detikBali

Pemkab Lombok Tengah Akan Bangun Pusat Peribadatan Lintas Agama di Mandalika

Terpopuler Koleksi Pilihan

Pemkab Lombok Tengah Akan Bangun Pusat Peribadatan Lintas Agama di Mandalika


Edi Suryansyah - detikBali

Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri, saat ditemui di ruangnya, Senin (5/10/2026). (Foto: Edi Suryansyah/detikBali)
Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri. (Foto: Edi Suryansyah/detikBali)
Lombok Tengah -

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah berencana membangun pusat peribadatan lintas agama di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Sarana ibadah itu diharapkan dapat mempermudah para wisatawan yang datang ke Lombok agar bisa berlibur tanpa takut meninggalkan ibadahnya.

"Ketika kami bertemu dengan teman-teman nonmuslim yang datang dari Jakarta maupun daerah lainnya itu bertanya di mana kita beribadah," kata Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri, kepada awak media, Senin (19/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pathul mengatakan rencana tersebut muncul atas masukan dari berbagai pihak yang menanyakan tempat ibadah nonmuslim di Lombok Tengah. Ia mengaku telah berkomunikasi dengan InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) terkait pembangunan kompleks rumah ibadah di KEK Mandalika.

"Nah, terpikir oleh kami bersepakat untuk memohon kepada ITDC meminta tanah untuk nanti agama-agama lain ini punya sarana ibadah untuk beribadah," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Selain itu, Pathul juga sudah meminta saran kepada para ulama di Lombok Tengah terkait rencana tersebut. Selain itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) juga telah memberikan lampu hijau terkait pembangunan kompleks ibadah tersebut.

"Ini konsolidasi kami sudah hampir tahunan, sudah satu tahun lebih kami membuka ikhtiar kepada para alim, para ulama, untuk meminta saran atas niat pemerintah ingin membangun sarana ibadah di satu titik," kata Pathul.

Pathul menjelaskan sarana ibadah ini dirancang dengan bangunan terpisah, tetapi berada di satu kompleks yang sama. Kompleks tempat suci tersebut terdiri dari bangunan masjid untuk umat Islam, gereja untuk umat Kristiani, pura untuk pemeluk Hindu, vihara untuk umat Buddha, dan kelenteng untuk Konghucu.

"Alhamdulillah kami diberikan lahan oleh ITDC untuk membangun sarana ibadah di satu titik. Yang akan membangun sarana ibadah di satu tempat dan ini nanti akan menjadi salah satu spot wisata di KEK Mandalika," sambungnya.

Berdasarkan hasil koordinasinya dengan ITDC, luas lahan yang akan disiapkan untuk pembangunan pusat peribadatan itu sekitar 2 hektare. Namun, Pathul berujar, lokasi pastinya saat ini belum diputuskan.

"Posisi ada dua titik, pertama ada di Jalan Bundaran Songgong ke arah timur sedikit, kedua di dekat Masjid Nurul Bilad bekas Stone Klaser. Tapi, ini nanti akan kami bahas lagi untuk menentukan di mana lokasi yang tepat," bebernya.

Di sisi lain, Pathul mengatakan anggaran pembangunan tersebut hingga kini masih belum diputuskan. Ia menyampaikan Pemkab Lombok Tengah kemungkinan hanya menyediakan tempat, sedangkan pembangunannya akan diserahkan kepada masing-masing umat.

"Anggaran nanti dari umat beragama, ini nanti dibangun oleh masing-masing," pungkasnya.



(iws/iws)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads