detikBali

Ramon Vega Jadi Penantang Pertama Infantino di Pemilihan Presiden FIFA

Terpopuler Koleksi Pilihan

Ramon Vega Jadi Penantang Pertama Infantino di Pemilihan Presiden FIFA


Randy Prasatya - detikBali

MANCHESTER, ENGLAND - SEPTEMBER 27: Ramon Vega, Vega Swiss Asset Management CEO and Founder talks during day 2 of the Soccerex Global Convention 2016 at Manchester Central Convention Complex on September 27, 2016 in Manchester, England.  (Photo by Daniel Smith/Getty Images for Soccerex)
Ramon Vega. (Foto: Daniel L Smith)
Denpasar -

Gianni Infantino mendapat penantang pertama dalam pemilihan Presiden FIFA tahun depan. Mantan bek Tottenham Hotspur, Ramon Vega, resmi menyatakan niatnya maju untuk merebut kursi yang saat ini ditempati Infantino.

Pencalonan Vega datang ketika posisi Infantino tengah mendapat tekanan. Presiden FIFA tersebut sebelumnya mendapat desakan untuk mundur dari sejumlah konfederasi setelah rencana penjualan saham Piala Dunia kepada investor swasta gagal dan memicu reaksi keras di dunia sepakbola.

Meski demikian, Infantino menegaskan masih berkomitmen memimpin FIFA. Bulan lalu, dia menyatakan masih berkomitmen penuh untuk memimpin FIFA, meski UEFA, Concacaf, dan Konfederasi Sepakbola Asia (AFC) meminta dirinya mundur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Vega menyatakan pencalonannya sebagai upaya untuk membawa perubahan di tubuh FIFA. Dia ingin menyatukan kembali keluarga sepak bola dunia, melakukan reformasi, serta memulihkan kepercayaan terhadap FIFA.

ADVERTISEMENT

"Saya maju untuk menyatukan kembali keluarga sepak bola dunia, menghadirkan reformasi yang nyata dan berkelanjutan, memodernisasi FIFA untuk menghadapi abad ke-21, memulihkan stabilitas dan kredibilitas, serta membangun kembali kepercayaan yang sangat dibutuhkan sepak bola saat ini," kata Vega yang dikutip dari BBC.

Bukan Kali Pertama Tantang Infantino

Vega bukan kali pertama mencoba masuk dalam persaingan menuju kursi Presiden FIFA. Pria asal Swis itu sempat mempertimbangkan pencalonan pada 2015 setelah Sepp Blatter diskors.

Pada 2019, Vega kembali menyatakan keinginannya menantang Infantino. Namun, ia gagal mendapatkan dukungan minimal yang dibutuhkan untuk masuk dalam daftar kandidat. Saat itu, calon presiden FIFA harus mendapat dukungan sedikitnya lima dari 211 federasi anggota FIFA.

Kini, Vega kembali maju dengan kritik keras terhadap kepemimpinan FIFA saat ini.

"Saya maju karena perjalanan hidup telah mempersiapkan saya untuk mengabdi kepada sepakbola. Sepakbola bukan milik presiden, konfederasi, atau administrator. Sepakbola jauh lebih besar daripada jabatan, individu, maupun institusi mana pun," Vega menjelaskan.

"Kepemimpinan saat ini telah membuat sepak bola kehilangan semangat. Tata kelola yang lemah telah merusak kredibilitas FIFA dan mengikis kepercayaan di antara keluarga sepakbola dunia."

"Sepak bola sedang berada di ruang gawat darurat dan dalam kondisi kritis. Kita tidak bisa menunggu lebih lama lagi. FIFA membutuhkan arah baru dan reformasi mendasar."

"Kita harus menyatukan kembali keluarga sepak bola, memulihkan kepercayaan, menghadirkan stabilitas, dan memodernisasi tata kelola FIFA. Hal ini membutuhkan perubahan yang tegas, bukan sekadar perubahan kosmetik," tegasnya.



(dpw/dpw)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads