Penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) tahun ini diwajibkan mengikuti kegiatan pembekalan sebelum keberangkatan. Pembekalan yang digelar 4-9 Mei 2026 dilaksanakan di kompleks Pangkalan Angkatan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta. Program tersebut diikuti oleh awardee beasiswa LPDP jenjang Magister (S2) dan Doktor (S3) untuk studi dalam dan luar negeri.
Kepala Divisi Hukum dan Komunikasi LPDP, Lukmanul Hakim mengatakan pembekalan yang akan diisi oleh Tentara Nasional Indonesia tersebut merupakan bagian dari Persiapan Keberangkatan (PK). Kegiatan PK tersebut untuk memastikan kesiapan penerima beasiswa, baik secara akademik maupun nonakademik.
"Kegiatan PK ini telah dilaksanakan sejak awal program beasiswa LPDP digulirkan dan menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan penerima beasiswa, baik secara akademik maupun nonakademik," kata Kepala Divisi Hukum dan Komunikasi LPDP, Lukmanul Hakim, dihubungi detikEdu pada Senin (4/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lukmanul memaparkan PK bertujuan membekali awardee dengan penguatan karakter, nilai kebangsaan, kepemimpinan, etika, juga kesiapan mental dan sosial. Ia menyebut, diharapkan awardee bisa menempuh studi secara optimal dan bertanggung jawab sebagai penerima beasiswa negara.
"Materi disampaikan oleh narasumber sesuai kompetensi yang dibutuhkan dalam pembekalan, sedangkan kegiatan outdoor dirancang untuk melatih kedisiplinan, kerja sama, ketangguhan, komunikasi, serta kemampuan adaptasi yang relevan dengan tantangan studi dan kehidupan akademik," urai Lukmanul.
Mendiktisaintek Brian: Supaya Jangan Sampai Culture Shock
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengatakan, pembekalan awardee LPDP butuh muatan-muatan disiplin, kerja keras, dan kebangsaan.
"Sehingga kenapa? Supaya ketika belajar, mereka nanti ada semangat bagaimana setelah kembali ke Indonesia, bisa memberikan kontribusi terbaik untuk bangsa kita, begitu," jelas Brian, dikutip dari 20Detik pada Senin (4/5/2026).
Akan tetapi, Brian belum bisa menyebutkan siapa saja yang akan menjadi pemateri dalam pembekalan ini. Sebagai informasi, pembekalan untuk penerima LPDP disebut dengan Persiapan Keberangkatan (PK).
"Nanti, itu belum ditentukan (pematerinya). Tentu dari yang pernah berpengalaman. Supaya jangan nanti mereka culture shock dan sebagainya, termasuk disiplin dan sebagainya. Penguatan kebangsaan juga ada," kata Brian.
Menkeu Purbaya: Sit Up-Push Up untuk Latihan Disiplin
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pembekalan bagi penerima beasiswa LPDP tidak bertujuan militeristik, melainkan untuk membangun disiplin dan memperkuat nasionalisme.
Ia menjelaskan, latihan fisik seperti sit-up dan push-up merupakan bagian dari pembentukan karakter serta kedisiplinan peserta.
"LPDP itu ada pembekalan lebih lanjut dalam hal dari TNI, bukan untuk perang tapi untuk melatih, memperkuat rasa nasionalisme mereka. Kan biasanya kalau sit-up, push-up, itu disiplin itu kan latihan itu sebetulnya, latihan kecintaan ke negara. Yang disiplin itu kecintaan ke negaranya," ujar Purbaya dalam temu media di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Senin (4/5/2026) dikutip dari detikFinance.
Menurut Purbaya, pembekalan yang melibatkan unsur TNI bertujuan menanamkan rasa cinta tanah air, khususnya bagi penerima beasiswa yang akan menempuh studi di luar negeri. Ia pun mengingatkan agar para penerima beasiswa tidak justru merendahkan negara sendiri setelah mendapatkan kesempatan belajar di luar negeri.
"Jangan sampai nanti kayak waktu kemarin-kemarin, pergi keluar habis itu menghina-hina negara sendiri. Itu yang utama," tegas Purbaya.
Simak Video "Video: Isyana Sarasvati Bantah Pernah Terima Beasiswa LPDP"
[Gambas:Video 20detik]
(pal/nwk)











































