Dua Spesies Jamur Punya Potensi Cegah COVID-19 di Masa Depan, Ini Penjelasannya

Novia Aisyah - detikEdu
Rabu, 25 Agu 2021 17:05 WIB
jamur
Foto: News Medical
Jakarta - Sebuah senyawa mirip steroid yang ditemukan pada dua jamur endemik Taiwan, disebut berpotensi menghambat reseptor sel inang untuk sindrom pernapasan akut parah akibat virus COVID-19. Senyawa ini juga disebut sebagai antcin.

Dikutip dari News Medical, penelitian tentang hal ini dilakukan pada jamur Antrodia cinnamomea dan Antrodia salmonea. Keduanya merupakan jamur endemik Taiwan yang punya banyak aktivitas farmakologis. Antrodia cinnamomea dan Antrodia salmonea disebut berpotensi mencegah infeksi dan perkembangan COVID-19 sebagai tanaman obat.

Efek ganda dari vaksin dan obat memang dibutuhkan dalam mengatasi pandemi COVID-19. Obat diperlukan untuk membantu mencegah dan memperlambat infeksi virus tersebut.

Penelitian tentang jamur Antrodia cinnamomea dan Antrodia salmonea baru-baru ini dilakukan oleh sekelompok ilmuwan dari National Chung Hsing University, Taiwan.

Para ilmuwan tersebut meneliti efek menghambat yang dilakukan senyawa antcin pada kedua jamur ini terhadap reseptor ACE2. Reseptor ACE2 adalah enzim pengubah angiotensin 2, yang merupakan reseptor permukaan sel inang yang digunakan virus COVID-19 untuk mulai menginfeksi.

Riset tersebut bertujuan menilai sifat 99% murni antcin-A, antcin-B, antcin-C, antcin-H, antcin I, dan antcin-M. Dari penelitian ini ditemukan, terkecuali antcin-M, semua antcin menunjukkan efek menghambat yang signifikan pada aktivitas ACE2.

Lebih detail, ditemukan penurunan kuat aktivitas ACE2 di dalam sel HT-29 ketika menggunakan antcin-A, antcin-B, antcin-C dan antcin-I. Hasil yang moderat juga ditemukan ketika sel diobati dengan antcin-H.

Seluruh antcin ini teruji menghambat ekspresi messenger RNA atau mRNA, baik ACE2 maupun TMPRSS2. Yang terakhir ini adalah protein permukaan sel endotel yang terlibat dalam masuknya virus dan penyebaran virus corona dalam sel HT-29.

Kemampuan menghambat ekspresi ACE2 dan TMPRSS2 tersebut menyiratkan strategi yang layak dalam pencegahan dan pengobatan COVID-19. Pasalnya, dari penelitian tersebut nampak keberhasilan dalam menghentikan salah satu segmen penting dalam proses penularan manusia ke manusia.

Para peneliti asal Taiwan ini menggarisbawahi bahwa semua temuan tersebut harus dilihat dengan ketat sebagai langkah awal. Sehingga, kini masih belum memungkinkan untuk mengklaim antcin sebagai obat COVID-19.

Walau begitu, penelitian pada kedua jamur ini menghasilkan sesuatu yang menjanjikan. Dan senyawa antcin tersebut mungkin menjadi tambahan penting dalam melawan COVID-19 di kemudian hari.



Simak Video "Geger Jamur Raksasa di Halaman Rumah Warga Cicalengka Bandung"
[Gambas:Video 20detik]
(nah/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia