detikBali

Koster Beberkan Pariwisata Bali Hasilkan Devisa Rp 176 Triliun

Terpopuler Koleksi Pilihan

Koster Beberkan Pariwisata Bali Hasilkan Devisa Rp 176 Triliun


Fabiola Dianira - detikBali

Press Conference Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) 2026 di Bali International Convention Centre (BICC), The Westin Resort Nusa Dua, Bali, Sabtu (30/5/2026).
Foto: Press Conference Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) 2026 di Bali International Convention Centre (BICC), The Westin Resort Nusa Dua, Bali, Sabtu (30/5/2026). (Fabiola Dianira/detikBali)
Badung -

Gubernur Bali Wayan Koster menyebut Bali berkontribusi sekitar 55 persen terhadap devisa pariwisata nasional. Hal itu disampaikannya dalam konferensi pers Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) 2026 di Bali International Convention Centre, The Westin Resort Nusa Dua, Bali pada Sabtu (30/5/2026).

Koster menjelaskan pada 2025 devisa pariwisata yang dihasilkan Bali mencapai Rp176 triliun. Sementara, total devisa pariwisata nasional mencapai sekitar Rp 320 triliun.

"Kalau dibandingkan Rp 176 triliun dibanding dengan Rp 320 triliun, dapatnya 55%. Segitu, lho, kontribusi devisa pariwisata Bali terhadap Indonesia, pulau yang kecil ini," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain menyumbang lebih dari setengah devisa pariwisata nasional, sektor pariwisata juga berkontribusi besar terhadap perekonomian Bali. Koster menyebut sekitar 66 persen ekonomi Bali ditopang oleh sektor pariwisata.

ADVERTISEMENT

"Lantas, kontribusi pariwisata terhadap ekonomi Bali itu 66%, besar. Nah, dengan data ini itu juga berdampak pada pertumbuhan ekonomi Bali tahun 2025, 5,82%," katanya.

Menurutnya, manfaat pariwisata juga dirasakan sektor lain seperti pertanian dan perikanan karena banyak hotel dan restoran menggunakan produk lokal Bali, mulai dari buah-buahan, sayuran, telur hingga beras.

"Ini pariwisata ini mengerek petani, nelayan, dan perajin. Jadi, rembesannya ke masyarakat itu tinggi. Ini yang membedakan dunia pariwisata dengan dunia yang bersumber dari sumber daya alam seperti minyak, gas, batu bara, dan tambang lainnya," imbuhnya.

Berkat kontribusi sektor tersebut, Bali menempati posisi lima besar daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia. Menurutnya, empat daerah di atas Bali merupakan wilayah yang ditopang sektor sumber daya alam.

"Bali itu berada pada posisi nomor lima tingkat pertumbuhannya di Indonesia. Empat di atasnya Bali adalah semua daerah yang penghasil sumber daya alam: tambang, minyak, gas, dan emas, atau tambang umum lainnya. Jadi, Bali ini luar biasa dengan pariwisatanya," jelasnya.

Ia menambahkan, capaian tersebut tidak lepas dari meningkatnya kunjungan wisatawan pascapandemi COVID-19. Sebelum pandemi, jumlah wisatawan mancanegara ke Bali mencapai 6,27 juta orang pada 2019.

Setelah mengalami penurunan tajam pada 2020 dan 2021, kunjungan wisatawan mulai pulih sejak 2022 dan terus meningkat hingga saat ini. Sepanjang 2025, jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Bali tercatat mencapai sekitar 7,05 juta orang.

"Ini angka tertinggi sepanjang sejarah, ya, belum pernah tercapai. Itu yang lewat udara, belum kita hitung yang lewat darat lewat pintu domestik maupun yang lewat laut, ya, lewat cruise," pungkas gubernur dua periode itu.




(hsa/hsa)










Hide Ads