detikBali

Hotel Jurnalis Kawakan Dibatalkan Sepihak, PHRI NTB: Itu Miskomunikasi!

Terpopuler Koleksi Pilihan

Hotel Jurnalis Kawakan Dibatalkan Sepihak, PHRI NTB: Itu Miskomunikasi!


Sui Suadnyana, Ahmad Viqi - detikBali

Ketua PHRI NTB, Ni Ketut Wolini, saat ditemui di Bazar Mandalika, Lombok Tengah, Jumat sore (9/10/2026). (Foto: Ahmad Viqi/detikBali)
Foto: Ketua PHRI NTB, Ni Ketut Wolini, saat ditemui di Bazar Mandalika, Lombok Tengah, Jumat sore (9/10/2026). (Foto: Ahmad Viqi/detikBali)
Lombok Tengah -

Penginapan jurnalis sekaligus pengamat MotoGP, Simon Patterson, dibatalkan secara sepihak oleh pihak hotel. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Nusa Tenggara Barat (NTB) turut merespons hal itu.

Ketua PHRI NTB, Ni Ketut Wolini, meluruskan insiden tersebut. Menurutnya, hal itu disebabkan miskomunikasi teknis antarpihak.

"Itu ada mis ya. Kadang-kadang ada kasus hotel sudah menjual kamar sejak setahun lalu dengan harga biasa, tetapi lupa kalau di tanggal itu ada event MotoGP," kata Wolini saat diwawancarai di Bazar Mandalika, Lombok Tengah, Jumat sore (9/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wolini menegaskan masalah itu sudah selesai secara kekeluargaan. Tamu yang hendak menginap di sana juga sudah mendapatkan kamar hotel lain.

PHRI NTB telah membentuk tim kecil khusus untuk mengantisipasi kendala serupa serta menjaga kenyamanan wisatawan selama ajang balap dunia berlangsung. Tim ini bertugas memantau operasional serta merespons cepat setiap keluhan yang masuk di lapangan.

ADVERTISEMENT

"Setiap ada perhelatan MotoGP, kami bentuk tim kecil untuk memantau semua hotel. Kalau ada aduan, kita langsung koordinasi cepat dengan pihak terkait, termasuk kepolisian," terang Wolini.

Wolini optimistis seluruh permasalahan di lapangan dapat teratasi dengan baik demi menjaga nama baik NTB sebagai tuan rumah perhelatan balapan kelas dunia.

Diberitakan sebelumnya, jurnalis sekaligus pengamat senior MotoGP, Simon Patterson, merasa ditipu pengelola penginapan di Lombok, NTB. Dia mengaku sudah melakukan pemesanan jauh-jauh hari, namun sesaat sebelum kedatangan, pihak penginapan melakukan pembatalan sepihak!

Hal tersebut diceritakan Simon melalui akun X resminya. Dia mengaku benar-benar kesal dengan pelayanan akomodasi yang dianggapnya sudah melakukan penipuan tersebut.

"Benar-benar kesal karena urusan akomodasi saya di Indonesia dikacaukan tepat 48 jam sebelum kedatangan! Saran penting: hindari para penipu di NA Hostel, Kuta, Lombok," demikian tulis Simon Patterson melalui akun X resminya, dikutip detikOto Selasa (6/10).

Di postingan yang sama, Simon membagikan bukti email dari NA Hostel yang melakukan pembatalan sepihak. Mulanya, mereka bilang, pembatalan tersebut disebabkan gedung penginapan yang sedang direnovasi. Bahkan, perbaikan tersebut diklaim memerlukan waktu lama.



(hsa/hsa)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads