detikBali

Kasus Influenza A Naik 50% di Mataram, Sakitnya Bisa Sampai 2 Minggu

Terpopuler Koleksi Pilihan

Kasus Influenza A Naik 50% di Mataram, Sakitnya Bisa Sampai 2 Minggu


Nathea Citra - detikBali

5 Cara Mencegah Influenza A, Ketahui Gejalanya agar Tak Tertular!
Influenza. Foto: benzoix/Freepik
Mataram -

Kasus influenza A di Kota Mataram dilaporkan mengalami peningkatan. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mataram menyebut peningkatannya belum mencapai 50 persen.

Kepala Dinkes Kota Mataram Emirald Isfihan mengatakan gejala influenza A sekilas mirip dengan flu pada umumnya. Namun, durasi sakitnya cenderung lebih panjang, bahkan dapat mencapai dua minggu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Influenza A secara nasional memang lagi merebak. Hampir sama dengan Influenza pada umumnya. Cuman perlangsungannya lebih lama kemudian penyebarannya lebih cepat," kata Emirald saat diwawancarai detikBali, Rabu (30/9/2026).

Emirald mengatakan peningkatan kasus influenza A di Mataram belum mencapai 50 persen. Menurutnya, influenza A merupakan bagian dari kelompok penyakit serupa influenza (ILI).

ADVERTISEMENT

"Yang jelas peningkatan. Influenza A itu tidak khusus, Influenza A itu bagian daripada penyakit lain yang masuk dalam ili. Jadi penyakit-penyakit yang serupa dengan Influenza A masuknya disana. Peningkatannya nggak sampai 50%," sambungnya.

Emirald menuturkan, Influenza A tidak hanya menyerang kelompok usia lansia dan anak-anak. Namun di lapangan justru kelompok usia dewasa juga terinfeksi Influenza A.

"Hampir semua, dewasa juga kena. Jadi tetap jaga kondisi tubuh," ucapnya.

Di sisi lain, Emirald membagikan sejumlah tips agar masyarakat Kota Mataram bisa menjaga kondisi tubuh di tengah peningkatan kasus Influenza A. Salah satunya bisa menjaga tubuh agar tetap fit.

"Istirahat yang cukup, memperbanyak konsumsi air putih, mengkonsumsi makanan bergizi seimbang, perbanyak buah dan sayur. Serta rutin berolahraga," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Kementerian Kesehatan RI melaporkan update terbaru terkait Influenza A H3N2 Subclade K di RI atau dikenal juga dengan istilah populer 'Super Flu'. Subclade K bukan merupakan jenis virus influenza baru, melainkan bagian dari influenza A (H3N2) yang telah mengalami mutasi.

Lebih lanjut, sejak 2025 hingga minggu ke-36 tahun 2026, tercatat 184 kasus Influenza A H3N2 Subclade K tersebar di 20 provinsi. Dari total tersebut, kasus paling banyak ditemukan di DKI Jakarta, Jawa Timur, dan Kalimantan Selatan.

Berdasarkan kelompok usia, kasus Influenza A H3N2 Subclade K sejak 2025 hingga ke-36 tahun 2026 paling banyak ditemukan pada kelompok usia 0-4 tahun, yakni 38 persen. Berikut rinciannya:

  • 0-4 tahun: 38 persen
  • 5-9 tahun: 23,4 persen
  • 10-17 tahun: 21,2 persen
  • 18-59 tahun: 15,8 persen
  • Lebih dari 60 tahun: 1,6 persen


(nor/nor)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads