Pemandangan menarik terjadi saat Bali United mengalahkan PSBS Biak di Stadion Kapten I Wayan Dipta, dalam pekan ke-26 Super League 2025/2026. Dalam laga itu, pelatih Bali United, Johnny Jansen mendapat hadiah kartu kuning dari wasit Agung Setiawan.
Momen itu terjadi pada menit 87 atau ketika Bali United sedang unggul 5-1. Johnny Jansen nampak melakukan protes berlebihan kepada wasit saat pemain Serdadu Tridatu melakukan pelanggaran kepada pemain Biak ketika situasi counter attack.
Pelatih asal Belanda itu pun nampak berteriak kencang. Bahkan suaranya terdengar jelas, mengingat stadion kala itu sedang kosong tanpa penonton. Wasit pun menghampiri Jansen sekaligus memberikannya kartu kuning perdananya di Liga Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait hal ini, Johnny Jansen yang dikonfirmasi bercerita jika kartu tersebut adalah yang pertama kalinya ia dapatkan. "Selama 26 kali pertandingan, ini kartu kuning pertama saya dapatkan. Sebelumnya memang saya tidak pernah melakukan protes atau emosi berlebihan kepada wasit," ujar Johnny Jansen, Rabu (8/4/2026).
Ia beralasan ledakan emosinya dipicu karena keputusan wasit saat memberhentikan pertandingan dan memberikan pelanggaran kepada pemain Bali United.
"Saya sudah amati ketika pemain kami dilanggar saat counter attack, wasit hanya diam. Tapi ketika lawan melakukan serangan dan kami menghentikannya, wasit dengan gampang memberikan pelanggaran," bebernya.
Namun, emosi itu hanya luapan sesaat. Johnny Jansen sadar bahwa apa yang dilakukannya adalah keliru. Bahkan ia setuju dengan keputusan wasit yang memberikannya kartu.
"Saya setuju dengan kartu kuning itu. Kalau dilihat di Super League ini banyak pelatih dapat kartu karena protes. Saya sadar bahwa kadang tidak boleh bersikap berlebihan dengan wasit," pungkasnya.
(hsa/hsa)










































