Sering Diabadikan dalam Foto, Ini Fungsi Pura Ulundanu Beratan

Abrur - detikBali
Sabtu, 16 Apr 2022 08:12 WIB
Pura Danau Beratan
Pura Ulundanu Beratan. (brur/detikBali)
Tabanan -

Danau Beratan yang terletak di Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Tabanan, menjadi salah satu obyek wisata di Bali yang kerap dikunjungi wisatawan, baik asing maupun domestik. Di tepi danau ini, terdapat satu komplek tempat suci yang dinamakan Pura Ulundanu Beratan.

Salah satu bagian dari areal tempat suci itu adalah dua bangunan pura yang terlihat mengambang di atas permukaan air. Kedua bangunan ini kerap diabadikan ke dalam foto atau video.

Di samping keindahannya yang dijadikan sebagai ikon wisata itu, dua pura tersebut memiliki fungsi religi yang sangat tinggi bagi umat Hindu di Pulau Bali.


Wakil Penguger Pura Ulundanu Beratan I Nyoman Sukita menjelaskan, dua pura yang terlihat mengambang di permukaan air itu berfungsi sebagai tempat pemujaan Dewa Brahma, Wisnu, Siwa, dan Dewi Danu.

"Pura dengan meru tumpang telu (atap tiga) merupakan Trilingga. Fungsinya sebagai tempat pemujaan Dewa Brahma, Wisnu, dan Siwa. Sedangkan pura dengan meru tumpang sebelas berfungsi sebagai tempat pemujaan Dewi Danu," jelas Sukita.

Menurutnya, Dewi Danu merupakan manifestasi Tuhan yang telah memberikan kesuburan dan kemakmuran. Sehingga pemujaan terhadap Dewi Danu berkaitan erat dengan aktivitas pertanian.

"Pemujaannya dilakukan sebagai bentuk syukur dan terima kasih atas kesuburan dan kemakmuran yang diperoleh dari aktivitas pertanian," imbuh Sukita.

Prosesi pemujaan terhadap Dewi Danu ini berlangsung bersamaan dengan pura lainnya yang masih berada dalam satu areal. Seperti Pura Dalem Purwa yang menjadi tempat pemujaan Tuhan sebagai penguasa seisi alam. Serta Pura Penataran yang menjadi tempat pemujaan sembilan dewa dari sembilan arah mata angin.

Sukita menjelaskan, upacara pemujaan tersebut rutin dilaksanakan setiap enam bulan sekali. Tepatnya pada Anggara Kasih Julungwangi atau Selasa Kliwon Wuku Julungwangi.

"Atau 15 hari sebelum hari raya Galungan. Umat Hindu dari berbagai daerah di Bali akan datang ke sini," kata Sukita.

Keterkaitannya dengan aktivitas pertanian juga membuat pura ini berhubungan dengan Subak atau organisasi pertanian tradisional di Bali. Air dari Danau Beratan mengaliri Kabupaten Badung, Kabupaten Tabanan, dan Kota Denpasar.

Sehingga saat prosesi upacara dilakukan, tiga pemerintah daerah tersebut dipastikan ikut bertanggung jawab dalam pelaksanaannya. Termasuk para warga yang tergabung ke dalam Gebok Satakan.

"Gebok Satakan ini terdiri dari 15 desa adat, 3 desa pemaksan, dan 2 ayahan puri," pungkasnya.



Simak Video "Keindahan Pura Ulundanu Beratan yang Jadi Tempat Ibadah"
[Gambas:Video 20detik]
(nke/nke)