Buntut Money Changer Bodong, Bali Luncurkan Website Aplikasi Kupva BB

Ni Made Lastri Karsiani Putri - detikBali
Selasa, 09 Agu 2022 20:14 WIB
Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho ketika ditemui di Plaza Renon, Denpasar, Bali
Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho ketika ditemui di Plaza Renon, Denpasar, Bali pada Selasa (9/8/2022). (Foto: Ni Made Lastri Karsiani Putri)
Denpasar -

Usai heboh money changer diduga bodong di Bali, Asosiasi Pedagang Valuta Asing (APVA) Bali mengembangkan website aplikasi layanan informasi dan reservasi penukaran valuta asing secara online.

Nantinya, dengan aplikasi tersebut, wisatawan dapat dimudahkan dalam mencari lokasi KUPVA BB berizin terdekat.

Selain itu, melalui aplikasi, wisatawan juga dapat melihat kurs nilai tukar dari KUPVA BB serta melakukan reservasi secara online sebelum nantinya wisatawan datang langsung ke Kantor KUPVA BB untuk menyelesaikan transaksinya.


Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati yang hadir dalam peluncuran website tersebut mengatakan, peluncuran website tersebut merupakan salah satu upaya pihaknya dalam menindaklanjuti adanya money changer bodong.

"Disamping kami melakukan penertiban-penertiban di lapangan, kami juga mengenalkan suatu aplikasi sehingga wisatawan itu bisa langsung melihat kurs nilai tukar. Mereka sering terjebak dengan harga yang tinggi dan lain sebagainya yang akhirnya membuat mereka ditipu," ucapnya ketika ditemui di Plaza Renon, Denpasar pada Selasa (9/8/2022).

Menurutnya, saat ini pihaknya bersama dengan kepolisian, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali hingga Satpol PP terus melakukan berbagai upaya dalam menindaklanjuti adanya kasus money changer bodong yang sempat menjadi perhatian berbagai pihak.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho, menjelaskan, bahwa dengan adanya kasus money changer bodong tersebut telah merugikan wisatawan mancanegara serta masyarakat.

"Ini berpotensi merusak citra pariwisata Bali yang saat ini sedang merangkak naik setelah dua tahun dihantam pandemi COVID-19. Dengan adanya aplikasi itu, sslain dapat mendukung operasional KUPVA BB di masa pandemi COVID-19 sekaligus sebagai sebuah bentuk inovasi layanan di era digital," ungkap Trisno.

Menurutnya, merujuk data bulan Juni 2022, terdapat 103 kantor pusat dan 388 kantor cabang KUPVA BB yang tersebar di seluruh Bali.

Sedangkan Ketua Asosiasi Pedagang Valuta Asing (APVA) Bali, Ayu Astuti Dhama mengatakan pihaknya optimistis dengan adanya aplikasi tersebut dapat membantu para wisatawan untuk dapat melakukan transaksi penukaran uang secara aman.

"Ini juga untuk membantu memulihkan citra pariwisata Bali karena sebelumnya ada money charger gelap tersebut. Intinya KUPVA BB yang sudah masuk ke aplikasi itu yang sudah resmi. Jadi, jangan bertransaksi di luar aplikasi itu," tukas Ayu Astuti



Simak Video "Modus Penipuan Oknum Money Changer Nakal di Bali"
[Gambas:Video 20detik]
(dpra/dpra)