WALHI Tolak Limbah Nuklir Jepang Dibuang ke Laut, Ini Alasannya

Rahma Indina Harbani - detikEdu
Rabu, 05 Mei 2021 14:59 WIB
Peserta aksi memajang spanduk Tolak Pembuangan Limbah Nuklir Fukushima di Laut di Kawasan Patung Kuda, Jakarta, Senin (3/5/2021). Pembuangan limbah nuklir berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan laut.
WALHI Tolak Limbah Nuklir Jepang Dibuang ke Laut, Ini Alasannya (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta - Rencana Jepang yang akan membuang limbah nuklir ke laut lepas menuai banyak pertentangan dari banyak pihak. Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) juga menolak keras rencana Jepang tersebut.

Manajer Kampanye Energi dan Perkotaan Eksekutif Nasional WALHI, Dwi Sawung mengkhawatirkan efek jangka panjang yang ditimbulkan dari pembuangan limbah nuklir yang mengandung zat radioaktif. Seperti potensi zat radioaktif yang akan memengaruhi rantai makanan kehidupan laut dan sekitarnya.

"Karena kita (WALHI) juga belum tahu, nanti efek jangka panjangnya seperti apa di dalam siklus rantai makanannya. Itu yang dikhawatirkan," terang Dwi Sawung kepada detikEdu, Selasa (4/5/2021), dan ditulis Rabu (5/5/2021).

Jika limbah nuklir Jepang yang dibuang masih menyisakan zat radioaktif dalam level yang berbahaya, dampak yang ditimbulkan bisa beruntun dimulai dari hewan bahkan hingga ke manusia.

Misalnya ikan-ikan di laut yang terkontaminasi, menelan kandungan zat radioaktif tersebut. Kemudian, nelayan menangkap ikan-ikan yang terkontaminasi dan kemungkinan terburuknya ikan-ikan tersebut dikonsumsi oleh masyarakat sekitar.

"Nanti juga di sana (laut yang terkontaminasi) 'kan banyak satwa atau hewan laut yang kemudian banyak nelayan yang mengambil dari sana (laut laut yang terkontaminasi). Kemudian masuk ke dalam rantai makanan juga sih sebetulnya," kata Dwi.

Lebih lanjut, Dwi pun menambahkan dampak langsung yang diterima manusia jika melakukan kontak dengan kandungan zat radioaktif tersebut.

Utamanya zat radioaktif berbahaya akan menyerang kelenjar endokrin yang akan mengganggu sistem kekebalan tubuh serta kekacauan fungsi hormon. Dampak paling parahnya dapat menyebabkan kanker pada kelenjar endokrin.

"(Kerja kelenjar endokrin) terganggu biasanya. Yang paling parah (dampaknya) terkena kanker di kelenjar endokrin," tutur Dwi.

Tindakan Jepang yang akan membuang 1 juta lebih ton ke laut lepas pun mendapat penolakan dari negara tetangganya seperti, Cina dan Korea.

Sebab diketahui limbah nuklir Jepang yang akan dibuang ke laut tersebut berasal dari pembangkit nuklir (PLTN) Fukushima yang rusak.



Simak Video "Negara Tetangga Tolak Rencana Air Limbah Fukusima Dibuang ke Laut"
[Gambas:Video 20detik]
(erd/erd)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia