakukan observasi awal,

2. Mempertanyakan suatu masalah,

3. Membuat jawaban sementara (hipotesis),

4. Merancang dan melakukan percobaan,

5. Menganalisis hasil,

6. Menarik kesimpulan.

Dalam tahap observasi awal dan mempertanyakan suatu masalah, detikers perlu melibatkan panca indra dan melakukan pengukuran dengan alat ukur yang sesuai. Kemudian, berdasarkan hasil observasi, kamu akan membuat pernyataan sementara yang dianggap benar yang disebut sebagai hipotesis. Proses untuk membuat hipotesis ini disebut juga sebagai inferensi.

Langkah selanjutnya, kamu akan merancang dan melakukan percobaan. Jika hasilnya belum baik, lakukanlah perbaikan dan melakukan percobaan ulang. Lalu, lakukan analisis hasil dan menarik kesimpulan. Detikers bisa mengomunikasikan hasil pengamatan secara lisan maupun tulisan.

Nah, itu dia penjelasan mengenai objek pengamatan IPA beserta metode yang bisa dilakukan. Selamat mencoba!



Simak Video "Tak Ada Pemasukan, Pengelola Wisata Majalengka Jadi Pemulung"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia