detikBali

Kenaikan Harga Tiket Tak Pengaruhi Kunjungan ke DTW Ulun Danu Beratan

Terpopuler Koleksi Pilihan BaliNusra Awards 2026

Kenaikan Harga Tiket Tak Pengaruhi Kunjungan ke DTW Ulun Danu Beratan


Sui Suadnyana, Krisna Pradipta - detikBali

Kunjungan turis ke DTW Ulun Danu Beratan, Kecamatan Baturiti, Tabanan. (Krisna Pradipta/detikBali)
Foto: Kunjungan turis ke DTW Ulun Danu Beratan, Kecamatan Baturiti, Tabanan. (Krisna Pradipta/detikBali)
Tabanan -

Kebijakan penyesuaian harga tiket ke Daerah Tujuan Wisata (DTW) Ulun Danu Beratan, Kecamatan Baturiti, Tabanan, yang mulai berlaku pada 1 Juli 2026 tak memberikan dampak berarti terhadap jumlah kunjungan. Saat liburan sekolah belum lama ini, tingkat kunjungan tetap stabil, bahkan naik dari hari biasa.

"Saat libur sekolah belum lama ini memberikan dampak positif terhadap kunjungan wisatawan. Selama periode tersebut, jumlah wisatawan yang datang mengalami peningkatan signifikan dibandingkan hari-hari biasa," ujar Humas DTW Ulun Danu Beratan, Agus Teja Saputra, saat dikonfirmasi, Jumat (17/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Agus memerinci kenaikan tiket DTW Ulun Danu Beratan, yakni untuk wisatawan domestik dewasa dari Rp 40 ribu menjadi Rp 50 ribu dan domestik anak-anak dari Rp 20 ribu menjadi Rp 25 ribu. Sedangkan wisatawan mancanegara dewasa kenaikannya dari Rp 75 ribu menjadi Rp 100 ribu dan anak-anak dari Rp 50 ribu menjadi Rp 75 ribu.

Kebijakan kenaikan tiket, jelas Agus, sudah disosialisasikan beberapa bulan sebelumnya. Walhasil, antusias pengunjung tetap membludak saat musim liburan, khususnya bagi wisatawan domestik.

ADVERTISEMENT

"Rata-rata kunjungan selama liburan sekolah mencapai sekitar 2.000 hingga 2.500 orang per hari. Angka tersebut meningkat dibandingkan sebelum masa liburan yang hanya berkisar 1.000 hingga 1.500 pengunjung per harinya," jelas Agus Teja.

Komposisi wisatawan yang datang juga relatif seimbang, dengan persentase wisatawan mancanegara (wisman) dan wisatawan domestik (wisdom) hampir 50 berbanding 50. Untuk wisatawan domestik, pengunjung dari Jawa Timur dan Yogyakarta menjadi yang paling mendominasi selama periode liburan sekolah.

Agus Teja mengungkapkan puncak kunjungan wisatawan domestik umumnya terjadi saat libur Lebaran, akhir tahun, dan liburan sekolah seperti yang berlangsung pada Juni hingga Juli lalu. "Setelah periode tersebut berakhir, kunjungan wisatawan domestik diperkirakan akan kembali normal," jelasnya.

Di sisi lain, kunjungan wisatawan mancanegara diprediksi akan memasuki puncaknya pada Agustus hingga September mendatang. Hingga saat ini, wisatawan asal India masih menjadi penyumbang kunjungan terbanyak.

Selain momentum liburan sekolah, penyelenggaraan Festival Gebogan dan Baleganjur juga dinilai berhasil meningkatkan minat wisatawan. Festival yang berlangsung selama dua bulan, mulai 21 Juni hingga 9 Agustus 2026, menghadirkan pengalaman budaya yang tidak hanya dapat disaksikan, tetapi juga diikuti langsung oleh para pengunjung.

"Salah satu kegiatan yang paling diminati adalah merangkai gebogan. Pengelola menyediakan area khusus bagi wisatawan untuk mencoba merangkai gebogan secara langsung sehingga mereka dapat mengenal lebih dekat tradisi dan budaya Bali," ujar Agus.

Konsep wisata interaktif tersebut mendapat respons positif dan menjadi salah satu daya tarik tambahan bagi wisatawan yang berkunjung selama musim liburan.



(hsa/hsa)










Hide Ads