Kawasan wisata Ubud di Gianyar, Bali, memiliki berbagai destinasi seni yang selalu berhasil memikat hati wisatawan. Ubud selalu menjadi pilihan bagi turis yang ingin menikmati keindahan seni bernuansa budaya Bali.
Kini, destinasi seni hadir lagi di Ubud. Namanya Satyanara. Ruang seni terpadu bertaraf internasional ini baru dibuka di Ubud pada 22 Oktober 2026.
Satyanara hadir bukan hanya sebagai galeri seni, melainkan sebagai tempat para seniman, peneliti, kolektor, komunitas hingga masyarakat umum berkumpul sekaligus belajar tentang budaya asia dan Indonesia melalui karya seni yang unik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tiga Pameran dalam Satu Kawasan
Saat dibuka, Satyanara menggelar tiga pameran sekaligus. Walhasil, pengunjung dapat mengeksplorasi cakrawala seni dari berbagai sudut pandang, mulai dari budaya, lingkungan hingga hubunganya dengan tradisi dan sejarah kaligrafi Tiongkok.
Dikutip dari detikPop dan berbagai sumber lain, pameran seni pertama adalah Exhibition Ubud Art Ground. Pameran ini berlangsung pada 22 Oktober 2026 hingga 24 Januari 2027.
Exhibition Ubud Art Ground menampilkan karya 32 seniman tentang eksplorasi penggunaan warna dalam seni Indonesia, mulai dari praktik tradisional hingga karya kontemporer. Pameran ini dapat memperkaya perspektif pengunjung dalam memahami warna sebagai bagian dari ekspresi artistik.
Selanjutnya adalah pameran seni Fluid Kinship yang dikuratori oleh Mella Jaarsma dan Yipei Lee. Pameran ini mengangkat keterkaitan antara lanskap budaya dengan sejarah, geografi, konteks etnokultural, ekologi, sistem pangan, termasuk konsep Subak yang menjadi ciri khas Bali.
Pameran seni Fluid Kinship berlangsung pada 22 Oktober 2026 hingga 30 April 2027. Pameran ini mempertemukan berbagai perspektif dari Iran, India, Indonesia, Inggris, Italia, dan Taiwan untuk mengeksplorasi hubungan antara manusia, budaya, dan lingkungan.
Selanjutnya, pemeran ketiga bertajuk "A Brush Between Worlds" yang berlangsung pada 22 Oktober 2026 hingga 30 September 2027. Pameran ini menelusuri sejarah kaligrafi Tiongkok dari masa ke masa melalui koleksi lukisan dan ukiran cap milik almarhum Profesor Chou Chen. Melalui karya-karya tersebut, pengunjung dapat mengakses informasi detail perkembangan tradisi artistik Tiongkok sekaligus memahami nilai sejarah dan budaya yang terkandung di dalamnya.
Fasilitas
Berdasarkan unggahan pengunjung melalui akun TikTok @agitalifia, kawasan Satyanara dilengkapi berbagai fasilitas yang menarik Salah satu fasilitas tersebut adalah amfiteater atau ruang terbuka untuk pertunjukan seni, pemutaran film, serta aktivitas acara berbagai komunitas.
Ada pula ruang workshop dan studio untuk para seniman dan pengunjung yang ingin mengadakan atau mengikuti kelas kreatif. Bagi pengunjung yang ingin menikmati suasana sambil bersantai menikmati minuman dan camilan, Satyanara menyediakan area cafe dengan pemandangan alam karena area sekitar dikelilingi dengan persawahan.
Fasilitas lain adalah area retail untuk membeli suvernir berupa karya-karya dan produk seni kolaboratif para seniman. Menariknya, seluruh area Satyanara dirancang agar dapat diakses oleh pengguna kursi roda sehingga pengunjung dengan kebutuhan mobilitas yang berbeda dapat menikmati ruang seni ini dengan lebih nyaman.
Jam Buka dan Harga Tiket
Satyanara beroperasi di bawah naungan Yayasan Satya Djaya Raya (YSDR). Satyanara dapat diakses untuk masyarakat umum, termasuk keluarga, komunitas, dan pelajar untuk melihat dan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan seni dan budaya.
Kawasan ini buka setiap Selasa hingga Minggu pukul 10.00 hingga 18.00 Wita. Tiket masuk dihargai Rp 30 ribu per orang untuk pemilik kartu tanda penduduk (KTP) Bali, Rp 75 ribu untuk warga negara Indonesia (WNI), dan Rp 120 ribu untuk pengunjung internasional.
Pengunjung juga bisa dapat diskon spesial 10% jika membeli tiket melalui website Satyanara dengan kode promo SATYAGIFT. Promo ini terbatas dan hanya berlaku hingga 31 Desember 2026.
(hsa/hsa)