6 Tips untuk Dapatkan Beasiswa dari Kemendikbudristek

Anatasia Anjani - detikEdu
Jumat, 27 Agu 2021 10:00 WIB
beasiswa
Foto: Getty Images/iStockphoto/fizkes
Jakarta -

Bagi detikers yang ingin mendapatkan beasiswa tak perlu ragu harus mencari ke mana. Saat ini Kemendikbudristek menawarkan banyak peluang beasiswa. Sebelum mendaftar beasiswa ada baiknya mengetahui tips untuk mendapatkan beasiswa.

Selain melalui Kemendikbudristek, peluang beasiswa juga banyak ditawarkan oleh instansi pemerintah lain dan juga swasta atau lembaga nonprofit di berbagai daerah.

Apapun dan siapapun yang menawarkan beasiswa tersebut, tujuannya secara umum sama, yakni meningkatkan kompetensi para pesertanya, menambah ilmu, pengetahuan dan wawasan. Tujuan akhirnya adalah mempermudah siapapun yang lulus dari program beasiswa tersebut untuk meningkatkan taraf hidupnya, martabatnya, dan kualitas intelektualnya.

Abdul Kahar, Kepala Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) Kemendikbudristek memberikan beberapa tips untuk mendapatkan beasiswa. Penjelasan berikut dikutip dari laman Puslapdik:

1. Mencari beasiswa yang sesuai kebutuhan dan kondisi.

2. Mempelajari dengan baik informasi dari setiap sponsorship, yang juga visi dan misi organisasinya.

3. Semua beasiswa kompetitif sifatnya, untuk itu perbaiki terus menerus prestasi akademik dan non akademik (nilai, bahasa, prestasi non akademik).

4. Mencari mentor yang tepat dan baik untuk anda.

5. Memasukkan lamaran beasiswa lebih awal.

6. Khusus untuk beasiswa ke luar negeri, baik jenjang S2 dan S3: Persiapkan diri minimal 1 tahun untuk berlatih membuat CV dan Essay/motivation letter, dan pelajari budaya, alam negara tujuan.

Selain itu Kahar juga berpesan saat memilih prodi harap dipelajari sampai kurikulum yang ditawarkan dan profesor pengampunya.

"Cari profesor yang sesuai dengan rencana riset Anda, caranya banyak membaca karya dari profesor yang diincar," kata Kahar yang dilansir di laman Puslapdik.

Abdul juga bercerita jika banyak pendaftar beasiswa yang mepet saat mendaftar.

"Hasilnya ya menumpuk di sistem dan sulit untuk masuk ke sistem pendaftarannya. Budaya seperti ini yang masih melekat pada pencari beasiswa," jelas Kahar.

Ia juga berpesan agar kandidat beasiswa juga belajar cara mengirim email yang baik kepada profesor.

"Ini berlaku bagi kandidat doktoral. Mereka harus paham dengan calon profesornya. Paling tidak harus paham dengan jurnal profesor itu. Jadi nanti datang tidak dengan tangan kosong," kata Kahar.

Kahar juga berpesan agar para kandidat penerima beasiswa untuk mengetahui dan mamahami, bagaimana memantaskan diri dalam memperoleh beasiswa.

"Kesuksesan atau keberhasilan itu tidaklah dicapai dengan mudah, tapi membutuhkan waktu, perjuangan, pengorbanan, kerja keras, semangat dan konsistensi, " ujar Kahar.

Kahar juga menyampaikan beberapa kebiasaan yang dapat dibentuk mendapatkan beasiswa.

1. Memiliki komitmen;

2. Tidak berhenti belajar;

3. Bergaul dengan orang yang bertalenta; dan

4. Terbuka dalam menerima masukan.

"Tidak ada perlombaan yang semua pesertanya menjadi pemenang, karena pemenang itu adalah petarung terbaik. Pemenang adalah pribadi pilihan. Lakukan yang terbaik untuk meraih kesuksesan. Perhatikan baik-baik tips untuk mendapatkan beasiswa," ujar Kahar.



Simak Video "Klarifikasi Kemdikbud soal Laptop: Harganya Bukan Rp 10 Juta per Unit!"
[Gambas:Video 20detik]
(atj/erd)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia