Penggunaan dana Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan menjadi salah satu bahasan usai viral awardee beasiswa LPDP beberapa waktu belakangan. Sebetulnya, dana LPDP dari mana, dan berapa penerima beasiswanya?
Plt Direktur Utama LPDP Sudarto menjabarkan,berdasarkan Perpres No 111 tahun 2021, LPDP mengelola seluruh dana abadi di bidang pendidikan. Dana abadi ini terdiri dari Dana Abadi Pendidikan, Dana Abadi Penelitian, Dana Abadi Perguruan Tinggi, dan Dana Abadi Kebudayaan.
"Beasiswa dari Dana Abadi Pendidikan," ucapnya pada rapat dengar pendapat Komisi X DPR dengan Dirut LPDP dan Dirut BLU PKN STAN, Selasa (16/9/2025), diakses melalui kanal YouTube TVR Parlemen.
Sumber dana abadi di bidang pendidikan terdiri dari Anggaran Pendapatan dan Belanja negara (APBN), sumber lain yang sah, dan pendapatan investasi dari dana abadi di bidang pendidikan itu sendiri.
Dalam Laporan Kinerja LPDP Tahun 2024 dijelaskan, LPDP melakukan layanan pengembangan dana abadi di bidang pendidikan dan pengelolaan sumber pendanaan lain di luar APBN.
Salah satu bentuknya yaitu pengembangan dana atau investasi dengan menempatkan pokok dana abadi atau reinvestasi hasil pengembangannya pada berbagai instrumen keuangan. Dari langkah ini, akan didapatkan imbal hasil yang diharapkan atau expected return.
Bentuk investasinya sendiri berupa investasi jangka pendek dan/atau jangka panjang pada surat berharga maupun nonsurat berharga, baik di dalam maupun luar negeri.
Adapun sumber pendanaan lain di luar APBN itu dapat berbentuk hibah, hasil kerja sama dengan masyarakat, perusahaan, atau hasil usaha lainnya.
Portfolio investasi dan aset yang dikelola (assets under management/AUM) LPDP terdiri dari:
- Obligasi negara: Rp 112,008,61 triliun
- Deposito: Rp 36,138,48 triliun
- Obligasi korporasi: Rp 7,841,20 triliun
- Sekuritas rupiah Bank Indonesia (SRBI): Rp 2,972,18 triliun
Pada 2025, dengan cutoff per 31 Agustus, saldo dana abadi di bidang pendidikan LPDP sebesar Rp 154,11 triliun, dengan Rp 126,12 triliun di antaranya adalah Dana Abadi Pendidikan (DAP). Adapun pendapatan LPDP dengan cutoff yang sama sebesar Rp 6,296,85 triliun, sedangkan belanja LPDP sebesar Rp 6,171,81 triliun.
Penggunaan Dana LPDP
Sementara itu, berikut penerima layanan LPDP yang diberikan berdasarkan jenis-jenis dananya dengan cut off 2013-31 Agustus 2025.
Dana Abadi Pendidikan
- Penerima beasiswaLPDP 2013-2025:
- S2: 40.501 orang
- S3: 11.830 orang
- Non-degree: 57 orang
- Dokter spesialis: 3.388 orang
- Penerima beasiswa kolaborasiKemendikbudristek 2021-2024:
- Degree: 24.967 orang
- Non-degree: 549.911 orang
- Penerima beasiswa kolaborasiKemdiktisaintek 2025:
- Degree: 81 orang
- Non-degree: 196 orang.
- Penerima beasiswa kolaborasiKemenag 2022-2024:
- Degree: 11.462 orang
- Non-degree: 28.790 orang
Sementara itu, penerima beasiswa kolaborasi Kemendikdasmen dan Kemenag 2025 masih dalam tahap seleksi per 31 Agustus 2025.
Dana Abadi PL
Jumlah proyek riset yang didanai, termasuk kolaborasi dengan Kemdiktisaintek, Kemenag, BRIN: 2.583 proyek
- Proyek yang sudah selesai: 1.839 proyek
- Proyek on-going: 1.744 proyek
Dana Abadi Perguruan Tinggi
Diterima oleh 23 PTN Badan Hukum, yang menghasilkan:
- 7.935 publikasi
- 1.849 visiting professor
- 576 postdoc fellowship
- 6.800 student exchange
Dana Abadi Kebudayaan
Diterima oleh perorangan, komunitas, lembaga, dengan sekitar 27.650 pelaku budaya terlibat.
Simak Video "Video: Isyana Sarasvati Bantah Pernah Terima Beasiswa LPDP"
(twu/faz)