Gabriel Andristian Labi dan Dewa Putu Indra Mahkota asyik berenang di kolam seluas sekitar 60 meter persegi. Mereka berenang mengitari kolam. Sesekali kedua siswa SMAN 3 Singaraja itu duduk di tepi kolam.
Puas berenang, Gabriel dan Indra bergantian berfoto dengan latar air terjun setinggi lima meter. "Ini baru pertama kali main ke Banyu Wana dan bagus," tutur Gabriel kepada detikBali, Senin (16/2/2026).
Gabriel mengetahui Air Terjun Banyu Wana Amertha dari TikTok. Ia dan Indra lalu memutuskan pelesiran ke objek wisata yang berlokasi di Desa Wanagiri, Buleleng, tersebut. "Saya berniat ke sini lagi dan mengajak teman-teman," tutur pria berusia 17 tahun itu.
Air Terjun Banyu Wana Amertha berada di tengah hutan. detikers perlu berjalan kaki sekitar 1,2 kilometer dari tempat parkir untuk mencapai gerojokan yang menjadi lokasi syuting video klip boyband asal Korea Selatan, Tomorrow X Together (TXT), tersebut.
detikers dijamin tak akan bosan saat berjalan dari tempat parkir menuju Air Terjun Banyu Wana. Udara pegunungan yang sejuk berpadu dengan hamparan pohon kopi, cengkih, pisang, nangka, serta pepohonan lain akan memanjakan mata.
Sebagian jalur treking terbuat dari rabat beton sehingga mudah dilalui. Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Banyu Wana Amertha, pengelola Air Terjun Banyu Wana, juga memasang pegangan dan pembatas untuk akses yang curam.
Pelancong yang tak ingin berjalan bisa menggunakan ojek. Tarif ojek sebesar Rp 50 ribu, untuk pergi-pulang, dari tempat parkir sampai titik persimpangan jalan menuju air terjun. Sedangkan, untuk satu kali perjalanan ongkos ojeknya Rp 30 ribu.
Rasa lelah berjalan sekitar 25 menit dari tempat parkir menuju Air Terjun Banyu Wana hilang saat melihat gerojokan tersebut. Air melalui bebatuan berlumut yang berundak dan mengalir melewati sela-sela tumbuhan membentuk seperti tirai.
Air tersebut mengalir ke kedua kolam. Satu kolam dengan air bening kehijauan memiliki kedalaman sekitar 1 meter dan kolam lainnya sedalam sekitar 30 sentimeter. Daun berwarna-warni di tepi kolam dan kupu-kupu yang beterbangan di sekitar air terjun menambah cantiknya pemandangan saat itu. "Bak di negeri dongeng," gumam saya.
Saya pun bergegas ganti celana. Byur! Saya berenang di kolam tersebut. Air dan udara pegunungan membuat badan saya menggigil sebentar. Setelah berenang beberapa saat tubuh mulai terbiasa.
Puas berenang, saya berfoto dengan berbagai pose dengan latar Air Terjun Banyu Wana. Hasil fotonya Instagramable!
Para pelancong yang berenang di Air Terjun Banyu Wana tidak perlu khawatir karena terdapat satu kamar mandi dan satu ruang ganti di tepi kolam renang. Gazebo dan tempat duduk juga tersedia di sisi kolam. Sayangnya, saat itu kamar mandi tidak dilengkapi gantungan baju serta lampunya mati sehingga saya kesulitan saat bilas dan berganti baju.
Adapun, Air One letaknya bersebelahan dengan Air Terjun Banyu Wana Amertha. Air Terjun One lebih tinggi dibandingkan dengan Banyu Wana. Terdapat sebuah jembatan di depan Air Terjun One yang bisa dijadikan spot berfoto dengan latar belakang gerojokan tersebut.
Saya pun melanjutkan melali (jalan-jalan) ke air terjun lainnya. Terdapat tiga air terjun lainnya di kawasan objek wisata Banyu Wana yakni Air Terjun Spray, Air Terjun Kembar, dan Air Terjun One. Gerojokan-gerojokan itu bersembunyi di balik rimbunnya pepohonan alas Wanagiri.
Jarak Air Terjun Spray dari Air Terjun Banyu Wana sekitar 300 meter. detikers harus melalui jalur yang naik dan turun. Di beberapa titik akses menuju Air Terjun Spray berupa tangga yang sudah dilengkapi dengan pegangan.
Air Terjun Spray memiliki ketinggian sekitar 30 meter. Air mengalir di antara bebatuan dan tumbuhan dan melalui sebuah cerukan yang membentuk kolam. Gerojokan itu berada di tengah-tengah rimbunnya pepohonan.
Ada rasa ingin berenang. Namun, kabut yang perlahan turun dan hari mengancik sore membuat saya urung berenang di Air Terjun Spray dan memilih untuk bergegas pulang.
Bagi detikers yang ingin berenang di Air Terjun Spray tak perlu risau. Pengelola menyediakan dua kamar ganti di sana. Bagian atas kamar ganti pun menjadi spot foto dengan latar belakang gerojokan.
detikers juga tak perlu cemas jika lupa membawa makanan serta minuman. Terdapat sejumlah warung yang menjual makanan, minuman, hingga suvenir di objek wisata Banyu Wana. Minuman ringan seperti Mogu-Mogu, jus buah dengan jeli kelapa, dibanderol Rp 15 ribu. Adapun YOU C 1000 ukuran 140 mililiter dijual Rp 10 ribu dan bir Rp 30 ribu per botol.
Anggota Pokdarwis Banyu Wana Amertha, I Dewa Nyoman Putra, menuturkan empar air terjun yakni Banyu Wana Amertha, One, Spray, dan Kembar sudah diketahui warga Desa Wanagiri sejak dulu. Namun, saat itu empat gerojokan itu belum menjadi objek wisata karena lokasinya yang berada di hutan lindung. "Kami pun hanya boleh mencari ikan di sana," tuturnya.
Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup baru memberikan izin pengelolaan hutan tersebut pada warga Desa Wanagiri pada 2015. Kementerian mengizinkan warga desa mengelola hutan itu tapi melarang menebang pohon. Hutan pun ditanami kopi, alpukat, nangka, dan sebagainya.
Air Terjun Banyu Wana baru dibuka pada pertengahan 2016. Warga desa bergotong royong melapisi jalan setapak dengan rabat beton. "Pada 2017 itu kami buatkan jalan bertahap," tutur Putra.
Adapun kolam alami di Air Terjun Banyu Wana mulanya disangga dengan kayu. Perlahan, warga setempat menggantinya dengan semen. Pengelola juga membangun gazebo dan kamar mandi untuk wisatawan. "Itu kami bangun dari uang tiket," ujar pria yang lahir pada 1970 tersebut.
Pokdarwis, Putra melanjutkan, juga menyediakan tempat berkemah bagi wisatawan. Pelancong yang ingin berkemah cukup membayar tiket masuk saja alias tidak dipungut biaya tambahan.
Saat pertama dibuka untuk wisatawan, Pokdarwis Banyu Wana Amertha, Putra melanjutkan, hanya memungut punia (donasi). Kemudian turis yang berkunjung ke objek wisata itu dipungut Rp 10 ribu. Kini, wisatawan domestik dikenai karcis Rp 25 ribu dan turis asing Rp 50 ribu per orang.
Air Terjun Banyu Wana Amertha buka sejak pukul 08.00 hingga 16.00. Objek wisata itu hanya tutup saat Nyepi.
Putra menerangkan 80 persen pelancong yang berkunjung ke Air Terjun Banyu Wana adalah turis asing dan 20 persen wisatawan domestik. Jumlah pengunjung saat akhir pekan dan libur bisa mencapai 200-an orang per hari, sedangkan saat hari kerja hanya puluhan turis.
Nama Banyu Wana Amertha dipilih karena memiliki filosofi. Banyu berarti air, wana bermakna hutan, dan amertha anugerah atau rezeki. "Maknanya cari rezeki di hutan dan air," imbuh Putra.
Simak Video "Video Harum Menggoda Kue Laklak, Jajanan Pasar Legendaris Buleleng"
(gsp/gsp)