Aneka Cara Museum Menarik Generasi Muda

Gangsar Parikesit - detikBali
Minggu, 09 Agu 2026 17:00 WIB
Museum Bali yang berlokasi di Jalan Mayor Wisnu, Nomor 1, Denpasar, Selasa (4/8/2026). Museum tersebut memiliki 16.891 benda koleksi.Foto: Gangsar Parikesit/detikBali
Denpasar -

Pengelola Museum Bali memiliki sejumlah cara demi memikat generasi muda. Salah satunya menggelar program Museum Keliling untuk mendekatkan para pelajar dengan sejarah Pulau Dewata.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Museum Bali Ida Ayu Made Sutariani menuturkan Museum Keliling bergerak ke sejumlah SMP di Bali. "Tahun ini ada 15 SMP yang kami sasar," tuturnya kepada detikBali, Selasa (4/8/2026).

Salah satunya kegiatan Museum Keliling dihelat di SMP Negeri 3 Tampaksiring, Gianyar, pada Jumat (24/7/2026) lalu. Pengelola Museum Bali datang ke sekolah tersebut untuk bercerita terkait sejarah dan koleksi museum tersebut.

Tiga hari sebelumnya, Museum Keliling digelar di SMP Negeri 4 Petang, Badung. Siswa sekolah tersebut bisa bertanya terkait benda-benda bersejarah yang disimpan oleh Museum Bali.

Dayu, sapaan Sutariani, menerangkan Museum Bali juga akan menghelat Lomba Cerdas Cermat Museum 2026. Kompetisi tersebut digelar untuk siswa SMP/MTs se-Bali. Adapun, hadiah juara satu adalah uang Rp 10 juta, piala, dan sertifikat.

Pendekatan, Dayu melanjutkan, juga dilakukan kepada siswa SD melalui program Dongeng Museum. Program tersebut menyasar 17 SD yang di sejumlah daerah seperti Badung, Bangli, dan Klungkung. "Kami mengajak komunitas dongeng untuk memperkenalkan museum," ujarnya.

Menurut Dayu, tak mudah menarik generasi muda belajar sejarah dan berkunjung ke Museum Bali. Penyebabnya, masyarakat Pulau Dewata sudah terbiasa hidup dengan kebudayaan Bali.

Contohnya, warga Bali terbiasa melihat patung. Padahal, patung yang disimpan di Museum Bali memiliki nilai sejarah. "Jadi kami, museum, yang harus menyesuaikan dengan dunia anak muda," tuturnya.

Monumen Bajra Sandhi atau Monumen Perjuangan Rakyat Bali di Denpasar, Jumat (7/8/2026). Monumen tersebut memiliki 33 diorama dan 62 foto perjuangan rakyat Bali. Foto: Gangsar Parikesit/detikBali


Museum Bali juga memanfaatkan media sosial seperti Facebook, Instagram, hingga TikTok, untuk mengenalkan budaya Bali. Akun Instagram sahabatmuseumbali kerap mengunggah kegiatan dan informasi terkait museum di media sosial tersebut.

Adapun jumlah pengunjung Museum Bali pada 2024 mencapai 37.694 orang. Dari jumlah tersebut jumlah pelajar dari Bali mencapai 14.774 orang. Namun, pada 2025 jumlah kunjungan turun hanya menjadi 29.461 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 10.225 pelajar dari Pulau Dewata.

Pengelola Monumen Perjuangan Rakyat Bali segendang sepenarian. Kepala UPTD Monumen Perjuangan Rakyat Bali Gede Nova Widiarta memiliki program Museum Keliling.

Program tersebut ditujukan untuk pelajar SMA. "Kami menyasar 9 sekolah di Denpasar dan Gianyar," ungkapnya, Jumat (7/8/2026).

Selain itu, Monumen Bajra Sandhi nama lain Monumen Perjuangan Rakyat Bali, memiliki program Belajar Museum. Pengelola monumen akan mengundan siswa untuk datang ke Monumen Bajra Sandhi untuk belajar sejarah perjuangan rakyat Bali. "Siswa tak perlu bayar tiket karena kami yang mengundang," tuturnya.

Nova juga mengundang komunitas dan organisasi untuk bermusik di sekitar Monumen Bajra Sandhi. Apalagi, monumen tersebut letaknya strategis yakni di Lapangan Puputan Niti Mandala, Denpasar, yang kerap digunakan warga setempat berolahraga maupun kegiatan lainnya.

"Kami berupaya menarik generasi muda untuk tertarik dan belajar sejarah di Monumen Perjuangan Rakyat Bali," imbuhnya.

Adapun jumlah pengunjung Monumen Perjuangan Rakyat Bali pada 2024 mencapai 78.131 orang. Dari jumlah tersebut jumlah pelajar dari Bali mencapai 57.828 orang. Namun, pada 2025 jumlah kunjungan turun hanya menjadi 45.609 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 8.692 pelajar dari Pulau Dewata.



Simak Video "Video: Museum Marsinah Dibuka, Ratusan Warga Berkunjung Tiap Hari"

(gsp/nor)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork