Kisah 25 Nabi

Kisah Nabi Zakaria AS, Dikaruniai Putra di Usia Senja

Kristina - detikEdu
Sabtu, 24 Apr 2021 03:30 WIB
Kisah nabi
Foto: Ilustrasi: Mindra Purnomo/Kisah Nabi Zakaria AS, Dikaruniai Putra di Usia Senja
Jakarta - Kisah Nabi Zakaria AS mengingatkan pada kita semua atas besarnya kuasa Allah SWT. Tidak ada yang tidak mungkin, jika Dia telah berkehendak maka semua akan terwujud.

Nabi Zakaria AS adalah nabi yang diutus kepada kaum Bani Israil. Menurut Ibnu Katsir dalam bukunya yang bertajuk Kisah Para Nabi, nabi-nabi yang lahir dari kaum Bani Israil di antaranya Yusuf AS, Musa AS, Harun AS, Ilyas AS, Ilyasa AS, Daud AS, Sulaiman AS, Yahya AS, Zakaria AS, dan Isa AS.

Kisah Nabi Zakaria AS diceritakan dalam Q.S Maryam, Q.S Ali 'Imran, dan Q.S Al-Anbiya.

Nabi Zakaria AS terkenal dengan kelembutan dan kepasrahannya dalam berdoa kepada Allah SWT. Sebagaimana firman-Nya dalam Q.S Maryam ayat 2-3:

ذِكْرُ رَحْمَتِ رَبِّكَ عَبْدَهُۥ زَكَرِيَّآ (2) إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُۥ نِدَآءً خَفِيًّا (3)

Artinya: "(Yang dibacakan ini adalah) penjelasan tentang rahmat Tuhan kamu kepada hamba-Nya, Zakaria, yaitu tatkala ia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut."

Diceritakan pada saat itu Nabi Zakaria AS dan istrinya sudah tua dan tidak memiliki keturunan. Sebagai seorang nabi, ia khawatir siapa yang akan menjadi penerusnya kelak dalam berdakwah ketika dirinya sudah tiada.

Nabi Zakaria AS pun selalu berdoa kepada Allah SWT agar dikaruniai keturunan sebagaimana dalam kisah Nabi Ibrahim AS untuk dikaruniai putra dari istri pertama, Siti Sarah.

Doa yang dipanjatkan Nabi Zakaria AS penuh dengan kesabaran. Ia memohon untuk diberi keturunan yang shaleh dan kelak bisa menggantikannya dalam mengajak kaumnya untuk terus menyembah Allah SWT.

"Ia berkata "Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau, ya Tuhanku." (Q.S Maryam: 4).

"Dan sesungguhnya aku khawatir terhadap mawaliku sepeninggalku, sedang istriku adalah seorang yang mandul, maka anugerahilah aku dari sisi Engkau seorang putera," (Q.S Maryam: 5).

"Yang akan mewarisi aku dan mewarisi sebahagian keluarga Ya'qub; dan jadikanlah ia, ya Tuhanku, seorang yang diridhai." (Q.S Maryam: 6).

Doa yang dipanjatkan nabi Zakaria AS juga diceritakan dalam Q.S Ali 'Imran sebagai berikut:

"Di sanalah Zakariya mendoa kepada Tuhannya seraya berkata: "Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa." (Q.S Ali 'Imran: 38).

Hingga tiba waktunya Allah SWT memberikan jawaban atas doa-doa yang dipanjatkan oleh Nabi Zakaria AS. Inilah mukjizat nyata dari Allah SWT kepada Nabi Zakaria AS.

Saat Nabi Zakaria AS tengah melakukan sholat, datanglah utusan Allah SWT, Malaikat Jibril untuk menyampaikan kabar gembira kepada hamba-Nya.

"Kemudian Malaikat (Jibril) memanggil Zakaria, sedang ia tengah berdiri melakukan sholat di mihrab (katanya): "Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kelahiran (seorang puteramu) Yahya, yang membenarkan kalimat (yang datang) dari Allah, menjadi ikutan, menahan diri (dari hawa nafsu) dan seorang Nabi termasuk keturunan orang-orang saleh." (Q.S Ali 'Imran: 39).

Kabar tersebut juga diceritakan dalam surat Maryam. Sebagaimana firman-Nya dalam Q.S Maryam ayat 7:

يَٰزَكَرِيَّآ إِنَّا نُبَشِّرُكَ بِغُلَٰمٍ ٱسْمُهُۥ يَحْيَىٰ لَمْ نَجْعَل لَّهُۥ مِن قَبْلُ سَمِيًّا

Artinya: "Hai Zakaria, sesungguhnya Kami memberi kabar gembira kepadamu akan (beroleh) seorang anak yang namanya Yahya, yang sebelumnya Kami belum pernah menciptakan orang yang serupa dengan dia."

Klik halaman berikutnya

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Bupati Purwakarta Wajibkan ASN Tadarus Al-Qur'an Sebelum Kerja"
[Gambas:Video 20detik]

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia