Bagaimana Cara Jitu Memberi Pendidikan Seks ke Anak? Ini Kata Pakar Unair

Anatasia Anjani - detikEdu
Rabu, 21 Jul 2021 18:51 WIB
Mother helping daughter with homework
Bagaimana memberi pendidikan seks pada anak (Foto: Getty Images/damircudic)
Jakarta - Pendidikan seksual untuk anak merupakan hal yang penting. Hanya saja banyak orang tua dengan sengaja memilih melupakan karena membicarakan seks masih dianggap tabu.

Menurut pakar psikologi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Primatia Yogi Wulandari menentukan kapan waktu tepat untuk mengajarkan pendidikan seksual ke anak terdapat 5 hal yang harus diperhatikan.

Pertama adalah pertanyaan seputar kehamilan atau kelahiran, pertemanan dengan lawan jenis, bersosialisasi dengan lingkungan di luar keluarga inti, akses informasi yang luas, dan saat membersihkan diri saat buang air.

"Perlu diingat, masalah perilaku seksual hanya bagian dari pendidikan seksualitas. Dapat diajarkan bahwa, lelaki dan wanita memiliki organ tubuh berbeda, jagalah kebersihan diri, termasuk alat kelamin, interaksi dengan lawan jenis, dan peran sebagai laki-laki dan perempuan," ujar dosen yang akrab disapa Mima dalam keterangan tertulis yang diterima detikEdu, Rabu (21/7/2021).

Menurut Mima pendidikan seksual harus dilakukan secara terus menerus dan dilakukan secara optimal. Mima menjelaskan terdapat aspek materi dan strategi yang digunakan dalam mengajarkan pendidikan seksual. Berikut penjelasannya:

1. Gunakan Bahasa Sederhana

Hal pertama yang harus diperhatikan adalah anak belum dapat berpikir rumit. Jadi gunakan bahasa yang mudah dimengerti dalam mengajarkan pendidikan seksual kepada anak. Jangan menggunakan kata ganti untuk mengganti kata alat kelamin.

Orang tua juga tidak diperkenankan menggunakan ekspresi muka jijik dan malu saat menjelaskan alat kelamin. Hal ini bertujuan agar anak memperlakukan alat kelamin secara khusus karena bersifat privat dan intim.

2. Perhatikan Usia Anak

Memperhatikan usia anak adalah hal yang tak boleh dilupakan karena dapat menyesuaikan informasi yang diberikan.

"Pada anak-anak usia dini, sebaiknya informasi yang diberikan tidak mendetail. Misalnya, ketika menjelaskan proses kehamilan. Dapat dijelaskan bahwa ayah memiliki sperma yang akan membuahi sel telur ibu," jelas Mima.

3. Pilih Metode yang Sesuai dengan Ketertarikan Anak

Orang tua dapat mengajarkan pendidikan seksual kepada anak dengan menggunakan cerita. Menurut Mima hal ini dapat membantu anak lebih memahami materi dan mudah diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

"Beberapa hal yang dapat dilakukan adalah, orang tua bersikap terbuka dan memberi respon positif pada anak saat anak bertanya seputar pendidikan seksualitas. Memperkuat ikatan emosi antara anak dan orang tua, sehingga anak dapat berdiskusi tanpa rasa malu" ujar Mima.

Kemudian, orang tua dapat membahas masalah seksualitas dari berbagai aspek perkembangan, seperti perkembangan kognitif, fisik, dan juga sosioemosional.

Adapun Mima juga berpendapat agar pendidikan seksual pada anak juga diajarkan di sekolah. Hal tersebut dilakukan dengan memasukkan pendidikan seksual ke kurikulum, mengundang narasumber yang bergerak di bidang pendidikan seksual untuk anak maupun orang tua, program bimbingan konseling, menyediakan sumber informasi yang terpercaya bagi anak.

"Tidak hanya bersifat jemput bola, tapi dapat menggunakan strategi tertentu mengenai pendidikan seksual misalnya dengan memfasilitasi adanya kotak dimana anak dapat memasukkan pertanyaan tentang hal-hal yang ingin mereka ketahui tentang seksualitas, untuk kemudian ditindaklanjuti dengan penjelasan di kelas," ujar Mima.



Simak Video "Pentingnya Pendidikan Seksual Sejak Dini untuk Cegah Pelecehan"
[Gambas:Video 20detik]
(pal/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia