detikBali

Memacu Adrenalin di Wahana Arung Jeram Sungai Gelar Jembrana

Terpopuler Koleksi Pilihan

Memacu Adrenalin di Wahana Arung Jeram Sungai Gelar Jembrana


Sui Suadnyana, Adi Budiastrawan - detikBali

Pengunjung menikmati wahana river adventure atau menyusuri sungai menggunakan perahu karet di Sungai Gelar, Desa Batuagung, Jembrana, Bali, Minggu (25/1/2026). (I Putu Adi Budiastrawan/detikBali)
Foto: Pengunjung menikmati wahana river adventure atau menyusuri sungai menggunakan perahu karet di Sungai Gelar, Desa Batuagung, Jembrana, Bali, Minggu (25/1/2026). (I Putu Adi Budiastrawan/detikBali)
Jembrana -

Objek wisata Sungai Gelar di Desa Batuagung, Jembrana, Bali, kini punya daya tarik baru. Selain menawarkan kesejukan air sungai yang jernih, wisatawan kini bisa memacu adrenalin dengan menjajal wahana river adventure atau menyusuri sungai menggunakan perahu karet.

Pantauan detikBali di lokasi pada Minggu (25/1/2026), kawasan Sungai Gelar tampak dipadati wisatawan lokal yang menikmati libur akhir pekan dengan berendam. Namun, pemandangan berbeda terlihat dengan adanya aktivitas perahu karet yang mengarungi aliran sungai berbatu tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pengelola Gelar River Adventure, Ida Bagus Dewangkasa, mengungkapkan ide wahana ini muncul untuk menambah variasi hiburan bagi warga Jembrana dan wisatawan. Pengelola bekerja sama dengan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Gelar untuk mengemas potensi alam yang masih asri.

"Awalnya kami berpikir bagaimana membangkitkan pariwisata Jembrana. Setelah survei ke beberapa lokasi, Sungai Gelar ini memiliki debit air yang sangat memadai," ujar Dewangkasa saat ditemui di lokasi, Minggu (25/1/2025).

ADVERTISEMENT

Dewangkasa menjamin pengembangan wisata ini tetap mengedepankan kelestarian alam. Penataan jalur sungai dilakukan secara manual tanpa menggunakan alat berat. Pengelola kini menyiagakan sekitar 10 perahu karet untuk menyambut grand opening yang direncanakan pada Februari mendatang.

"Target kami bukan hanya domestik, tetapi juga wisatawan mancanegara. Kami sudah menjalin kerja sama dengan beberapa resor, seperti di kawasan Medewi, agar tamu yang surfing di sana bisa mampir menikmati suasana sungai di Gelar," imbuh Dewangkasa.

Meski berada di pedesaan, Dewangkasa menegaskan, aspek keamanan tetap menjadi prioritas utama dengan standar internasional, termasuk jaminan asuransi bagi pengunjung. Satu perahu karet nantinya akan diisi oleh dua orang penumpang dengan didampingi satu instruktur profesional.

Bagi detikers yang tertarik mencoba, tarif Gelar River Adventure untuk harga domestik atau lokal bervariasi, tergantung panjang jalur. Jalur pendek (short) bertarif Rp 100 ribu, jalur menengah (medium) Rp 200 ribu, dan jalur panjang (long) Rp 350 ribu.

"Kami masih melakukan survei untuk harga mancanegara. Harga tersebut sudah termasuk peralatan standar keamanan, lunch box, dan handuk. Minimal usia peserta adalah 15 tahun," jelas Dewangkasa.

Saat ini, fasilitas penunjang seperti ruang ganti dan kantor operasional masih dalam tahap penyempurnaan sebelum dibuka secara resmi untuk umum. Ke depannya, pengelola juga berencana mengembangkan paket trekking ke Gunung Merbuk, glamping di area Monumen Perjuangan Gelar hingga wahana ayunan (swing).

Daya tarik baru ini mendapat respons positif dari pengunjung. Salah satunya Ida Ayu Febrianti yang mengaku penasaran ingin mencoba sensasi menyusuri sungai dengan perahu karet.

"Sangat menarik ya. Biasanya kan kami cuma mandi-mandi di pinggir sungai saja. Sepertinya kalau menyusuri sungai begini lebih asyik. Kalau sudah resmi buka, saya pasti mau coba," kata Febrianti.

Meski demikian, Febrianti memberikan masukan agar pengelola segera melengkapi fasilitas informasi dan ruang ganti bagi pengunjung. "Tadi sempat bingung mau beli tiket di mana karena loketnya belum kelihatan. Ruang ganti juga penting sekali untuk kenyamanan," saran perempuan itu.




(iws/iws)










Hide Ads