Keterbatasan sarana tidak menjadi penghalang Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tabanan untuk menghadirkan pembinaan yang inovatif dan produktif. Lapas Tabanan kini memanfaatkan area branggang sebagai sarana peternakan ayam petelur bagi warga binaan.
Kalapas Tabanan, Prawira Hadiwidjojo, mengatakan berbekal pelatihan yang telah diberikan sebelumnya, warga binaan kini mengelola peternakan yang telah berjalan kurang lebih selama delapan bulan. Meski memanfaatkan area terbatas, sebanyak 114 ayam petelur dipelihara secara rutin dan mampu menghasilkan rata-rata 90 telur per hari.
"Hasil panen tersebut dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku kegiatan tata boga pada program kegiatan kerja. Sementara sebagian lainnya dipasarkan kepada petugas lapas," ujar Prawira, Selasa (4/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ayam petelur menjadi salah satu bentuk pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Selain menjadi keterampilan praktis bagi para narapidana, kehadiran ayam petelur ini juga memberikan manfaat nyata dalam mendukung ketahanan pangan internal lapas.
"Kami ingin setiap potensi yang dimiliki dapat dimanfaatkan secara optimal demi menciptakan pembinaan yang makin berkualitas," ujar Prawira.