Lionel Messi akhirnya mengucapkan selamat tinggal kepada Timnas Argentina. Stadion Monumental menjadi saksi haru ketika sang pemilik nomor 10 menutup perjalanan panjangnya bersama La Albiceleste dengan satu gol, dua assist, dan kemenangan 3-0 atas Benin.
Argentina menghadapi Benin di Estadio Monumental, Buenos Aires, Rabu (7/10) pagi WIB. Bagi Messi, laga tersebut bukan sekadar pertandingan persahabatan. Itu menjadi panggung terakhirnya mengenakan seragam Tim Tango di hadapan para suporter.
Messi sudah mengumumkan pensiun dari Timnas Argentina pada akhir Agustus lalu. Laga kontra Benin pun menjadi kesempatan terakhir bagi La Pulga untuk membela negaranya sekaligus berpamitan secara langsung kepada para suporter.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Messi Pensiun, Argentina Malah Panggil Lagi |
Perpisahan itu berlangsung dengan cara yang istimewa. Messi bermain penuh dan tampil gemilang dengan mencetak satu gol serta menyumbang dua assist untuk kemenangan Argentina.
Dilansir dari Marca, momen haru bahkan sudah terasa ketika pertandingan memasuki menit ke-10. Permainan dihentikan sejenak.
Para pemain dan suporter di stadion bertepuk tangan. Semua memberikan penghormatan kepada nomor 10 yang selama bertahun-tahun menjadi simbol kejayaan Argentina.
Para pemain Benin pun ikut ambil bagian dalam momen tersebut. Mereka menghampiri Messi dan menyalami La Pulga.
Messi membalasnya dengan menyalami para pemain Benin satu per satu. Setelah itu, dia bertepuk tangan ke seluruh penjuru tribune, membalas penghormatan yang diberikan para suporter.
Salam Perpisahan Messi
Setelah pertandingan berakhir, suasana di Monumental semakin emosional. Di hadapan para suporter, Messi menyampaikan salam perpisahannya setelah perjalanan panjang bersama Timnas Argentina.
Setelah 208 pertandingan dan 126 gol, La Pulga menyebut bermain untuk negaranya sebagai salah satu hal terindah dalam hidupnya. Namun, kali ini dia harus menerima kenyataan bahwa perjalanan tersebut telah berakhir.
Messi mengaku sebenarnya ingin terus kembali membela Argentina karena begitu besarnya arti tim nasional bagi dirinya.
"Saya ingin terus datang kembali selamanya, karena bermain untuk tim nasional Argentina adalah hal terindah yang bisa terjadi kepada Anda. Yang paling indah," kata Messi seperti dikutip ESPN.
Kalimat itu menjadi gambaran betapa dalamnya hubungan Messi dengan seragam Argentina. Setelah bertahun-tahun membawa negaranya melewati suka dan duka, sang kapten akhirnya harus mengucapkan selamat tinggal.
Monumental dan Kenangan Piala Dunia
Lionel Messi. (Foto: REUTERS/Carl Recine) |
Stadion Monumental menjadi tempat yang tepat untuk menutup perjalanan Messi bersama Argentina. Di stadion tersebut, Messi mencetak gol internasional terbanyak sepanjang kariernya bersama Argentina, yakni 19 gol.
Monumental juga menjadi tempat Argentina kembali merayakan kesuksesan mereka setelah menjuarai Piala Dunia 2022 di Qatar.
Kenangan itulah yang kembali diingat Messi saat mengucapkan salam perpisahan. Ada kebahagiaan besar yang pernah dirasakan di stadion tersebut, tetapi kini tempat yang sama menjadi saksi perpisahan.
"Saya mengalami salah satu hari paling bahagia dalam karier saya di sini, hari ketika kami kembali untuk pertandingan pertama setelah Piala Dunia," ujarnya.
"Saya tidak akan pernah melupakan apa yang saya saksikan hari itu; itu adalah hal terindah yang pernah terjadi kepada saya."
Pernyataan Messi tersebut membuat suasana Monumental semakin emosional. Air mata terlihat di wajah sejumlah penonton maupun rekan-rekan setimnya yang berada di sekeliling sang kapten.
Namun, kebahagiaan atas perjalanan panjang Messi bersama Argentina bercampur dengan kesedihan karena semuanya harus berakhir.
"Tak pelak lagi, sekarang saya menghadapi hari paling menyedihkan dalam karier saya: mengucapkan selamat tinggal kepada tim nasional," lanjutnya.
"Selamat tinggal kepada kalian semua. Saya akan merindukan kalian; saya akan merindukan membela warna tim nasional, tetapi sekarang saya akan berada di sana bersama kalian, mendukung para pemain ini dan semua yang datang setelah mereka. Selalu, selalu bersatu."
Tango Terakhir Messi
Sebelum mengucapkan salam perpisahan, Messi memastikan pertandingan terakhirnya bersama Argentina ditutup dengan penampilan yang pantas dikenang.
Sempat gagal memanfaatkan sejumlah peluang, pemain berusia 39 tahun itu akhirnya mencetak gol melalui penalti pada menit ke-71. Tendangan kaki kirinya menghujam sudut atas gawang Benin dan disambut gemuruh penonton yang meneriakkan namanya.
Messi sebelumnya juga menjadi kreator dua gol Argentina. Umpan sepak pojoknya disundul Nicolás Otamendi pada menit ke-48, sebelum dia memberikan umpan kepada Nico Paz yang kemudian mencetak gol lewat tembakan melengkung.
Argentina menang 3-0. Messi pun menutup pertandingan ke-208-nya dengan satu gol dan dua assist.
Setelah peluit akhir berbunyi, langit di atas Monumental dihiasi pertunjukan drone yang menampilkan berbagai momen dalam perjalanan karier Messi, termasuk gambar paling ikonik: dirinya mengangkat trofi Piala Dunia di Qatar pada 2022.
Monumental pun menjadi saksi akhir perjalanan internasional Messi setelah 21 tahun membela Argentina, dua gelar Copa America, dan satu trofi Piala Dunia.
Sang legenda telah mengucapkan selamat tinggal. Namun, kenangan Messi bersama Argentina, dari perjuangan hingga mengangkat trofi Piala Dunia, akan selalu menjadi bagian dari sejarah Tim Tango.
(dpw/dpw)
