Pakar Gigi Unair Berikan Tips Menjaga Kesehatan Gigi Anak Sejak Dini

Fahri Zulfikar - detikEdu
Rabu, 16 Jun 2021 14:45 WIB
Sejumlah anak dan remaja di Tangerang antusias periksa kesehatan gigi di bulan puasa. Lewat kegiatan itu mereka diedukasi akan pentingnya merawat kesehatan gigi
Foto: Ari Saputra
Jakarta - Salah satu hal yang sering disepelekan dalam mendidik anak adalah mengajarkan kedisiplinan menyikat gigi. Padahal menyikat gigi sangat penting untuk kesehatan gigi dan mulut dalam jangka panjang.


Menurut Pakar Kesehatan Gigi Anak Universitas Airlangga (Unair), Mega Moeharyono Puteri drg., Ph.D., Sp.KGA(K), kesehatan gigi anak bahkan harus mulai dirawat sedari masih di dalam kandungan ibu.


"Sebelum kehamilan, calon ibu harus mempersiapkan kesehatan rongga mulutnya terlebih dahulu, seperti, membersihkan karang gigi dan menambal gigi yang berlubang. Kemudian, ketika hamil sebaiknya, calon ibu memenuhi kebutuhan kalsiumnya, misalnya, mengkonsumsi susu atau keju," jelas drg Mega dikutip dari laman resmi Unair (16/6).


Hal tersebut dikarenakan gigi susu anak mulai terbentuk pada trimester ketiga kehamilan. Sementara itu, gigi dewasa akan mulai terbentuk saat anak menginjak usia 3 bulan setelah lahir.


Namun drg Mega juga memaparkan tentang bahaya radang pada gusi ibu hamil. Menurutnya apabila tidak membersihkan sisa makanan pada rongga mulut, akan mengakibatkan timbulnya penumpukan makanan.


"Radang pada gusi menjadi media pertumbuhan bakteri, sehingga menimbulkan infeksi. Infeksi tersebut dapat memengaruhi pertumbuhan janin. Salah satunya, menyebabkan berat badan bayi saat lahir rendah," paparnya.


Tips Menjaga Kesehatan Gigi Anak

Untuk menjaga kesehatan gigi anak sejak dini, Pakar Kesehatan Gigi Anak Unair memberi tips, di antaranya:


1. Bila anak telah lahir, biasakan rongga mulut anak dalam keadaan bersih sejak bayi

2. Setiap selesai minum ASI, sebaiknya rongga mulut anak dibersihkan menggunakan waslap atau kasa steril yang dibasahi air matang hangat

3. Bila gigi susu telah tumbuh, baru dapat dibersihkan menggunakan sikat gigi

4. Untuk anak 1-2 tahun bisa menggunakan sikat gigi silikon dengan pasta gigi tanpa fluoride seukuran butir padi

5. Untuk anak usia 2 tahun ke atas dapat menggunakan sikat gigi anak dengan pasta gigi berfluoride seukuran kacang polong.


Drg Mega juga menjelaskan bahwa penggunaan pasta gigi tanpa fluoride bertujuan untuk menghindari fluoride tertelan pada saat anak berkumur. Sementara tentang pemilihan jenis sikat gigi juga perlu diperhatikan menurutnya.

"Dalam memilih sikat gigi anak, hendaknya dipilih bulu sikat lembut dan memiliki panjang kepala sikat seukuran 2 gigi seri atas depan anak," pesannya.

Selain kebiasaan membersihkan gigi dan mulut dengan pasta gigi, drg Mega juga menerangkan bahwa anak harus dibiasakan makan makanan mengandung serat, mengurangi makan makanan manis, dan lengket. Anak juga dibiasakan untuk meminum air mineral setelah makan, dengan tujuan membersihkan sisa makanan yang menempel pada gigi dan gusi.

Namun, perlu diperhatikan kembali soal makanan karena anak-anak rentan terkena gigi berlubang bila tidak membersihkan rongga mulut. Gigi berlubang akan menimbulkan rasa sakit sehingga mengganggu nafsu makan anak. Bila anak susah makan, maka nutrisi yang masuk ke dalam tubuh berkurang.


"Gigi susu berlubang juga mempengaruhi susunan gigi, sebab, fungsi gigi salah satunya adalah menjaga tempat bagi gigi dewasa penggantinya. Selain itu, gigi berlubang dapat mempengaruhi pelafalan beberapa huruf. Misalnya, seperti huruf T, yang memerlukan keberadaan gigi depan" terangnya.


Anak juga harus diajak menggosok gigi bersama sejak dini untuk membangun suasana menyenangkan, sehingga anak terbiasa membersihkan giginya.


Terakhir, dosen Fakultas Kedokteran Gigi Unair menyampaikan bahwa orang tua sebaiknya membawa anak setiap 6 bulan sekali ke dokter gigi untuk mendeteksi sedini mungkin jika ada masalah yang ada di rongga mulut.



Simak Video "Tok! Eks Pejabat Kemenkes Divonis 2 Tahun Bui atas Kasus Korupsi Alkes"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia