Bangsa Apa yang Menemukan Kertas pada Masa 105 M? Ini Jawabannya

Rahma I Harbani - detikEdu
Minggu, 18 Jul 2021 11:10 WIB
Woman reading book and holding her coffee in home office.
Foto: Getty Images/iStockphoto/PrathanChorruangsak
Jakarta -

Kertas merupakan salah satu bahan yang kerap kali kita gunakan dalam kegiatan sehari-hari. Misalnya, untuk media tulis hingga saat ini pun kita juga mengenal paper bag (tas yang terbuat dari kertas). Lalu, tahukah kamu bangsa apa yang menemukan kertas pada 105 M yang lalu?

Jawabannya adalah bangsa China. Menurut buku Teknologi Informasi & Komunikasi dalam Pendidikan yang ditulis oleh Muhajir Affandi, kertas yang ditemukan bangsa China pada 105 M yang lalu adalah kertas yang kita kenal hingga sekarang. Kertas ini dibuat dari serat bambu yang dihaluskan, disaring, dicuci, kemudian diratakan, dan dikeringkan.

Penemuan kertas ini juga memungkinkan ditemukannya alat pencetak yang dibuat dengan menggunakan blok kayu. Blok kayu tersebut ditoreh dan dilumuri oleh tinta atau yang kita sebut dengan sistem cap pada masa kini.

Mengutip dari buki yang berjudul Mengenal Penemu Sains dan Penemunya karya Juwita Ratnasari, kertas ini ditemukan pada era kekuasaaan Kaisar Ho-Ti dari Dinasti Han. Menurut kronologi sejarah, mulanya pembuatan kertas dikembangkan oleh pegawai negeri di pengadilan kerajaan China yang bernama Ts'ai Lun pada tahun 105 M.

Ia juga dianggap sebagai penemu kertas karena proses pembuatan kertasnya tidak jauh berbeda dengan kertas saat ini meskipun tidak sempurna. Sebenarnya, bentuk awal kertas sudah ada di China sejak abad ke-2 SM, namun Ts'ai Lun telah berjasa dalam membuat standardisasi pembuatan kertas dengan menambahkan bahan-bahan baru yang penting ke dalam komposisinya.

Dilansir dari laman Indonesia Tiongkok Culture Centre, Ts'ai Lun membuat kertas dari kulit pohon, sisa-sisa rami, kain-kain, dan jaring ikan. Bahan utama yang dipilihnya adalah kulit kayu murbei. Bagian dalamnya direndam di air dan dipukul-pukul hingga seratnya lepas.

Bahan rami, kain bekas, dan jala ikan direndam pula bersama kulit kayu tersebut. Setelah menjadi bubur, bahan ini ditekan hingga tipis dan dijemur. Kemudian jadilah kertas yang kita kenal sekarang. Pada tahun 105 M, Ts'ai Lun memperlihatkan contoh kertas pada Kaisar Han Hedi. Atas penemuan tersebut Ts'ai Lun naik pangkat, mendapat gelar kebangsawanan dan menjadi cukong.

Hingga penggunaan kertas meluas di seluruh China pada abad ke-2. Semua itu terjadi dalam waktu singkat. Sebab dalam beberapa abad saja, China sudah sanggup mengekspor kertas ke negara-negara Asia, seperti Jepang dan Korea. Walaupun pada awalnya, China sempat merahasiakan cara pembuatan kertas dalam selang waktu yang cukup lama.

Pada tahun 751 M, pembuatan kertas mulai berkembang hingga ke negara-negara Asia Tengah. Sebab pada saat itu, beberapa tenaga ahli pembuatan kertas dari China tertawan oleh orang-orang Arab. Hal itu pula yang membuat kertas sudah mulai bisa diproduksi di Baghdad dan Samarkand dalam waktu singkat.

Teknik pembuatan kertas akhirnya menyebar ke seluruh negeri Arab. Hingga datanglah orang-orang Eropa yang mulai belajar teknik pembuatan kertas di abad ke-12. Setelah itu, pemakaian kertas mulai berkembang luas. Bahkan kertas semakin berkembang sesudah ditemukannya mesin cetak modern.

Berkat ditemukannya kertas inilah maka pembuatan buku menjadi berkembang sampai ke seluruh belahan dunia. Kertas pula akhirnya menggeser kedudukan kulit kambing sebagai media tulis-menulis di dunia Barat.

Nah, bagaimana detikers? Sudah paham dengan penemuan kertas pada masa 105 M yang lalu?



Simak Video "Aplikasi Guru Ngaji Meluncur di Gowa"
[Gambas:Video 20detik]
(nwy/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia