Apa Itu Jalur Sutra Baru yang Diperebutkan China dan Amerika Serikat?

Trisna Wulandari - detikEdu
Rabu, 21 Jul 2021 09:17 WIB
Pertumbuhan ekonomi China melambat pada kuartal II 2021. Biro Statistik Nasional mencatat pertumbuhan produk domestik bruto China pada periode April hingga Juni sebesar 7,9 persen.
Apa itu jalur sutra baru? Foto: AP Photo
Jakarta - Jalur Sutra merupakan istilah untuk menyebut suatu jalur perdagangan yang sangat sibuk karena menjadi titik persilangan perdagangan antar berbagai negara di dunia.

Ahli kajian stratejik dan global UI Moch. Faisal Karim, PhD mengatakan, menjelaskan, Jalur Sutra atau Silk Road ada sejak 200 tahun Sebelum Masehi saat Dinasti Han berjaya.

Jalur tersebut selalu dilewati para pedagang dari seluruh dunia yang membawa barang sutera keliling ke daratan Cina dan kemudian meluas menjadi beberapa negara di luar Cina.

Sementara Jalur Sutra Baru adalah jalur perdagangan sekaligus titik persilangan perdagangan antar berbagai negara di dunia yang mencakup aspek daratan dan lautan.

"Jalur Sutra Baru Cina mencakup dua aspek, yaitu New Silk Road Economic Bel (daratan) dan Century Maritime Silk Road (lautan)," kata Faisal dalam webinar "Jalur Sutra Baru: Mencermati Kebangkitan Cina dan Reaksi Amerika Serikat", Sabtu (17/7/2021).

Dosen UI ini menjelaskan, perebutan Jalur Sutra Baru antara Amerika Serikat dan Cina berawal dari perkembangan kedua negara tersebut pada awal abad ke-20.

Pada abad tersebut, Amerika Serikat mengalami keruntuhan industri baja, mobil, ban, tekstil, alat-alat rumah tangga, elektronik, dan perabot rumah tangga.

Di sisi lain, lanjutnya, China justru mengalami perkembangan pesat sebagai salah satu raksasa manufaktur dunia. Kebangkitan China tersebut membuat Amerika Serikat menjadi pasar terbesar produk-produk China.

Faisal menjelaskan, kebangkitan China menyebabkan timbulnya kompetisi atau persaingan perdagangan di antara China dan Amerika Serikat dalam memperebutkan "Jalur Sutra" dunia.

Sebab, Jalur Sutra adalah salah satu potensi bidang ekonomi yang tidak boleh dilewatkan oleh negara adikuasa.

Ia menambahkan, China saat ini telah membentuk Jalur Sutra Baru dengan menggandeng negara-negara Asia dan Afrika melalui mekanisme kerjasama infrastruktur. Upaya ini dapat dilakukan China karena memiliki basis manufaktur yang kuat dan volume produksi yang besar.

Faisal mengatakan, kebangkitan China lewat Jalur Sutra Baru adalah kebijakan luar negeri negara 'middle power' berkekuatan militer dan ekonomi tersebut yang mampu mengancam dominasi Amerika Serikat di tatanan internasional.

Meskipun, lanjutnya, dalam konstelasi politik internasional, posisi Amerika Serikat saat ini masih berada di atas Cina.

"Namun dengan kondisi ekonomi Cina yang terus membaik dan berkembang, tentu ini secara militer dan ekonomi akan membawa posisi yang tidak bagus bagi Amerika Serikat dan sekutunya," ujarnya.

Menurut Faisal, Indonesia perlu waspada karena akan menerima dampak ekonomi dari perebutan Jalur Sutra Baru antara China dan Amerika Serikat tersebut.

"Dinamika antar kedua negara ini yang harus kita waspadai karena akan membawa dampak ekonomi yang besar bagi negara-negara berkembang seperti Indonesia," kata Faisal.

Gimana detikers, sudah tahu ya apa itu Jalur Sutra Baru?



Simak Video "China Murka Taiwan Latihan Militer Sama AS: Mereka Khianati Tanah Air!"
[Gambas:Video 20detik]
(pal/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia