Desa Wisata Mas di Kecamatan Ubud, Gianyar, dikenal sebagai pusat seni ukir kayu Bali. Para perajin di desa ini menghidupkan warisan leluhur dengan pahatan kayu yang detail dan penuh makna.
Desa Wisata Mas dikenal dengan pahatan kayu atau wood carvers sejak 1930. Desa ini mendunia pada masa gerakan seni Pita Maha yang diadaptasi Rudolf Bonnet kala itu. Sejak itu, wisatawan mancanegara mulai berdatangan untuk menyaksikan langsung karya para pemahat kayu di Desa Mas.
Nama besar yang tak bisa dilepaskan dari Desa Mas adalah Ida Bagus Njana dan Ida Bagus Tilem. Karya Ida Bagus Tilem sempat mewakili Indonesia di New York Fair pada 1964, sekaligus memperkuat posisi Desa Mas sebagai pusat ukiran kayu dunia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aktivitas Wisata di Desa Mas
Desa Wisata Mas hanya berjarak sekitar 3 kilometer (km) dari pusat Kecamatan Ubud. Desa ini bisa masuk daftar kunjunganmu jika sedang berlibur di Pulau Dewata. Cocok untuk wisatawan yang ingin belajar seni, melihat museum, maupun mencari oleh-oleh khas Bali.
Berikut beberapa aktivitas wisata yang bisa dilakukan jika berkunjung ke Desa Mas.
Belajar Seni Pahat Kayu
Sebagai desa yang terkenal dengan seni ukir kayu, wisatawan yang berkunjung ke Desa Wisata Mas dapat mengenal proses kreatif para perajin, mulai dari memilih kayu, membuat sketsa, memahat bentuk dasar, serta penghalusan dan pewarnaan akhir. Aktivitas ini cocok untuk wisatawan keluarga, pelajar, maupun kreator yang ingin memiliki pengalaman budaya.
Beberapa galeri dan perajin lokal membuka kesempatan bagi pengunjung untuk ikut melihat proses pahat secara langsung. Bagi yang ingin memiliki pengalaman mendalam, tersedia paket kunjungan atau kelas singkat untuk belajar teknik dasar ukir kayu dari pengrajin setempat.
Kunjungan Galeri
Selain belajar seni ukir kayu, wisatawan yang berkunjung ke Desa Wisata Mas juga bisa melakukan kunjungan museum. Ada dua museum utama yang menjadi "rumah" bagi karya-karya maestro ukir dan patung di Bali, yakni Gallery Njana Tilem dan Museum Pendet
Nama Galery Njana Tilem diambil dari dari dua seniman besar, yakni Ida Bagus Njana dan Ida Bagus Tilem. Njana Tilem Gallery berlokasi di Jalan Raya Mas Nomor 116 Gianyar dan buka mulai jam 09.00 Wita hingga 17.00 Wita.
Sementara Museum Pendet didedikasikan untuk Wayan Pentet, pematung yang juga pelukis dan karyanya yang kerap mendapatkan pujian. Museum ini dibangun sejak 1999 dan diresmikan pada 2002. Terdapat sekitar 80 karya patung dan 29 lukisan maestro Wayan Pendet beserta lukisan putranya di museum yang berada di Jalan Nyuh Bojog Nomor 6 Gianyar itu.
Berburu Kerajinan
Berkunjung ke Desa Wisata Mas juga bisa diisi dengan berburu kerajinan. Berbelanja kerajinan di Desa Wisata Mas memberikan kesan yang berbeda dengan di wilayah lain karena produknya dibuat langsung oleh perajin setempat.
Berikut beberapa karya seniman Desa Mas yang populer atau kerap diburu turis.
- Patung kayu Buddha, Dewi Saraswati, Ganesha, beserta figur dekoratif modern.
- Relief kayu bermotif bunga frangipani, daun, maupun cerita rakyat Bali.
- Topeng kayu tradisional untuk hiasan dinding.
- Nampan, kotak perhiasan, serta tempat tisu yang diukir.
- Miniatur patung untuk souvenir dengan harga terjangkau.
- Karya seni kayu custom untuk hadiah atau dekorasi rumah.
Sebelum membeli, pastikan produk benar-benar berasal dari perajin lokal. Selain mendukung pertumbuhan ekonomi desa, pembelian langsung dapat membantu menjaga rantai kreativitas seni ukir tetap hidup.
Seniman dan perajin Desa Mas bukan hanya penjual karya, tetapi ikut menjaga identitas budaya. Mereka mewariskan keterampilan secara turun-temurun, mengembangkan desain baru agar tetap relevan, lalu membuka ruang belajar bagi generasi muda.