Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, dituding memaksa winger Gabriel Martinelli untuk pergi. Tudingan itu datang dari legenda Arsenal, Ian Wright.
Menurut Wright, Arteta terlalu keras memperlakukan pemain Timnas Brasil itu. Salah satunya, keputusan Arteta yang tidak memasukkan Martinelli ke dalam skuad Arsenal kala menang 3-0 atas Coventry City di laga pembuka Premier League 2026/2027.
Sebelumnya, pemain berusia 25 tahun itu juga absen dalam laga Community Shield Arsenal vs Manchester City. Situasi tersebut semakin memperkuat spekulasi bahwa Arteta sedang memaksa Martinelli untuk pergi dari Arsenal. Wright mengaku tidak nyaman melihat situasi yang dialami Martinelli.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Bruno Guimaraes Resmi Gabung Arsenal |
"Mengenai Martinelli dan cara Martinelli diperlakukan saat ini, itu benar-benar membuat saya merasa tidak nyaman," kata Wright kepada Sky Sports.
"Dia selalu memberikan 100 persen, saya tidak mengatakan dia yang terhebat, dia benar-benar telah menciptakan beberapa momen besar untuk Arsenal, beberapa pertandingan besar, dia telah mencetak beberapa gol yang sangat penting."
"Cara dia diperlakukan di akhir ini, saya tahu mereka mungkin ingin dia pergi, dan banyak orang mengatakan, mungkin sudah waktunya dia pindah, tetapi ada cara untuk melakukan itu dan itu juga harus sesuai dengannya, bagaimana dia ingin pergi," sambungnya.
Wright juga mencoba mengulas dari sisi Martinelli. Pria berusia 62 tahun itu menduga kalau Martinelli masih merasa bisa bersaing dengan Christos Tzolis, beda cerita jika Arsenal mendatangkan Vinicius Junior yang berpotensi membuat Martinelli sadar diri untuk pergi.
"Saya merasa sedih untuknya. Saya hanya ingin mengatakan bahwa saya pikir dia telah melakukan cukup banyak hal untuk tim ini, untuk skuad ini, sehingga pantas diperlakukan dengan sedikit lebih hormat daripada yang dia terima saat ini," Wright menegaskan.
Arteta memang sudah dikenal sangat "kejam" dalam menyingkirkan pemain. Mesut Oezil dan Pierre-Emerick Aubameyang adalah sedikit nama yang menjadi korban ketiadaan kompromi Arteta.
Artikel ini sudah tayang di detikSport, baca selengkapnya di sini!