5 Beasiswa Luar Negeri dengan Syarat Skor IELTS di Bawah 6,5

Trisna Wulandari - detikEdu
Rabu, 26 Jan 2022 13:10 WIB
A portrait of an Asian college student on campus
Beasiswa luar negeri dengan syarat IELTS di bawah 6,5. (iStock)
Jakarta -

Beasiswa luar negeri kerap memasukkan skor IELTS sebagai syarat pendaftaran. Syarat ini membuat para pelamar tidak jarang mengikuti kursus intensif sebelum mendaftar tes IELTS agar lolos dengan nilai di atas persyaratan.

IELTS adalah singkatan dari International Language Testing System. Skor tes IELTS umumnya digunakan calon mahasiswa dan pekerja untuk memenuhi syarat kuliah dan kerja di negara dengan bahasa Inggris, seperti Inggris Raya, Amerika Serikat, Australia, dan Kanada. Skor IELTS menggunakan rentang 1-9 untuk menilai kecakapan listening, reading, writing, dan speaking.

Umumnya, skor IELTS minimal yang disyaratkan untuk beasiswa ke luar negeri adalah 6,5-7,0. Namun, ada sejumlah program beasiswa luar negeri dengan syarat skor IELTS di bawah 6,5. Apa saja?

Beasiswa Luar Negeri dengan IELTS di Bawah 6,5

1. Beasiswa MEXT Jepang

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Olahraga, Sains, dan Teknologi (MEXT atau Monka-sho) menyediakan berbagai beasiswa bagi calon mahasiswa internasional. Salah satunya yakni beasiswa Research Student, Young Leaders' Program (YLP), Gakubu (S1), Kosen (Teknologi), dan Teacher Training.

Pelamar beasiswa Research Student mensyaratkan sertifikat kecakapan bahasa Inggris TOEFL-PBT/ITP minimal 543, TOEFL-iBT minimal 72, IELTS minimal 5.5, TOEIC L&R minimal 785, TOEIC S&W minimal 310, atau Japanese Language Proficiency Test (JLPT) minimal level 2/ N2. Sementara itu, pelamar beasiswa YLP MEXT harus mengantongi skor TOEFL iBT minimal 79, IELTS 6.0, dan yang setara.

2. Beasiswa CMU Thailand

Beasiswa Presidential Scholarship 2022 Chiang Mai University (CMU), Thailand mensyaratkan sertifikat kecakapan bahasa Inggris 2 tahun terakhir seperti IELTS atau IELTS Indicator minimal 6.0, TOEFL 183 (CBT) atau 79 (IBT), atau sertifikat CMU-eTEGs dengan skor minimal 70 paling lama tertanggal 5 Juni 2020, kecuali pelamar dari negara native speakers.

Pendaftaran beasiswa CMU Thailand S2 dan S3 periode 2 dibuka 21 Februari - 25 April 2022.

3. Turkiye Burslari Scholarship

Beasiswa Pemerintah Turki, Turkiye Burslari Scholarship dibuka untuk jenjang S1, S2, dan S3. Beasiswa ini pada dasarnya tidak mensyaratkan skor TOEFL atau IELTS, kecuali diminta kampus yang bekerjasama dengan program ini.

Contohnya KoƧ University, salah satu universitas terbaik di Turki tidak mensyaratkan sertifikat kecakapan bahasa Inggris di atas. Namun, pelamar wajib mengikuti dan mengisikan hasil tes masuk kampus internasional seperti SAT I, SAT II, ACT, atau sertifikat IB, GCSE, French Baccalaureate, dan ABITUR saat mendaftar.

Pendaftaran Beasiswa Turkiye Burslari dibuka hingga 20 Februari 2022 di laman https://www.turkiyeburslari.gov.tr/ .

4. Beasiswa Australia Awards

Beasiswa Australia Awards mensyaratkan pelamar jenjang S2 dengan skor IELTS 5,5, TOEFL tulis 525, TOEFL berbasis internet 69, atau PTE Academic 69 . Sementara itu, syarat bagi pelamar dengan disabilitas yakni skor minimal IELTS 5,0, TOEFL tulis 500, TOEFL berbasis internet 59, atau PTE Academic 38.

Syarat lengkap beasiswa Australia Awards bisa dilihat di https://www.australiaawardsindonesia.org/.

5. Beasiswa DAAD

Beasiswa lembaga pertukaran pelajar Jerman Deutcher Akademischer Austauschdienst (DAAD) ditujukan untuk program tur S1, kuliah S2-S3, dan program riset. Sejumlah kampus yang bekerjasama dengan beasiswa ini mensyaratkan skor IELTS 6.0.

Info tentang beasiswa DAAD Indonesia bisa dilihat di laman daad.id.



Simak Video "Mau Kuliah S1 di Korea Selatan Beasiswa Penuh?"
[Gambas:Video 20detik]
(twu/kri)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia