detikBali

Polisi Tidak Proses Hukum 5 Buruh Proyek Lompat Pagar Nonton MotoGP Mandalika

Terpopuler Koleksi Pilihan

Polisi Tidak Proses Hukum 5 Buruh Proyek Lompat Pagar Nonton MotoGP Mandalika


Abdurrasyid Efendi - detikBali

Sejumlah buruh proyek diamankan ke Polsek Kawasan Mandalika, Minggu (11/10/2026).
Sejumlah buruh proyek diamankan ke Polsek Kawasan Mandalika, Minggu (11/10/2026). (Foto: Dok. Polda NTB)
Mataram -

Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Barat (NTB) tidak melanjutkan proses hukum terhadap lima buruh proyek asal Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Kelima buruh proyek tersebut sebelumnya diamankan lantaran melompati pagar Sirkuit Mandalika demi menonton balap MotoGP tanpa menggunakan tiket.

"Sudah kami kembalikan kepada mandornya setelah kami berikan pembinaan, edukasi, pemahaman, dan membuat surat pernyataan," kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda NTB, Kombes Arisandi, Senin (12/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Arisandi mengungkapkan surat pernyataan itu berisikan komitmen para buruh proyek tersebut untuk tidak mengulangi perbuatannya. Menurut dia, kasus tersebut tidak dilanjutkan ke proses hukum karena tidak ada laporan resmi dari InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) selaku pengelola Sirkuit Mandalika di Lombok Tengah.

"Hingga saat ini, ITDC juga belum ada laporan. Kalau memang ini diproses hukum, kita ada laporan. Tapi, sejauh ini belum. Jadi, sifatnya kami hanya lakukan pembinaan saja," imbuhnya.

ADVERTISEMENT

Sebelumnya, lima orang itu diamankan oleh petugas keamanan saat balapan utama MotoGP di Sirkuit Mandalika pada Minggu (11/10). Kelimanya kemudian diserahkan ke Subsatgas Penegakan Hukum (Gakkum) Operasi Mandalika Rinjani 2026.

"Kelima orang tersebut diserahkan pihak keamanan sirkuit kepada Subsatgas Gakkum, setelah diketahui masuk dengan melompati pagar di kawasan green gate tanpa memiliki tiket," kata Arisandi.

Menurut Arisandi, kelima pria itu telah berada di Lombok Tengah selama dua bulan. Mereka bekerja di proyek pembangunan vila di kawasan Mengulung, Kuta Mandalika.

Hasil pemeriksaan awal, kelima pria tersebut berangkat dari tempat mereka menuju Sirkuit Mandalika dengan berjalan kaki. Mereka mengaku ingin menyaksikan balapan dari bukit di belakang Pertamina Mandalika.

"Saat melihat orang lain melompati pagar, mereka ikut melakukan hal serupa. Ketika diperiksa petugas, mereka mengaku tidak memiliki tiket," imbuh Arisandi.



(iws/iws)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads