Pendaftaran untuk program pertukaran pelajar sekolah menengah atas (SMA) FLEX (Future Leader Exchange) Global telah dibuka hingga 27 Oktober 2026. Program ini akan mengirim sejumlah siswa SMA yang telah diseleksi ke berbagai sekolah di Amerika Serikat selama satu tahun.
Program FLEX Global ini merupakan hasil pengembangan dari dua program terdahulunya yaitu FLEX yang telah beroperasi selama 30 tahun dan Kennedy-Lugar Youth Exchange Study (KL-YES) yang telah hadir selama 25 tahun.
"Dari sisi nama, mungkin bisa berubah-ubah, tetapi esensinya tetap sama (yakni) memberi kesempatan kepada anak-anak SMA dari seluruh penjuru dunia untuk merasakan kehidupan di sana dan mengembangkan dirinya sendiri," ujar perwakilan FLEX Global di Indonesia, Sari Tjakrawiralaksana, kepada detikEdu pada Jumat (23/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
FLEX Global adalah program pertukaran berbasis prestasi yang didanai penuh oleh Biro Urusan Pendidikan dan Kebudayaan (ECA) Departemen Luar Negeri AS. Melalui FLEX Global, para siswa akan menghabiskan satu tahun akademik di Amerika Serikat, tinggal bersama keluarga angkat, dan bersekolah di sana.
Para peserta diharapkan dapat melakukan pengembangan diri yang mencakup leadership, inisiatif, kemampuan komunikasi yang baik, hingga memetik pelajaran dari bidang-bidang unggul di AS seperti olahraga, teknologi, media, publisitas, dan marketing.
"Itu bidang-bidang yang sejak dulu membuat banyak orang pergi ke Amerika untuk belajar. Sekarang kesempatan tersebut terbuka bagi siswa SMA melalui program FLEX ini, dan didukung penuh oleh semua pihak," lanjut Sari.
Persyaratan FLEX Global 2026
Program FLEX Global dikhususkan bagi siswa SMA yang lahir antara 2010 hingga 2011 dan memiliki nilai minimal 80. Di Indonesia, seleksi program ini bekerja sama dengan Yayasan Bina Antarbudaya untuk menyaring siswa di berbagai daerah.
"Untuk mendaftar, semua siswa SMA di Indonesia bisa mendaftar. Kriteria intinya, siswa kelas 10 dan 11 bisa mendaftar. Tahun depan, saat berangkat, mereka sudah kelas 11 dan 12. Ada juga batasan umur, kriteria nilai rapor, dan lain-lain. Semua bisa mendaftar, dan seleksinya berbasis merit," tutur Sari.
Ia juga menjelaskan siswa yang ingin mendaftar harus benar-benar mengenal dirinya sendiri. Harapannya, siswa dapat menyesuaikan diri dengan baik selama program. Setelah kembali ke Indonesia, diharapkan dapat mengembangkan pengetahuannya selama di AS.
"Yang kita cari adalah siswa yang betul-betul mengenal dirinya sendiri. Bukan cuma anak yang pintar, berprestasi, atau ketua OSIS, tetapi (termasuk) anak yang punya potensi untuk belajar semaksimal mungkin selama program. (Karena) Ini bukan program jalan-jalan, jadi harus bisa belajar apapun yang bisa dipelajari di sana," lanjutnya.
Berikut persyaratan lengkapnya:
- Lahir antara 15 Januari 2010 sampai 1 Agustus 2011.
- Terdaftar sebagai siswa tahun pertama dan kedua SMA (Kelas 10 dan 11 SMA/SMK/MA) pada saat pendaftaran.
- Tidak sedang mengikuti kelas akselerasi.
- Memiliki nilai akademik rata-rata setara B atau lebih tinggi, tanpa ada nilai gagal.
- Memiliki nilai rata-rata minimal 80 di semua mata pelajaran, dibuktikan dengan salinan rapor dari sekolah.
- Aktif dan berprestasi di bidang akademik maupun non-akademik dalam lima tahun terakhir, dengan pencapaian minimal di tingkat kota/kabupaten, atau menjabat sebagai anggota OSIS dan/atau MPK dalam salah satu posisi berikut: Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, atau Bendahara.
- Memperoleh persetujuan tertulis dari orang tua kandung dan sekolah dengan menggunakan formulir yang telah ditentukan.
- Warga negara dan penduduk Indonesia, dibuktikan dengan salinan akta kelahiran.
- Tinggal di Indonesia dan tetap terdaftar di sekolah Indonesia pada saat pendaftaran maupun setelah menyelesaikan program.
- Memenuhi persyaratan kelayakan visa J-1 AS.
- Tidak memegang paspor AS, tidak lahir di Amerika Serikat, dan tidak memiliki satu atau kedua orang tua yang warga negara AS.
- Tidak memiliki anggota keluarga yang bekerja sebagai staf Kedutaan Besar AS atau Yayasan Bina Antarbudaya.
- Orang tua atau saudara kandung tidak pernah mengikuti program YES/FLEX.
- Mengikuti semua tahap seleksi yang dilakukan oleh Bina Antarbudaya.
- Belum menyelesaikan atau lulus dari sekolah menengah mana pun sebelum program dimulai.
Kuota Penerimaan FLEX Global 2026
Penyelenggara akan memilih dan memberangkatkan 50 siswa dari Indonesia. Seleksinya dilakukan melalui Bina Antarbudaya, yang memiliki cabang di 20 kota di seluruh Indonesia. Nantinya, siswa akan diminta untuk menyesuaikan tempat tes terdekat dengan domisilinya.
"Misalnya, kalau saya dari Papua, sepertinya tidak ada chapter Bina Antarbudaya di Papua. Maka seleksi untuk Papua menjadi wilayah kerja chapter Makassar. Jadi, kalau di provinsi saya tidak ada chapter Bina Antarbudaya, nanti akan ada arahan tentang provinsi mana yang dipegang oleh chapter yang mana, dan merekalah yang melakukan seleksi," kata Sari.
Berdasarkan laman resmi Kedutaan Besar AS di Indonesia, pendaftaran telah dibuka sejak 13 Oktober 2026 dan akan ditutup pada 27 Oktober 2026. Para pendaftar diberikan waktu hingga 30 Oktober 2026 untuk melengkapi dokumen persyaratan yang belum rampung.
"Seleksi berkas biasanya sekitar 10 hari. Pendaftar yang berkasnya lengkap dan benar akan diberi tahu untuk mengikuti wawancara. Setelah wawancara akan diberitahukan lagi apakah pendaftar berhak mengikuti tahap berikutnya," jelas Sari.
Sari juga menjelaskan bahwa seleksi wawancara dilakukan pada minggu kedua bulan November 2026. Pengumuman mengenai hasil seleksi biasanya dikirimkan melalui surel masing-masing pendaftar. "Jadi bagi yang mendaftar, pastikan alamat emailnya benar, jangan lupa password, dan rajin-rajin cek email," katanya.
