Museum Manusia Purba di Indonesia, Ini 5 Faktanya!

Anatasia Anjani - detikEdu
Senin, 10 Mei 2021 09:17 WIB
Kepala Balai Pelestarian Situs Manusia Purba, Sukronedi di Sangiran
Balai Pelestarian Situs Manusia Purba, Sangiran (Foto: MuchusBR/Detikcom)
Jakarta - Indonesia memiliki beberapa catatan penting mengenai penemuan manusia purba. Sebaran penemuan fosil manusia purba di Indonesia sendiri itu pun juga dilengkapi dengan alat-alat seperti kapak perimbas, beliung persegi, hingga menhir di tempat yang sama.

Manusia purba sendiri sudah ada sejak zaman Pleistosen dan berevolusi sesuai dengan keadaan alam dan kebutuhan manusia. Tahukah detikers kalau ada museum manusia purba di Indonesia? Sebelum berkunjung ke sana, berikut adalah fakta-fakta tentang museum manusia purba di Indonesia yang dikutip dari situs Kemendikbud Ristek:

1. Bernama Situs Sangiran

Manusia purba di Indonesia ditemukan di situs Sangiran. Situs ini terletak di di dua wilayah kabupaten yang ada di Provinsi Jawa Tengah, yaitu Kabupaten Sragen dan Kabupaten Karanganyar, dengan luas 59,21 kilometer persegi. Situs ini dikelola Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran.

2. Memiliki 5 Klaster Museum

Museum Sangiran dibagi menjadi 5 klaster. Klaster pertama adalah Klaster Krikilan yang berfungsi sebagai tempat kunjungan yang memberikan informasi secara lengkap mengenai situs Sangiran. Lalu ada Klaster Dayu, Klaster Bukuran, Klaster Ngebung, dan Museum Manyarejo. Museum Sangiran adalah wisata edukasi manusia purba di Indonesia yang harganya sangat ramah untuk pengunjung.

3. Sudah Diakui Unesco

Situs Sangiran tak hanya menjadi kekayaan Indonesia. Situs ini telah diakui oleh Unesco karena menyumbangkan pengetahuan penting mengenai bukti-bukti evolusi (perubahan fisik) manusia, evolusi fauna, kebudayaan, dan lingkungan, yang terjadi sejak dua juta tahun yang lalu. Unesco menetapkan Situs Sangiran sebagai warisan budaya dunia.

4. Ditemukan oleh Peneliti Belanda

Situs manusia purba Sangiran ditemui oleh ilmuwan Belanda bernama Von Koenigswald pada tahun 1934. Von Koenigswald menemukan alat-alat batu hasil budaya manusia purba dalam Situs Sangiran. Lalu pada tahun 1936 ditemukanlah fosil manusia purba di Sangiran. Sejak tahun itu temuan mengenai kehidupan purba terus menerus ditemukan.

5. Tidak Hanya Ada Fosil Manusia Purba

Jika detikers mengira di Sangiran hanya ada fosil manusia purba, maka detikers salah. Karena di tempat ini juga ditemukan alat-alat batu hasil budaya manusia purba serta lapisan tanah purba yang dapat menunjukkan perubahan lingkungan alam sejak dua juta tahun lalu sampai sekarang tanpa terputus.

Itu tadi adalah fakta mengenai situs Sangiran yang merupakan situs manusia purba di Indonesia. Apakah detikers sudah pernah mengunjunginya?



Simak Video "Otak Manusia Purba Tahun 79 Masehi Kondisi Baik Ditemukan"
[Gambas:Video 20detik]
(pal/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia