detikBali

Pemkab Bima Usul ASDP Buka Rute Sape-Makassar demi Pangkas Biaya Logistik

Terpopuler Koleksi Pilihan

Pemkab Bima Usul ASDP Buka Rute Sape-Makassar demi Pangkas Biaya Logistik


Rafiin - detikBali

Pelabuhan Sape, Bima, NTB, (dok. ASDP)
Foto: Pelabuhan Sape, Bima, NTB, (dok. ASDP)
Bima -

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), mendorong PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) untuk membuka penyeberangan rute Sape-Makassar. Rute itu dianggap menjadi solusi pemangkasan biaya logistik dan mempercepat mobilitas ekonomi.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bima A Rifai membenarkan hal itu. Bahkan Bupati Bima Ady Mahyudi telah mengajukan surat permohonan secara resmi kepada ASDP terkait pembukaan rute penyebrangan Ferry Sape-Makassar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Benar. Pak Bupati telah mengeluarkan surat resmi ke ASDP. Namun hingga kini belum direspons karena masih menunggu persetujuan Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub)," katanya kepada detikBali, Selasa (29/9/2026).

Terkait hal itu, Pemkab Bima akan membahas bersama dan mengundang sejumlah pihak seperti General Manager (GM) PT ASDP Cabang Sape, Kepala Bappeda, Kepala Dinas PUPR , Kepala Dishub Kota, dan Kabupaten Bima serta Dompu.

ADVERTISEMENT

"Untuk mematangkan dan membahas rencana ini, Insyaallah sudah diagendakan pertemuan bersama pihak terkait di Kantor Bappeda Kabupaten Bima pada Rabu (30/9/2026)," bebernya.

Rifai menyebut pembukaan rute Sape-Makassar sangat penting dan strategis. Komoditi unggulan Kabupaten Bima seperti bawang merah dan garam mudah dipasok ke wilayah Papua, Manado, hingga Kalimantan melalui Pelabuhan Makassar.

"Saat ini distribusi bawang dan garam Bima tidak berjalan lancar. Karena menyesuaikan kapal yang biaya ongkosnya cukup tinggi," jelasnya.

Rifai menegaskan apabila lintasan transportasi penyeberangan antar pelabuhan ASDP Sape menuju Makassar dan sebaliknya dibuka dipastikan sistem pengiriman komoditi tidak perlu lagi naik turun untuk bongkar muat berkali-kali.

"Dipastikan tidak ada lagi naik turun barang berkali-kali," katanya.

Selain itu, tambah dia, pembukaan rute itu juga diyakini akan membuat perkembangan ekonomi lokal lebih bagus. Mobilitas masyarakat dan barang antara Bima dan Makassar akan lebih lancar dan cepat.

"Yang sangat penting juga dapat memangkas waktu tempuh. Estimasi perjalanan hanya sekitar 11-12 jam," tandasnya.



(nor/nor)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads