Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, merespons kejadian pembatalan sepihak hotel yang hendak menjadi tempat menginap jurnalis sekaligus pengamat senior MotoGP, Simon Patterson, di Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, jelang MotoGP Mandalika 2026.
Iqbal mengaku kaget mendengar kabar tersebut. Ia mengatakan pihaknya telah menelusuri hal tersebut dan mendapatkan informasi bahwa yang membatalkan pesanan kamar Simon Patterson bukan dari pihak hotel, tetapi dari aplikasi yang digunakan.
"Kan pemesanan itu ada dua, bisa marketplace-nya dan bisa hotelnya, sudah kami cek bukan hotelnya, tetapi marketplace-nya yang melakukan," kata Iqbal kepada detikBali seusai menemui ratusan volunteer di ruangan VIP Deluxe Premiere Sirkuit Mandalika, Selasa (6/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah mengetahui bahwa bukan pihak hotel yang membatalkan pemesanan kamar itu, Iqbal mengaku tak bisa intervensi jauh ihwal masalah itu. Menurutnya, kejadian seperti ini memang kerap terjadi pada wisatawan yang memesan akomodasi via aplikasi.
"Jadi kalau marketplace itu bukan jangkauan kami, tetapi kalau yang hotel kami bisa ngomong. Ini bukan kasus pertama, ada kasus serupa juga yang melakukan itu adalah marketplacenya," ujar Iqbal.
Iqbal sangat menyayangkan hal tersebut terjadi, terlebih korban dalam kejadian ini merupakan sosok yang berpengaruh di media sosial internasional.
Iqbal melihat, pembatalan sepihak oleh pihak aplikasi itu kemungkinan karena adanya tawaran harga yang lebih besar dari wisatawan lain sehingga menyebabkan aplikasi merubah kebijakannya.
Politisi Partai Gerindra ini menyampaikan isu ini bahkan sudah menjadi atensi Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana. Kejadian ini akan menjadi bahan evaluasi pemerintah secara nasional.
"Tetapi kita harus pikirkan bersama, Buk Menteri Pariwisata sudah mengontak saya terkait dengan itu. Ini ada sesuatu yang perlu kita benahi di lingkup yang lebih besar tingkat nasional, bagaimana kita memerlukan marketplace ini," tegas Iqbal.
Diberitakan sebelumnya, jurnalis sekaligus pengamat senior MotoGP, Simon Patterson, merasa ditipu pengelola penginapan di Lombok, NTB. Dia mengaku sudah melakukan pemesanan jauh-jauh hari, namun sesaat sebelum kedatangan, pihak penginapan melakukan pembatalan sepihak!
Hal tersebut diceritakan Simon melalui akun X resminya. Dia mengaku benar-benar kesal dengan pelayanan akomodasi yang dianggapnya sudah melakukan penipuan tersebut.
"Benar-benar kesal karena urusan akomodasi saya di Indonesia dikacaukan tepat 48 jam sebelum kedatangan! Saran penting: hindari para penipu di NA Hostel, Kuta, Lombok," demikian tulis Simon Patterson melalui akun X resminya, dikutip detikOto Selasa (6/10).
Di postingan yang sama, Simon membagikan bukti email dari NA Hostel yang melakukan pembatalan sepihak. Mulanya, mereka bilang, pembatalan tersebut disebabkan gedung penginapan yang sedang direnovasi. Bahkan, perbaikan tersebut diklaim memerlukan waktu lama.
Begini bunyi email-nya:
Sayangnya, saat ini sedang berlangsung proyek renovasi besar di properti kami dan kami belum memiliki tanggal pasti kapan renovasi tersebut akan selesai.
Karena proses pembangunan/renovasi kemungkinan masih berlangsung selama masa menginap Anda, kami dengan hormat meminta Anda untuk membatalkan pemesanan Anda dan mencari akomodasi alternatif.
Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini dan menghargai pengertian Anda.
Dipaksa mencari tempat penginapan baru, Simon jelas kebingungan. Sebab, MotoGP Mandalika 2026 akan digelar akhir pekan ini. Sementara hotel-hotel lain pasti sudah penuh.
Tak lama kemudian, Simon mendapat email lagi yang berisi kabar kalau renovasi bangunan sudah selesai dan siap menerima tamu. Namun, anehnya, mereka menganggap pesanan Simon di tanggal 7-11 Oktober 2026 tak sah lantaran harga yang tak sesuai.
Mereka bilang, saat berbarengan dengan even MotoGP ada penyesuaian biaya. Juga terjadi 'eror' dalam penayangan harga saat Simon melakukan pemesanan.
"Terkait pemesanan Anda untuk 7-11 Oktober, setelah meninjau detail reservasi, kami menemukan bahwa tanggal tersebut bertepatan dengan acara MotoGP. Sayangnya, terjadi kesalahan pada tarif yang ditampilkan saat Anda melakukan pemesanan sehingga reservasi Anda dikonfirmasi dengan harga yang tidak sesuai. Tarif yang benar untuk tanggal tersebut seharusnya menggunakan harga khusus yang berlaku selama periode MotoGP," demikian bunyi email tersebut.
Pengelola penginapan lantas menawarkan Simon untuk mengubah tanggal pemesanan menjadi sehari lebih mundur. Namun, tentunya, dengan harga baru yang lebih mahal. Kalaupun Simon tak mau, kata mereka, sama sekali tak masalah.
Pada postingan yang sama Simon menunjukkan email komplain yang dia sampaikan pada Hostleworld, sebuah platform pemesanan hotel dan penginapan. Simon sepertinya memesan melalui platform tersebut. Pihak Hostleworld mengatakan kalau pemesanan harusnya dipenuhi oleh penyedia jasa akomodasi dengan menggunakan harga awal. Namun, tetap saja Simon urung mendapatkan akomodasi yang sudah dia pesan.
Pada akhirnya, tempat penginapan tersebut benar-benar sudah terisi penuh. Mereka bilang, Simon tak memberikan jawaban saat ditawari perubahan jadwal dan harga.
"Sayangnya kami tidak dapat menerima permintaan Anda dari tanggal 6 hingga 12 Oktober karena semua kamar saat ini sudah penuh. Sebelumnya kami telah menginformasikan tarif kami akan berbeda selama MotoGP, namun sayangnya, kami tidak menerima respons apa pun saat itu," kata pihak penginapan.
(hsa/hsa)