Tingkatkan Mutu Riset, Sejumlah Akademisi Dirikan Asosiasi Peneliti

Tim detikcom - detikEdu
Jumat, 23 Apr 2021 21:00 WIB
Asosiasi Peneliti ARCHIE
Asosiasi Peneliti ARCHIE Foto: dok. Archie
Jakarta - Sebanyak 150 dosen dari berbagai perguruan tinggi dan praktisi mendirikan Asosiasi Peneliti Lintas Disiplin yang dinamakan ARCHIE (The Association of Researcher in Communication, Humanities, Information System and Engineering).

ARCHIE didirikan sehubungan dengan kebutuhan akademisi juga para peneliti untuk berafiliasi dengan komunitas internasional. Peluncuran asosiasi peneliti ini digelar dalam webinar yang bertajuk "Aplikasi Riset dalam Dunia Komunikasi, Humaniora dan Teknologi" pada Kamis (22/4/2021).

Direktur Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi Bappenas, Tatang Muttaqin, pengajar Universitas Pertahanan Rando Tungga Dewa, dan Arif Budi Wurianto dari UMM didapuk jadi pembicara dalam webinar tersebut

"ARCHIE bertujuan untuk membuka ruang diskusi tentang penerapan riset-riset multidisiplin dan interdisiplin di sektor publik maupun privat. Nantinya hasil riset bisa dimanfaatkan oleh publik," kata pendiri Archie, Ulani Yunus melalui keterangan pers yang diterima detikEdu Kamis (22/4/2021).

Sementara Tatang menyatakan harapannya agar kehadiran ARCHIE bisa berkontribusi baik secara privat, sosial maupun global. Dia pun mengharapkan agar hasil-hasil penelitian dapat mendorong kesejahteraan dan dapat meningkatkan level Indonesia dalam Global Competitiveness Index 4.0 dan Global Innovation Index.

"Lebih penting lagi adalah publikasi hasil riset dengan berbagai cara. Ilmiah maupun populer sehingga berbagai publik bisa memanfaatkannya," ujar Tatang.

Adapun peneliti dari Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR, Lestari Nurhajati mengungkapkan peluang kerjasama penelitian dengan berbagai negara memang terbuka lebar.

"Sehingga menjadi penting adanya jaringan kerjasama antar peneliti, antar bidang keilmuan. Jaringan ini dilakukan dengan semangat kolaborasi ke depan" ujar Lestari yang juga anggota pengurus ARCHIE.

Lestari pun memastikan asosiasi dapat menjadi media untuk para peneliti, akademisi dan praktisi bidang komunikasi, humaniora, informatika, dan teknologi dari Indonesia dan mancanegara bertukar pikiran, berkolaborasi menghasilkan karya-karya yang bermanfaat bagi masyarakat di seluruh dunia.

ARCHIE telah menetapkan visinya untuk 15 tahun ke depan yakni: pertama, meningkatkan profesionalisme peneliti yang beretika; Kedua, menegakkan kode etik dan perilaku peneliti selanjutnya disebut Kode Etik dan Perilaku peneliti (KEPP) terkait dengan tugas-tugas penelitian, pengembangan dan pengkajian.

Ketiga, memberikan dukungan pada penegakan hak asasi manusia (HAM) bagi peneliti terkait dengan tugas-tugas penelitian, pengembangan dan pengkajian; Keempat, memperjuangkan hak intelektual peneliti dan kesejahteraan peneliti; Kelima, memberikan akses fasilitas kepada peneliti.

Keenam, membangun sinergi antara peneliti lembaga penelitian Kementerian, Lembaga Non Kementerian, Pemerintah pusat, dan kabupaten/kota; Perguruan Tinggi, pihak swasta dan lembaga internasional untuk menghasilkan iptek yang berguna bagi kemanusiaan. (pal/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia