8 Tarian Daerah Jawa Tengah yang Perlu Siswa Ketahui

Lus - detikEdu
Senin, 19 Jul 2021 16:10 WIB
Tari gambyong Dewan Kesenian Klaten tahun 2019 lalu.
Foto: Achmad Syauqi/detikcom
Jakarta - Perkembangan seni tari jauh lebih baik dibandingkan dengan zaman sebelumnya. Semenjak Indonesia merdeka ada banyak jenis tari yang difungsikan kembali, seperti di tarian daerah Jawa Tengah.

Dikutip dalam buku "Mengenal Seni Tari Indonesia" oleh Muryanto, S.Pd beberapa fungsi tarian adalah untuk upacara adat tetap lestari di daerah, tarian sebagai media upacara keagamaan tetap berkembang di Bali hingga tarian sebagai hiburan memegang peranan cukup besar untuk disajikan pada masyarakat guna melepas lelah.

Di daerah Jawa Tengah ada beberapa tarian yang populer, apa saja?

1. Tari Gambyong

Tari Gambyong adalah tarian asal Jawa Tengah yang merupakan perkembangan Tari Tayub. Gambyong berasal dari nama penari Tari Tayub yang diundang Sri Sunan Pakubuwana untuk menciptakan tari penyambut tamu.

Tari Gambyong sering digunakan sebagai penyambut tamu dan sebagai hiburan. Tarian ini menggambarkan kegembiraan. Selain itu, tarian tradisional ini juga digunakan sebagai sarana ritual upacara pertanian untuk kesuburan padi.

2. Tari Beksan Wireng


Tari Beksan Wireng berasal dari Jawa Tengah tepatnya Kasunanan Surakarta atau sekarang lebih dikenal dengan Kota Solo. Tarian ini berasal dari kata beksan yang berarti tari dan wiring yang berasal dari gabungan kata wira (perwira) dan aeng (prajurit yang unggul).

3. Tari Gambir Anom

Tarian daerah Jawa Tengah selanjutnya adalah tari Gambir Anom. Tarian ini berasal dari Surakarta. Menurut sejarahnya, tarian ini menjadi salah satu tarian tradisional yang sering ditampilkan di Keraton dengan tujuan menyambut tamu agung.

Beberapa gerakannya menggambarkan tentang sosok tokoh pewayangan yang bernama Irawan Putra Arjuna yang dirinya jatuh cinta kepada seorang wanita. Sehingga awalnya tarian ini dibawakan oleh laki-laki namun kini tariannya dibawakan oleh wanita.

4. Tari Prawiroguno

Tarian ini menggambarkan situasi kondisi peperangan di masa penjajahan. Gerakan tarian daerah Jawa Tengah yang dinamis dengan pakaian layaknya sedang dalam perang karena dilengkapi dengan properti tameng atau tombak.

5. Tari Srimpi

Tari srimpi adalah tari Jawa klasik yang memiliki nuansa kerajaan. Hanya ditampilkan dalam waktu tertentu. Karena tari Srimpii awalnya hanya ditampilkan di depan raja serta kerabat kerajaan.

Tarian ini sudah ditemukan sejak zaman kerajaan Mataram. Tarian ini berfungsi sebagai tari pengiring pada upacara kerajaan. Sifat religius tari ini berkenaan dengan tugasnya sebagai pembawa benda-benda keramat milik kerajaan.

6. Tari Jathilan

Tarian Jawa Tengah berikutnya yakni tari Jathilan. Tari ini berfungsi sebagai tontonan. Gerakan tarian ini meniru gerakan kijang.

7. Tari Bedaya

Tari Bedaya berasal dari keraton. Tarian daerah Jawa Tengah ini dibawakan oleh 9 orang penari putri yang diibaratkan sebagai bidadari yang sedang menari.

8. Tarian Gandrung

Tarian Gandrung, tarian ini sangat populer dan dimainkan berpasangan, yang melambangkan kerukunan. Penari pria mengenakan busana yang melambangkan ksatria seperti Gatot Kaca.

Itulah beberapa tarian daerah Jawa Tengah. Para siswa perlu mengetahui karena ini masuk ke dalam pelajaran kesenian lho.



Simak Video "Belajar Tari Tradisional di Ubud Bali"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/pay)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia