Dokter RSA UGM: Cegah Penularan COVID-19 dengan Penggunaan Masker yang Tepat

Lusiana Mustinda - detikEdu
Jumat, 02 Jul 2021 10:00 WIB
Keluarga mengenakan masker kesehatan.
Foto: Shutterstock
Jakarta - Daftar nama baru varian virus Corona seperti Kappa dan Delta menjadi salah satu penyebab penularan virus COVID-19 yang makin meluas. Pemerintahpun tak henti mengingatkan agar masyarakat patuh dalam menjalankan protokol kesehatan, termasuk menggunakan masker.

Ketua Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada (RSA UGM), dr. Titien Budhiaty, M.Sc., Sp.PK., menyampaikan memakai masker menjadi hal wajib yang harus diterapkan di tengah pandemi Covid-19. Cara ini jadi salah satu yang penting dalam mencegah penyebaran COVID-19 di masyarakat.

"Poin yang perlu diingat adalah gunakan masker dengan tepat dan benar serta diikuti perilaku memakai masker yang benar untuk mencegah COVID-19," ujarnya.

Dikutip dalam laman UGM, masker yang disarankan bagi masyarakat adalah masker bedah atau medis. Sementara pakai masker kain tidak lagi direkomendasikan karena masker kain kurang memberikan perlindungan untuk cegah virus COVID-19.

Adapun masker yang disarankan bagi masyakat adalah masker bedah atau medis. "Masker yang dianjurkan adalah masker medis atau bedah 3 lapis untuk penggunaan sehari-hari saat beraktivitas di luar rumah," ujar dokter spesialis patologi klinik ini.

dr. Titien Budhiaty juga mengatakan bahwa saat ini Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) AS menganjurkan untuk menggunakan dobel masker yaitu masker bedah atau medis dan kain bagi masyarakat dunia untuk memberikan perlindungan terhadap infeksi COVID-19.

"Dobel masker ini sebenarnya penekanannya lebih kepada bagaimana masker benar-benar melindungi saluran pernafasan karena penularan utama Covid-19 lewat saluran nafas," jelas Titien.

Penggunaan dua masker yaitu masker bedah di dalam dan masker kain di luar. Penelitian terdahulu disebutkan dapat memberikan perlindungan yang lebih besar. Karea jika hanya dengan masker medis biasanya masih menyisakan celah di bagian atas hidung dan pipi. Saat masker longgar berisiko menjadi jalan masuk virus dengan celah ini.

Sedangkan masker kain lebih pas di wajah dan dapat diatur kekencangannya. Karena penggunaan masker doble dapat memberikan perlindungan yang labih baik.

"Sebenarnya satu masker bedah cukup dengan mengikat atau membuat simpul di ujung kiri kanan masker sehingga menutup celah bagian samping. Mau single atau dobel, syaratnya tetap harus pakai masker bedah utamanya," paparnya.

Sebelum memakai masker pastikan tangan sudah dicuci dengan air sabun dan air mengalir atau handsanitizer. Lalu pasang masker masker menutupi mulut, hidung dan dagu. Tekan bagian atas masker hingga bagian samping terasa longgar hingga tertutup sementara.

Dan hindari menyentuh masker ketika saat digunakan karena jika tersentuh tangan dengan sabun (handsaniteizer). Ganti masker setelah 4 jam jika terasa basah atau lembab. Lepas masker melalui bagian tali, gunting dan segera buang ke tempat sampah.

Titin mengatakan memakai masker merupakan salah satu cara mencegah penyebaran COVID-19. Karenanya ia juga menghimbau agar masyarakat tetap disimplin dan menerapkan menjaga jarak, menghindari kerumunan, membatasi mobilitas, mencuci tangan serta menyukseskan program vaksinasi COVID-19.

"Segera cuci tangan dan mandi setelah beraktivitas di luar rumah," pungkasnya.



Simak Video "Yuk Sama-sama Pakai Masker Dobel, Risiko Penularan Turun Sampai 95%!"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/row)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia