detikBali
Round Up

Pagi Mencekam Kapal Pinisi Bawa 13 Wisatawan Tenggelam di Labuan Bajo

Terpopuler Koleksi Pilihan
Round Up

Pagi Mencekam Kapal Pinisi Bawa 13 Wisatawan Tenggelam di Labuan Bajo


Tim detikBali - detikBali

Kapal pinisi Yukai tenggelam di perairan Pulau Seture, Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Minggu (27/9/2026). (Foto: Dok. Polairud Polres Manggarai Barat)
Kapal pinisi Yukai tenggelam di perairan Pulau Seture, Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Minggu (27/9/2026). (Foto:  Dok. Polairud Polres Manggarai Barat)
Manggarai Barat -

Kapal pinisi Yukai yang membawa 13 wisatawan dan enam kru menabrak karang dangkal hingga miring dan tenggelam di perairan Pulau Seture, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (27/9/2026) pagi. Seluruh penumpang dan kru berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.

Kasat Polairud Polres Manggarai Barat Iptu Leonardo Marpaung mengatakan kapal mengalami kebocoran parah setelah menghantam gugusan karang saat berlayar menuju Pulau Bidadari untuk snorkeling.

"Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 06.30 Wita ketika kapal sedang dalam pelayaran dari area mooring Pulau Kelapa menuju Pulau Bidadari untuk kegiatan snorkeling," kata Leonardo, Minggu (27/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tabrak Karang

Kecelakaan terjadi ketika kapal melintas di dekat perairan Tanjung Sture saat air laut sedang surut. Nakhoda diduga kurang memahami alur pelayaran dan mengabaikan rambu navigasi di ujung tanjung.

ADVERTISEMENT

"Kondisi tersebut menyebabkan bagian bawah kapal menghantam terumbu karang dangkal dengan keras hingga memicu kebocoran serius pada area lambung. Dalam hitungan menit, kapal mulai miring secara ekstrem dan perlahan tenggelam," jelas Leonardo.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo Stephanus Risdiyanto mengatakan kapal kandas setelah menabrak karang dangkal.

"Kandas menabrak batu mandi (karang dangkal)," ungkap Stephanus.

Kapal diketahui baru sekitar 15 menit berlayar ketika menabrak karang.

"Ketika kapal akan bergerak menuju pulau Bidadari sekitar 15 menit berlayar kapal tiba-tiba menabrak batu/taka. Sekitar satu menit kapal langsung miring ke kanan," jelas Stephanus.

19 Orang Dievakuasi

Dua kapal wisata yang berada di sekitar lokasi, KM NK Jaya 01 dan KM Alfatran, langsung memberikan pertolongan. Para penumpang dievakuasi menggunakan sekoci sebelum dipindahkan ke kapal penyelamat.

"Saat kejadian berlangsung, dua kapal wisata lain yang berada di sekitar lokasi, yakni KM NK Jaya 01 dan KM Alfatran, langsung merapat untuk memberikan pertolongan darurat awal menggunakan sekoci demi menampung para penumpang," jelas Leonardo.

Satpolairud Polres Manggarai Barat menerima laporan pada pukul 06.35 Wita. Tim SAR gabungan kemudian mengerahkan 21 personel dan enam armada cepat, terdiri dari lima rigid inflatable boat (RIB) dan satu interceptor.

"Tim langsung menyisir badan kapal untuk memastikan tidak ada korban yang terjebak di dalam kabin maupun ruang mesin," terang Leonardo.

Seluruh penumpang dan kru kemudian dievakuasi menuju dermaga Marina Waterfront Labuan Bajo. Mereka tiba dalam kondisi selamat pada pukul 08.15 Wita.

"Penumpang dan kru kondisi selamat dan dievakuasi oleh kapal Alfatran dan searider KSOP menuju dermaga marina Waterfront Labuan Bajo," ujar Stephanus.

Kapal tersebut membawa tujuh turis asing dan enam wisatawan nusantara. Total terdapat 13 penumpang dan enam kru, termasuk nakhoda.

"Meskipun kapal mengalami kebocoran parah dan kemiringan ekstrem, seluruh penumpang dan awak kapal berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat tanpa korban jiwa maupun luka-luka melalui operasi tanggap cepat (quick response) tim SAR gabungan," jelas Leonardo.

Nakhoda dan ABK Diperiksa

Polisi kini memeriksa nakhoda dan anak buah kapal (ABK) untuk mengusut penyebab kecelakaan. Dugaan sementara, kecelakaan terjadi akibat kelalaian nakhoda dalam bernavigasi.

"Yang dugaan sekarang murni kesalahan nahkoda dalam bernavigasi olah gerak, tidak memperhatikan adanya karang timbul sehingga kapal kandas," kata Stephanus

"Kami sedang melakukan pemeriksaan intensif terhadap nakhoda dan ABK jurumudi di Mako Satpolairud Polres Manggarai Barat guna mengetahui secara pasti penyebab terjadinya kecelakaan," kata Leonardo, Minggu (27/9/2026) sore.

Kerugian material akibat kecelakaan tersebut diperkirakan mencapai Rp 1 miliar.

"Kerugian material akibat tenggelamnya badan kapal diperkirakan mencapai Rp 1 miliar," pungkasnya.

Polisi juga berkoordinasi dengan KSOP Labuan Bajo dan pemilik kapal untuk mengamankan lokasi bangkai kapal agar tidak mengganggu alur pelayaran.

"Kami terus berkoordinasi dengan KSOP dan pemilik kapal untuk menandai lokasi bangkai KM Yukai agar tidak mengganggu alur navigasi kapal-kapal wisata lainnya," kata Leonardo.

"Langkah penarikan (salvage) kerangka kapal ke perairan yang lebih dangkal serta pengamanan sisa barang berharga milik wisatawan akan segera dilaksanakan," imbuhnya.



(dpw/dpw)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan










Hide Ads