Sosok Cornelis de Houtman yang Jadi Penyebab Indonesia Dijajah Belanda

Novia Aisyah - detikEdu
Senin, 16 Agu 2021 13:30 WIB
Kembalinya Ekspedisi ke Asia Jilid II dari Jacob van Neck (Lukisan Cornelis Vroom/Wikimedia Commons)
Foto: Kembalinya Ekspedisi ke Asia Jilid II dari Jacob van Neck (Lukisan Cornelis Vroom/Wikimedia Commons)/Sosok Cornelis de Houtman yang Jadi Penyebab Indonesia Dijajah Belanda
Jakarta -

Cornelis de Houtman berasal dari Belanda dan merupakan seorang penjelajah. Dikutip dari ensiklopedia Britannica, ia lahir pada tahun 1540 dan meninggal pada 1599 di Aceh. Ia merupakan sosok yang sering diperbincangkan dalam sejarah Indonesia.

Dirinya bersama saudara laki-lakinya, Frederik de Houtman, adalah penjelajah Belanda yang pertama kali tiba di Hindia Timur, atau kini dikenal sebagai Indonesia. Dulunya, wilayah Hindia Timur merupakan bagian dari monopoli Portugis.

Bagaimana perjalanan Cornelis de Houtman hingga sampai ke Indonesia?

Pada mulanya, Cornelis dan Frederik dikirim ke Lisbon pada 1695 sebagai perwakilan sembilan pedagang Belanda. Tapi, mereka dipenjara oleh Portugis karena mencoba mencuri rute rahasia menuju Hindia Timur.

Pada 1595, mereka dibebaskan dan kembali ke Amsterdam. Lalu, Cornelis ditunjuk sebagai pemimpin empat kapal dagang bernama Verre Company, dengan tujuan ekspedisi Cornelis de Houtman untuk melakukan perdagangan di Hindia Timur.

Bersaudara ini berangkat ke Hindia Timur pada 2 April 1595 dengan petunjuk navigasi dari Jan Huyghen van Linschoten. Mereka sampai di Hindia Timur, tepatnya di pelabuhan Banten.

Dalam buku 'IPS Jilid 5' karya tim New Teaching Resource, kedatangan ini tak disambut baik rakyat Banten karena sikap mereka yang kasar dan bengis. Walau begitu, Cornelis de Houtman dan yang lain kembali ke Banten dua tahun kemudian.

Pada kedatangan yang kedua, mereka disambut baik karena bersikap lembut dan ramah. Sekitar tahun 1596-1601, kapal dagang Belanda dari berbagai perusahaan masuk ke Indonesia untuk jual beli rempah-rempah. Persediaan rempah di Belanda berlimpah, namun harganya turun drastis.

Karena kekacauan tersebut, pada 1601, anggota parlemen Belanda Johan van Oldenbarnevelt mengusulkan penyatuan seluruh perusahaan dagang di bawah satu naungan. Kemudian lahir lah Verenigde Oost-Indische Compagnie (VOC) atau Perusahaan Dagang Hindia timur.

VOC didirikan pada 20 Maret 1602 dengan modal 6,5 juta gulden. Perusahaan dagang ini lalu memonopoli perdagangan rempah di Indonesia dengan hak jual beli dimonopoli VOC.

Petani tidak boleh melakukan jual beli dan harus menjual rempah hanya pada VOC dan dengan harga yang ditentukan VOC. Selain itu, semua kebutuhan petani juga harus dibeli dari VOC dengan harga dari mereka.

Hal itu sangat merugikan rakyat. Apalagi, kedatangan Belanda semakin lama tidak hanya untuk berdagang, melainkan juga menguasai wilayah Indonesia.

Akhir Hidup Cornelis de Houtman. Klik selanjutnya>>>



Simak Video "Singgah ke Tugu VOC, Peninggalan Belanda di Halmahera"
[Gambas:Video 20detik]

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia