Pura Batu Kursi Buleleng Dipercaya Sebagai Tempat Memohon Jabatan

Made Wijaya Kusuma - detikBali
Minggu, 26 Jun 2022 20:15 WIB
Pura Batu Kursi di Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali.
Pura Batu Kursi di Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali. Foto: Made Wijaya Kusuma
Buleleng -

Desa Pemuteran, Buleleng, Bali, tak melulu soal wisata baharinya. Ada banyak destinasi wisata yang dapat dikunjungi, salah satunya wisata spiritual di Pura Batu Kursi.

Pura Batu Kursi merupakan salah satu kawasan suci yang dikeramatkan masyarakat di Desa Pemuteran. Pura ini dipercaya masyarakat setempat sebagai tempat untuk memohon petunjuk tentang jabatan atau kedudukan.

Lokasinya berada di Banjar Dinas Palasari, Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali, tepatnya di sebelah barat daya Pura Pemuteran. Di mana untuk mencapai Pura Batu Kursi perlu usaha ekstra, sebab harus menaiki ratusan anak tangga menuju pura yang terletak di bukit dengan ketinggian sekitar 800 meter di atas permukaan laut.


Namun rasa lelah dan panas ketika menaiki ratusan anak tangga itu akan terbayarkan ketika sampai di Pura Batu Kursi. Pasalnya, keindahan teluk di Pantai Pemuteran akan terlihat jelas dari atas bukit. Begitu pula dengan hijaunya rerumputan di kawasan Bukit Batu Kursi ketika musim penghujan datang.

Pemandangan Bukit Batu Kursi di Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali.Pemandangan Bukit Batu Kursi di Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali. Foto: Made Wijaya Kusuma

Jro Bendesa Pemuteran, I Ketut Wirdika mengatakan, Pura Batu Kursi mulai terkenal dan didatangi banyak orang usai sesepuh dari Puri Pemecutan mendapat pawisik tentang Batu Mekorsi. Setelah itu, banyak orang spiritual dari berbagai wilayah datang ke Pura Batu Kursi, terutama dari Pulau Bali dan Jawa.

"Dari situlah semakin banyak orang yang datang untuk memohon jabatan, kemungkinan saja ada yang terjadi, dan dari situlah terkenal Pura Batu Kursi," ujarnya.

Mangku Wirdika menjelaskan, orang yang tangkil ke Pura Batu Kursi sebenarnya tidak serta merta memohon jabatan, akan tetapi lebih kepada melancarkan kedudukan atau pekerjaan yang ditekuni.

"Sebenarnya orang-orang nusantara sangat patut datang ke wilayah Batu Kursi, karena beliau itu sebagai penuntun raja-raja nusantara. Jadi betul memang pejabat datang ke sana, agar dituntun dan dibimbing untuk dapat menyejahterakan masyarakat, jadi bukan (hanya) memohon jabatan, istilahnya biar kita ada taksunya (wibawa)," tukas Wirdika.



Simak Video "Rawan Bencana, Masyarakat di Buleleng Diedukasi Tanggap Darurat"
[Gambas:Video 20detik]
(irb/irb)