Timnas Italia menorehkan catatan pahit dalam sejarah sepakbola mereka. Gli Azzurri mencatatkan hat-trick kegagalan lolos ke Piala Dunia.
Italia yang pernah empat kali menjadi juara dunia kini justru terpuruk. Dalam tiga edisi terakhir, Gli Azzurri selalu gagal menembus putaran final.
Tren negatif ini berlanjut hingga Piala Dunia 2026. Italia kembali tersingkir di babak play-off usai kalah dari Bosnia dan Herzegovina.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Laga final play-off yang digelar di Stadion Bilino Polje, Zenica, Rabu (1/4/2026) dini hari WIB berakhir imbang 1-1 hingga perpanjangan waktu. Italia akhirnya kalah 1-4 lewat adu penalti.
Hasil itu memastikan Italia untuk ketiga kalinya secara beruntun absen di Piala Dunia.
Baca juga: Bapuk! Italia Gagal Lagi ke Piala Dunia 2026 |
Rangkaian Kegagalan
Catatan pahit ini tidak terjadi dalam semalam. Sejak menjuarai Piala Dunia 2006, performa Italia terus menurun.
Pada Piala Dunia 2010 dan 2014, Italia sudah menunjukkan gejala penurunan setelah tersingkir di fase grup.
Puncaknya terjadi pada kualifikasi Piala Dunia 2018. Italia gagal lolos usai disingkirkan Swedia di babak play-off dengan agregat 0-1. Itu menjadi kali pertama sejak 1958 Italia absen di Piala Dunia.
Kegagalan berlanjut pada edisi 2022. Italia kembali tersandung di babak play-off, kali ini oleh Makedonia Utara lewat kekalahan 0-1 di semifinal.
Menuju Piala Dunia 2026, Italia lagi-lagi harus melalui jalur play-off setelah hasil kurang maksimal di kualifikasi.
Alih-alih bangkit, Italia kembali tumbang. Bosnia dan Herzegovina menjadi batu sandungan terbaru yang memperpanjang derita Gli Azzurri.
Derita Berlanjut di Level Klub
Keterpurukan Italia juga terlihat di level klub. Wakil-wakil Italia di Liga Champions 2025/2026 tak mampu berbicara banyak.
Atalanta menjadi tim yang melaju paling jauh, yakni hingga babak 16 besar sebelum disingkirkan Bayern Munich. Sementara tiga wakil lainnya tersingkir lebih awal.
Napoli selaku juara bertahan Serie A bahkan gagal lolos ke fase gugur. Inter Milan dan Juventus tersingkir di babak play-off knockout usai dikalahkan Bodo/Glimt dan Galatasaray.
Pelatih Gli Azzurri Gennaro Gattuso mengakui sepakbola Italia memang sedang menghadapi masa sulit.
"Saya tidak akan terlibat dalam kontroversi ini, saya seorang pelatih," ucap Gattuso.
"Kita semua tahu ini sudah jadi kesulitan selama beberapa tahun, saya bukan orang yang tepat untuk bicara soal apa yang perlu kami perbaiki, ada orang-orang yang lebih tahu daripada saya. Jadi kita lihat saja nanti," katanya.
(dpw/dpw)










































