Siapa Negara yang Pertama Kali Mengolah Bahan Serat Alam?

Anatasia Anjani - detikEdu
Kamis, 05 Agu 2021 19:47 WIB
Lilik (48), perajin serat alam sedang menyelesaikan karpet berbahan dasar serat alam di industri rumahan Jaya Craft miliknya di Desa Tanjungharjo, Nanggulan, Kulonprogo, Yogyakarta, Selasa (23/2/2021). Kerajinan serat alam ini sudah ada sejak tahun 90-an.
Foto: Pius Erlangga
Jakarta - Negara yang pertama kali mengolah bahan serat alam adalah China. Sebelum membahas ini lebih jauh apakah detikers mengetahui apa itu serat alam?

Serat adalah suatu jenis bahan yang terdiri dari potongan-potongan komponen yang memanjang utuh. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), serat adalah suatu material yang perbandingan panjang dan lebarnya sangat besar dan molekul penyusunnya terorientasi, terutama ke arah panjang.

Serat juga dapat digunakan sebagai bahan baku tekstil. Serat adalah komposisi utama untuk membuat bahan baku tekstil.

Serat nantinya akan mempengaruhi sifat benang atau kain yang dihasilkan, baik secara mekanik maupun kimia. Nantinya bahan baku ini akan digunakan sebagai bahan baku kerajinan tekstil.

Berikut adalah sejarah serat alam yang dikutip dari buku Prakarya Kelas VII Kemendikbudristek:

Sejarah Serat Alam

Bahan serat alam sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu sebelum masehi. Beberapa bukti sejarah mencatat bahwa bahan serat alam sudah digunakan sejak tahun 2.640 SM. Negara yang pertama kali mengolah bahan serat alam adalah China.

Sejak dahulu China sudah menghasilkan serat sutera. China sendiri sangat tertarik terhadap serat sutera yang dihasilkan dari ulat. Serat tersebut kemudian diolah menjadi benang untuk kebutuhan produk tekstil.

Selain mengolah serat sutera, bahan serat yang sering digunakan adalah serat kapas. Pada tahun 1.540 SM telah berdiri industri kapas di India.

Selain China dan India, bahan serat alam juga digunakan di Swiss pada tahun 10.000 SM dan serat wol mulai digunakan pada tahun 1.000 SM di Mesopotamia.

Selama ribuan tahun, bahan serat seperti flax, wol, sutera, dan kapas telah melayani kebutuhan manusia paling banyak sepanjang masa. Produksi bahan serat dari tahun ke tahun sendiri dapat dikatakan stabil. Namun presentase terhadap produksi serat tekstil makin menurun hal ini dikarenakan kenaikan produksi dari bahan serat buatan semakin tinggi.

Ketersediaan serat alam sendiri juga sangat terbatas. Dalam memproduksi bahan serat alam juga dibutuhkan iklim yang mendukung.

Kondisi iklim seperti musim kemarau maupun musim penghujan juga dapat mempengaruhi produksi bahan serat alam. Sifat bahan serat alam juga ada yang tahan akan iklim kemarau maupun kondisi penghujan. Meskipun bahan serat alam pada umumnya memiliki karakteristik yang sehat tetapi dari sisi jumlah, sifat, bentuk, dan ukurannya mengalami hambatan.

Jadi negara yang pertama kali mengolah bahan serat alam adalah China. Jangan sampai lupa ya detikers!





Simak Video "Rekonstruksi Aksi Koboi Kakek Tembaki Mobil Bos Tekstil di Solo"
[Gambas:Video 20detik]
(nwy/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia